SEX EDUCATION, PENTING GA SIH?

by Siti Nurul Hikmah

SiswaIndonesia.com, Malang – Dunia Pendidikan kembali berduka, baru-baru ini terdengar berita bahwa beberapa siswi dari salah satu SMA di Kota Batu mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh kepala sekolahnya sendiri. Kita tentu sangat menyayangkan mengapa hal seperti ini bisa terjadi di dunia Pendidikan. Namun, pelecehan seksual yang terjadi dalam dunia Pendidikan bukan hal baru lagi, menurut data dari komnas perempuan dari tahun 2015-2020 setidaknya ada 45 kasus yang dilaporkan.

Kejadian semacam ini seharusnya sudah membuktikan, betapa pendidikan seksitu sangat perlu. Namun masih saja sebagian orang menganggap sex education sesuatu hal yang sangat tabu untuk diperbincangkan. Bagi sebagian orang awam, menganggap sex education sebagai bentuk ajakan untuk melakukan hal-hal yang diluar norma. Padahal pada kenyataannya memberikan Pendidikan seks sedini mungkin, lebih menjauhkan anak-anak agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas. Para orang tua menganggap, menjauhkan anak-anak dari pergaulan bebas, hanya dengan menasehati agar selalu berhati-hati saat berteman dengan lawan jenis, serta menakuti-nakuti akan mendapat dosa besar ketika melanggar. Hal ini tentu saja masih kurang, untuk mebekali anak-anak. Diperlukan Pendidikan seks sebaik mungkin untuk bekal anak-anak sekarang.

Seringkali para orang tua ketika dihadapkan dengan pertanyaan dari buah hatinya mengenai hal-hal yang berbau “sensual”, cenderung mengalihkan pembicaraan dan mengatakan mereka akan mengetahui jawabannya ketika dewasa nanti. Padahal salah satu sifat dasar manusia adalah rasa selalu ingin tahu, ketika anak-anak tidak mendapatkan jawaban yang ia mau, maka ia akan mencoba mencari tahu sendiri. Ketika anak-anak yang berusia dini mencoba mencari tahu sendiri tanpa bimbingan orang tua, dikhawatirkan akan mendapat informasi yang kurang tepat bahkan bisa jadi informasi yang salah kaprah.

Dalam pengertiannya menurut Wikipedia, Pendidikan sesks adalah suatu kegiatan untuk mengajarkan mengenai kesehatan reproduksi. Pendidikan seks meliputi; mengajarkan anatomi tubuh manusia, mengenalkan penyakit menular seksual (HIV/AIDS), mengenalkan proses pembuahan hingga terjadi kehamilan, mengajarkan tingkah laku seksual, bagaimana melakukan hubungan seksual yang sehat nantinya (dalam dunia pernikahan), juga bagaimana cara menhindari serta sikap kita ketika menjadi korban pelecehan seksual.

Pendidikan seks sendiri juga memiliki beberapa manfaat, diantaranya adalah ;

  • Anak mendapat informasi yang jelas seputar pembahasan seksual, hal ini bertujuan menangkal efek buruk negatif dari banyaknya konten yang bebas dimedia sosial.
  • Dengan diajarkannya norma serta hukum sebab akibat, anak akan mengerti tentang konsekuensi dari tindakannya, segala hal perbuatan buruk berakibat buruk juga kedepannya.
  • Mengajarkan anak tentang sebuah konsen, seluruh perlakuan orang lain terhadap tubuhnya harus mendapat persetujuan dari diri sendiri. Mengenalkan, mana saja yang boleh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain.
  • Dapat mencegah anak-anak melakukan seks bebas
  • Mencegah aborsi akibat kehamilan diluar nikah
  • Mencegah pernikahan dini
  • Mencegah penularan penyakit kelamin

Meski banyak yang menganggap Pendidikan seks adalah hal yang tabu, tetapi bukan berarti sama sekali tidak ada orang yang melek akan hal ini. salah satu contohnya adalah SMA Negeri 4 Malang, yang dikenal dengan sekolah ramah anak ini. Sekolah yang bertempat di daerah Tugu Malang ini, menganggap penting sex education.Terbukti dengan adanya berbagai progam sekolah yang menyinggung tentang Pendidikan seks. Salah satu programnya adalah saat pertama kali siswa baru masuk yang diselipkan pada agenda sekolah “Masa Pengenalan Lingkungan Seklah” (MPLS). Sekolah yang bekerja sama dengan pihak-pihal luar, memberikan sedikit Pendidikan seks secara garis besar. Bukan hanya itu, SMA Negeri 4 juga memiliki program “Ladies Talk” yang rutin digelar 2 minggu sekali, khusus dipergunakan untuk membahas seputar Pendidikan Seks.

“Kalau ditanya pendapat peribadi ya, aku masih menganggap tabu, bahkan ngerasa geli tiap kali ngomongin hal ini, tapi ya mau gimana lagi, Pendidikan seks memang penting bagi kita” Ujar Naila Geitsa, siswa XI MIPA. Ia mengaku, kadang masih sering merasa canggung, tapi syukurnya ia paham bahwa Pendidikan seks suatu hal yang penting, dan bisa jadi bekal untuk dirinya.

Lain halnya dengan Muhammad Iqbal Ramadhani, siswa XII Bahasa, mengaku sudah mendapatkan Pendidikan seks dari keluarganya. “Waktu itu pernah tanya ke orang tua, terus nunjukin video syur, sama orang tua suruh lanjut nonton. Begitu selesai baru dijelasin, kalau perbuatan seperti di video tu nda baik dan jangan sampai dicontoh” Tutur Iqbal. Ia merasa beryukur memiliki orang tua yang kooperatif, selain itu juga Iqbal merasa lebih dekat karena memiliki orang tua yang terbuka bisa diajak berdiskusi mengengai hal seperti ini.

Seperti yang disebutkan pada Jurnal Penelitian yang ditulis oleh Avin Fadilla Helmi beserta rekannya Ira Paramastri, peran orang tua pun sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran betapa pentingnya pendidikan seksual pada usia dini. Adapun teknik yang paling efektif digunakan oleh para orang tua adalah dengan berturut-turut melakukan ceramah, diskusi dan brosur. Pada hasil penelitian disebutkan bahwa dari ketiga teknik tersebut, teknik ceramah lah yang paling efektif dibandingkan dengan teknik yang lain. Mengapa? sebab dengan ceramah komunikasi bersifat dua arah.

Bu Yunita, S.Pd selaku guru Matematika yang merangkap menjadi bagian dalam kesiswaan, mengaku hal-hal yang diupayakan oleh sekolah sudah maksimal, namun bukan berarti akan stuck di sini saja. Harapannya dengan seiring berjalannya waktu, sekolah dapat mengimprovisasi zaman, mengikuti perkembangan Pendidikan seks dalam ranah Pendidikan dan mengaplikasikan semaksimal mungkin. (hkmh)

 

Penulis            : Siti Nurul Hikmah

Editor              : Anisa Mahiswari

You may also like

Leave a Comment