Toby, Animator KIWA Juara SEA Creative Camp 2018

by admin

Toby sang animator KIWA (sumber: google.com)

SiswaIndonesia.id, Malang – Pada bulan April lalu, Indonesia terpilih menjadi pemenang di bidang animasi South East Asia Creative Camp 2018 (SEA Creative Camp). Melalui kemenangan ini, Toby, Khadijah dan Salsabilla, yang menyebut diri mereka sebagai Animation Team SMKN 4 Malang, berhasil membuktikan pada kancah internasional jika industri kreatif pada bidang animasi di Indonesia tidak bisa dianggap remeh. Meskipun kala itu, Toby dan kawan-kawan masih menduduki bangku SMK, tetapi animasi buatan mereka mampu keluar menjadi pemenang melawan kompetitor-kompetitor dari negara lain, seperti Philipina dan Thailand yang bisa dibilang cukup sulit untuk di kalahkan.

Di temui oleh tim siswaindonesia di kantornya, Toby menjelaskan perjalanannya sampai bisa keluar sebagai pemenang di perlombaan tingkat Asia Tenggara itu. Toby mengatakan jika semua berawal dari Lomba Kompetisi Siswa (LKS) yang diadakan pemerintah untuk unjuk keterampilan buat siswa-siswi SMK.

Awalnya Toby mengikuti LKS animasi ini sendirian. Melalui tahapan menang di tingkat Kota, lalu ke tingkat Provinsi dan lanjut ke tingkat nasional.

“Nah di tingkat nasional ini agak berbeda dari tahun sebelumnya. Tahun ini, di tingkat nasional ada lomba musim panasnya ASEAN, yaitu SEA Creative Camp itu tadi, yang terintegrasi dengan LKS tingkat nasional. Ada lima bidang lomba yang masuk SEA Creative Camp, salah satunya animasi. Lawan-lawanku tidak dari Indonesia saja, ada yang dari Thailand dan Philipina juga,” ujar Toby.

“Tema di lomba ini adalah membuat sebuah karakter IP (intellectual property). Mulai dari sini lombanya membutuhkan tim, akhirnya aku bikin tim dengan teman sekelasku yaitu Salsabillah dan Khalidjah,” tambahnya.

Sistem perlombaan yang online membuat Toby tidak bisa melihat langsung kompetitornya. Ia dan tim baru bisa melihat karya dari kompetitornya saat pengumuman 10 besar, yang mana saat itu telah tercantumkan posisi mereka yang berada di nomor urut 1.

“Kalau aku sih pertama-pertama itu pesimis, baru kali ini ikut tingkat ASEAN, soalnya kata guruku, animasinya Philipina keren banget,” jelasnya.

Setelah pencapaian yang membanggakan ini, Toby membagikan beberapa goals untuk kedepannya, Toby mengatakan masih ingin melanjutin karya KIWA: the Adventure Dayu and Ong ini dulu, karena masih ada beberapa seri untuk di lanjutkan. Namun karena kesibukan, untuk proses produksi masih cari-cari waktu luang. Toby juga ingin membuat studio animasinya sendiri bersama teman-teman sekelas.

Di tanyai tentang kepiawaiannya dalam bidang animasi, Toby mengaku bahwa baru saat di SMK ini, ia menggeluti bidang animasi, karena memang ia sudah suka menggambar sejak kecil. Dukungan orang tua yang juga telah menyadari bakatnya dalam menggambar, membuat Toby akhirnya memilih untuk melanjutkan pendidikan jenjang menengah atasnya di sekolah kejuruan.

“Cuma belajar di jurusan aja, kita dapat semua ilmu animasi itu dari jurusan animasi,” jelas lelaki berparas manis yang bulan mei kemarin lulus dari SMKN 4 Malang.

“Terus belajar, terus cari referensi-referensi yang banyak, jangan patah semangat. Yang dibutuhkan di animasi itu bukan skillnya tapi semangatnya. Ngerjainnya pakai hati sih, karena aku benar-benar senang dengan animasi, jadi beneran senang dan jadi semangat, meski di uber deadline yang banyak.” tutup pemiliki nama asli Toby Nugroho Wibisiono.

Kerja keras tidak akan menghianati hasil. Mungkin itu pula yang mengiringi Toby dan tim menjadi pemenang di SEA Creative Camp 2018. Karena semangat dan rasa kecintaannya, meskipun saat itu Toby menjalani magang kejuruan di Batam, tanpa keluhan ia rela beberapa kali bolak-balik ke Malang untuk mengikuti lomba kompetisi siswa. (nad)

Penulis           : Nada Nabila

Editor              : Risky Karina Putri

You may also like

Leave a Comment