SISTEM KEBUT SEMALAM

by Siti Nurul Hikmah

Siswaindonesia.com, Malang – Teman-teman di sini tentu sudah tidak asing lagi dengan metode belajar SKS (sistem kebut semalam) bukan? Bahkan pasti diantara kalian ada yang menerapkan metode ini. Tahukah kalian, bahwa sebetulnya metode ini bukanlah suatu metode belajar yang baik untuk kalian lakukan secara rutin.

 

Detik-detik menuju ujian sekolah, normalnya siswa-siswa mempersiapkan diri dengan memperlajari materi-materi yang akan diujikan. Mulai dari membaca kembali materi yang telah dipelajari, menghafal materi, hingga mencoba mengerjakan soal-soal seputar mater mulai dari jauh-jauh hari. Namun tidak sedikit juga, siswa yang menyepelekan waktu belajar, dan lebih memilih menggunakan metode belajar kebut semalam. Biasanya mereka merasa yakin, bahwa materi yang dipelajari cukup mudah dan merasa yakin dapat menguasai materi hanya dengan belajar secara singkat. Namun pada kenyataannya, otak tidak dapat mencerna secara optimal dengan belajar dalam waktu yang singkat.

 

Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa metode belajar ini kurang tepat untuk diterapkan selama kegiatan belajar. Sebab banyaknya materi yang harus dikuasai maupun banyaknya tugas yang perlu diselesaikan namun waktu yang tersedia sangat terbatas dan minim, membuat otak dan hasil kerja tidak maksimal. Sebetulnya para siswa sendiri pun sadar akan hal ini, bahwa metode belajar SKS kurang optimal, meski begitu mereka tetap saja menerapkan metode ini. Berbagai alsan mereka kemukaan, mulai dari banyak kesibukan lain yang mereka kerjakan hingga alasan seperti merasa sulit berkonsentrasi jika belajar jauh-jauh hari.

 

Tahukah kamu belajar dengan metode Sistem Kebut Semalam bukan hanya tidak baik untuk diterapkan saat belajar saja, namun metode balajar yang satu ini memberikan banyak dampak negatif bagi siapa saja yang menerapkannya. Apa saja dampak buruk tersebut? berikut merupakan hal-hal yang terjadi akibat sistem kebut semalam :

 

  1. Kekurangan waktu istirahat

Namanya saja “sistem kebut semalam” tentu saja cara belajar ini dilakukan saat malam hari menjelang ujian keesokan paginya. Hal ini tentu menyita banyak waktu yang seharusnya kamu gunakan istirahat, namun yang kamu lakukan adalah memaksakan belajar. Dampaknya bisa berpengaruh pada tubuh. Jam tidur menjadi berantakan, tubuh sudah jelas keleahan, akibatnya kinerja otak turun dan kurang optimal dalam menyerap materi pelajaran.

  1. Mudah lupa

Saat tubuh merasa kurang beristirahat, maka tentu berdampak pada kinerja otak, khususnya menurunnya kapasitas memori. Yang mana hal tersebut berarti, materi yang telah diperlajari semalam akan susah diingat akibat kekurangan waktu tidur. Hal ini sesuai dengan hasil sebuah Jurnal Penelitian yang ditulis oleh Herwanto dan rekannya Adrian Umboh. Pada jurnal tersebut, ditemukan bahwa seseorang yang kekurangan waktu istirahat sangat berpengaruh pada penurunan kapasitas memori.

  1. Kesulitan dalam berkonsentrasi

Kekurangan waktu untuk tidur bukan hanya menyebabkan mudah lupa, namun juga berakibat kesulitan untuk berkonsentrasi. Lagi-lagi hal ini disebabkan oleh penurunan kinerja otak akibat dari kekurangan waktu dalam istirahat. Setelah semalaman merelakan waktu tidur dengan memaksakan belajar, namun pada pagi harinya kesulitan konsentrasi, sungguh sangat disayangkan bukan? Rasanya seperti melakukan hal yang sia-sia.

  1. Hasil yang belum tentu memuaskan

Dengan belajar sistem kebut semalam, memberikan dampak-dampak yang telah disebutkan di atas, maka untuk bisa mendapatkan nilai yang memuaskan akan terasa mustahil. Tidak menjadikan sebuah jaminan jika belajar sangat keras pada malam hari sebelum ujian, akan mendapat nilai yang diingkan. Justru yang terjadi, ujian tidak maksimal, dan nilai yang didapatkan belum tentu sesuai target.

  1. Dampak buruk pada kesehatan

Seperti yang kita tahu, bahwa jika tubuh kekurangan waktu istirahat tentu akan menganggu kesehatan tubuh kita. Bukan hanya berpengaruh pada kinerja otak saja, tubuh pun akan merasa mudah Lelah akibat kurang tidur. Lelah disini tidak boleh disepelekan ya, sebab dapat berdampak pada menurunnya sistem imun tubuh kita, yang mana hal tersebut dapat memicu timbulnya sebuah penyakit.

  1. Bad habbits

Tahukah kamu, jika kamu membiarkan kebiasaan ini terjadi berulang kali, maka akan mempengaruhi kebiasaan setiap harinya. Kamu cenderung akan mudah menyepelekan, terbiasa menunda tugas-tugas maupun pekerjaan, yang mana akan merugikan dirimu sendiri. Kebiasaan buruk ini jika dibiarkan akan sangat sulit untuk dihentikan. Jadi jangan sampai membiasakan diri dengan perilaku yang kurang baik ya.

You may also like

Leave a Comment