Sempat ditentang, BukaLapak SMAN 4 Malang berbuah manis

by Siti Nurul Hikmah

Melakukan transaksi jual beli di mall? pasar? atau marketplace? sudah biasa. Bagaimana jika transaksi jual beli di sekolah? Tentu saja sudah biasa apalagi di kantin atau koperasi sekolah. Namun, jika transaksi jual-beli dilakukan oleh para guru dan siswa? hmm sepertinya cukup menarik. Hal ini yang terjadi di salah satu sekolah, tepatnya SMA Negri 4 Malang. Warga sekolah menyebutnya dengan “BUKA LAPAK”.

Tentu saja BukaLapak versi SMAN 4 Malang jauh berbeda dengan marketplace BukaLapak di luar sana. Secara pengertian memang bisa dikatakan hampir sama, karena transaksi jual beli nya sama-sama menggunakan perantara atau pihak ketiga. Namun BukaLapak milik SMAN 4 Malang jauh lebih sederhana, hanya memanfaatkan grup WhatsAppuntuk mempromosikan jualannya. Trend jual beli melalui media sosial bukan lagi hal baru, sesuai dengan data resmi dari databoks, terjadi lonjakan yang cukup tinggi dari tahun 2014 hanya sekitar 25,1 Triliun Rupiah, menjadi 144,1 Triliun Rupiah pada tahun 2018. Dapat dipastikan data tersebut akan selalu bertambah dengan seiring berjalannya waktu kedepannya.

 Perpaduan antara mengikuti zaman dan memanfaatkan teknologi yang ada, membuat Pak Dony Andri Setyawan, M.Pd yang menjabat sebagai Waka Kesiswaan dan humas mendirikan BukaLapak di SMA Negeri 4 Malang. Berawal dari beberapa guru yang menawarkan daganganya di ruang guru, Pak Dony berinisiatif membuka forum jual beli, karena menurut beliau, akan lebih baik jika berjualan di grup, bisa dilihat oleh semua guru bukan hanya guru yang berada di ruangan saja. Namun perjalanan BukaLapak sendiri tidak mudah, awalnya semua guru dan staff SMAN 4 Malang diajak bergabung untuk menjadi bagian dari BukaLapak, namun tepat di hari yang sama pula, banyak guru yang menolak dan langsung keluar dari grup tersebut. Bahkan beliau sempat dipanggil oleh kepala sekolah yang saat itu menjabat, dan meminta grup BukaLapak dibubarkan saja, karena dianggap menganggu ketertiban sekolah serta dikhawatirkan dapat mengganggu kegiatan belajar mengajar nantinya.

Patah semangat bukan bagian dari sifat pak Dony sendiri, setelah kepala sekolah lengser dan berganti, beliau nekat mendirikan BukaLapak kembali. Berbeda dari respon sebelumnya, kali ini aksi pak Dony didukung penuh oleh Kepala Sekolah. Dibukanya kembali forum BukaLapak disekolah, tentunya membuat sebagian guru merasa senang karena bisa kembali berjualan meski hanya kecil-kecilan. Seiring berjalananya waktu, ternyata hal ini dinilai positif oleh sebagian para guru lain, yang awalnya mereka menolak, lambat laun satu persatu dari mereka bahkan meminta bergabung berjualan. Bagaimana tidak tertarik? Apa saja boleh didagangkan disini. Pesertanya diberi kebebasan untuk memamerkan jualannya. Mulai dari makanan berat, aneka cemilan, baju, jilbab, semua lengkap disini, bahkan pernah ada yang menjual ikan hias di sini. Tidak ada batasan, asalkan tidak melanggar moral dan hukum.  Hingga saat ini, seluruh guru dan karyawan SMAN 4 Malang, menjadi bagian dari keluarga BukaLapak.

Pak Dony sendiri menyebutkan alasan mengapa beliau gigih dengan forum BukaLapak ; “Ya menurut saya, apapun profesi kita saat ini, kita harus punya bisnis, minimal kita berjualan meski kecil-kecilan, apalagi kita sebagai muslim, rosul saja pembisnis, contohlah beliau. Jangan mengaku sebagai muslim, jika tidak memiliki bisnis” ujar Pak Dony, pencetus forum BukaLapak. Selain alasan diatas, beliau juga ingin mengajarkan untuk tidak malu berjualan meski hanya kecil-kecilan. Para guru pun mengapresiasi niat baik anak didiknya yang berjualan, dengan membeli dagangan mereka.

“Jelas saya senang dengan adanya forum BukaLapak SMAN 4 Malang, selain bisa support sesama guru, juga bisa mengajarkan para murid murid bahwa mencari uang itu tidak semudah dengan meminta ke orang tua” tutur bu Yunita, S.Pd salah seorang guru di SMA Negeri 4 Malang.

sumber : google

Kegiatan seperti ini tentu saja baik, selain bisa menambah pemasukan pribadi bisa juga mempererat hubungan antar sesama guru dan muridnya. Meski terlihat sepele, berjualan hanya memanfaatkan grup WhatsAp,namun bisa sedikit membantu apalagi di tengah masa pandemi seperti sekarang ini. Jelas lebih banyak manfaatnya dari pada mudhorotnya. Kegiatan ini tidak akan mengganggu proses belanjar mengajar, asal dilakukan pada waktu yang semestinya. Semoga kedepannya forum BukaLapak ini bisa semakin berkembang lagi, bisa bermanfaat bagi siapa saja pesertanya. (hkmh)

Penulis            : Siti Nurul Hikmah

Editor              : Anisa Mahiswari

 

You may also like

Leave a Comment