Spartan, Ujung Tombak Prestasi Non Akademik SMAN 2 Malang

by admin

Para anggota Spartan berhasil menjadi champion pada Kejuaraan Daerah Provinsi Jawa Timur pada bulan Mei 2018 kemaren (foto : dok. pribadi)

SiswaIndonesia.id, Malang – Jika berbicara mengenai keberhasilan prestasi non akademik, SMAN 2 Malang lah yang dirasa pantas untuk disebut namanya. Sekolah yang tak perlu diragukan lagi jika perkara prestasi non akademiknya. Prestasi non akademik dari sekolah ini terkenal sekali hingga keluar negeri. Yap apalagi jika bukan cheerleader nya, atau yang biasa disebut dengan Spartan.

Spartan merupakan tim cheerleader dari SMAN 2 Malang, Spartan pun tidak hanya jago dikandang loh, itu terbukti dari deretan prestasi yang telah diraih oleh Spartan sendiri. Spartan sudah ada sejak 14 November 2015, dengan beranggotakan 22 orang, raihan prestasi mulai dari tingkat provinsi, nasional, bahkan sampai internasional pun pernah mereka dapatkan.

Kejurda (kejuaraan daerah) Jatim 2018, Spartan berhasil menjadi juara 1 ditingkat SMA se-Jawa Timur. Spartan mengirimkan 24 orang perwakilannya untuk berlaga diajang tersebut. Oleh karena pencapaian di tingkat provinsi, Spartan masuk ke kejurnas (kejuaraan nasional) untuk mewakili tim cheerleader dari provinsi Jawa Timur. Untuk kejurda sendiri dilangsungkan pada bulan Mei di Malang, sedangkan untuk kejurnas dilangsungkan pada tanggal 21 Oktober 2018 di Bali.

“Kalo pas kejurda kemaren kita berhasil juara, dari kejurda itu otomatis kita kepilih untuk mewakili provinsi Jawa Timur untuk kejurnas cheerleader di Bali,” ujar Rara salah satu siswi yang juga ikut dalam kompetisi kejurnas di Bali tersebut.

Biji Bintang Binarani, salah seorang anggota Spartan yang berhasil membawa nama SMAN 2 Malang juara 2 pada Kejuaraan Nasional 2018 di Bali (foto : dok. pribadi)

Tidak hanya sampai disitu, sebelumnya pada April 2017 Spartan mengirimkan kontingen mereka ke Singapore untuk berlaga diajang Asia Cheerleader Invitational Championship  atau biasa disebut ACIC. Pada lomba ini Spartan bersaing langsung dengan tiga perwakilan negara Asia lainnya, yaitu Thailand, Jepang, dan Taiwan. Dalam ajang ini, Spartan mengikuti divisi Group Stunt Senior Coed Intermediate, yang mana pada divisi ini peserta ditentukan oleh level atau umur antara  14-17 tahun. Yang sangat membanggakan adalah Spartan berhasil menjadi pemenang mengalahkan perwakilan negara lain.

“Yang kemaren itu pas kita di Singapore, Alhamdulillah berhasil jadi juara, kebetulan lombanya itu sesuai level, levelnya itu dilihat dari umur, 14-17 tahun,” kata anak yang bernama lengkap Biji Bintang Binarani ini.

Anggota Spartan sedang berlaga di Asia Cheerleader Invitational Championship (foto : dok. pribadi)

Yang menjadi fokus mereka untuk bisa terus berprestasi adalah menjaga kekompakan, itu yang paling penting.  Banyak cara yang mereka lakukan untuk menjaga kekompokapan tersebut, mulai dari waktu latian yg rutin, sering jalan bareng, dan juga tidak ada batas antara kakak kelas dengan adek kelas.

“Kami belum hebat sih sebenarnya, masih banyak yang harus dipelajari, sejauh ini sih berusaha nyatuin pemikiran setiap pemain, latian efektif udah pasti, H-2 minggu sebelum lomba pasti latihan tiap hari, jaga kekompakan juga, sama main rapi. Cara kita buat jaga kekompakan itu ya latihan rutin, saling terbuka, saling memberi dan menerima masukan juga. Terus juga ada kegiatan tahunan namanya cheer camp sekalian buat reorganisasi juga. Di cheer camp itu kita nginep di villa, saling buka-bukaan uneg-uneg biar lega dan makin kompak, semuanya biar makin dapet chemistry nya kak,” ungkap anak bungsu dari empat bersaudara ini. (dni)

 

 

Penulis                  : Ahmad Ridhani Denie Rahman

Editor                    : Risky Karina Putri

 

 

You may also like

Leave a Comment