Self Healing, Menyembuhkan Luka Batin dengan Diri Sendiri

by Anisa Mahiswari

SiswaIndonesia.com, Malang – Hai sobat siswa, gimana kabar kalian hari ini? Semoga selalu dilimpahkan kebahagiaan dan kesehatan ya. Namun apabila kamu merasa kurang baik semoga apa yang kamu rasakan segera membaik ya. Jika kamu menemukan artikel ini, tentu merupakan suatu hal yang tepat, karena hari ini siswandonesia akan membahas tentang self healing. Kami harap semoga artikel ini dapat sedikit membantumu untuk merasa jauh lebih baik.

Ketika merasa “Tidak baik-baik saja” itu merupakan sesuatu yang wajar kita alami, banyak peristiwa dan pengalaman yang membuat kamu merasakan fase tersebut. Mungkin, selama ini pikiran hanya digunakan untuk  problem solving, mempelajari pengetahuan atau berhitung. Sementara tentang perasaan, emosi dan felling sering kali dirasakan oleh hati, dan ternyata itu sebenarnya tidak benar loh.

Semua perasaan yang kamu rasakan di dalam hati yang kadang bercampur aduk seperti perasaan senang, sedih, marah, kecewa bahkan cinta ternyata adalah produk dari otak. Semua ini merupakan hasil dari sebuah proses berpikir, sehingga dapat dikatakan bahwa  pikiran dan tubuh adalah satu kesatuan yang saling berkaitan satu sama lain.

Fakta yang membuktikan bawah pikiran dan tubuh merupakan suatu kesatuan, dapat dilihat saat kamu melakukan proses penyembuhan secara mandiri (self healing). Ketika hal itu terjadi tentu kamu akan selalu berpikir positif, sugestif dan bermanfaat untuk membuat tubuh kembali sehat.

Dilansir dari tirto.id Self-healing dapat diartikan sebagai sebuah proses penyembuhan luka batin atau mental yang dapat diakibatkan oleh berbagai hal. Luka batin tersebut dapat bermacam-macam seperti kesedihan yang tidak berujung, merasa gagal, cemas terhadap sesuatu, hingga mengantarkan pada depresi.

Menurut Psychology Today, self-healing menjadi upaya yang dilakukan diri sendiri untuk menyembuhkan diri sendiri. Oleh karenanya, penting bagi setiap individu untuk mengetahu penyebab luka batin yang dialami agar memudahkan proses penyembuhan luka tersebut.

Dengan melakukan self healing akan membuatmu dapat memahami diri sendiri, menerima ketidaksempurnaan, dan membentuk pikiran positif dari apa yang telah terjadi. Ketika berhasil melakukan self healing, tentu akan membuatmu menjadi pribadi yang lebih tegar dan kuat dalam menghadapi suatu persoalan, kegagalan dan trauma yang yang terjadi di masa lalu. Karena ketika kamu melakukan self healing dan muncul suatu masalah kamu akan belajar dan menerima sehingga kamu akan mendapat suatu pengalaman dan ketenangan batin. Kamu akan memandang bahwa masalah yang terjadi didalam hidup merupakan suatu pembelajaran yang tidak diajarkan oleh siapa pun, melainkan diri sendiri.

Bukan suatu hal yang mustahil apabila kamu ingin menyembuhkan luka batin dengan diri sendiri. Kamu dapat mengeluarkan seluruh kekuatan yang kamu punya agar persoalan dan trauma yang kamu alami dapat diselesaikan. Tetapi yang perlu kamu ingat adalah bahwa  self healing tidak dapat sembuh secara instan, tentu membutuhkan sebuah proses agar dapat dicapai.

Untuk memulai self healing, kamu perlu membuka kembali luka yang dimiliki. Ketika membuka luka itu pastinya membuat kita merasakan sakitnya lagi, tetapi dengan membuka luka itu dapat membantumu agar lebih mengenali hingga menerima luka yang dialami. Memang bukan suatu hal yang mudah, tetapi jika kamu berani dan membulatkan tekad tentu luka batin akan segera terobati.

Berikut ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk menerapkan self healingmenurut satupersen.net:

  1. Meditasi

Meditasi ini dapat kamu lakukan setiap pagi, sebelum memulai berbagai aktivitas harian.  Mulailah dengan meletakkan kaki dengan nyaman di lantai, ambil tiga tarikan nafas yang panjang, dan dengan setiap tarikan nafas tersebut.

Lepaskan energi negatif yang ada pada dirimu. Fokuskan pikiran dan perhatianmu hanya ke telapak kaki, dan bayangkan dirimu menyatu dengan bumi. Tarik nafas dalam tiga hitungan dan ulangi pola ini selama tiga kali. Buka mata ketika kamu sudah merasa lebih nyaman.

  1. Melatih Pernafasan

Sebelum memaksakan dirimu untuk tetap produktif, luangkan waktu 5-10 menit untuk menenangkan dirimu dulu. Carilah posisi yang nyaman, kamu bisa melakukannya sambil duduk atau berbaring. Tarik napas dalam enam hitungan dan buang kembali dalam enam hitungan.

Kalau kamu sudah merasa sedikit lebih tenang, kamu bisa mengubah pola pernapasan dengan menarik napas melalui hidung, dan bayangkan udara bersih memenuhi dirimu kemudian hembuskan udara tersebut melalui mulut. Ulangi pola ini sampai kamu bisa merasa jauh lebih tenang dan mampu untuk melanjutkan kegiatanmu

  1. Tulis yang kamu rasakan dan pikirka

Bagi sebagian orang menuliskan apa yang dirasakan mampu membuatnya merasa lebih tenang. Kalau pikiran kita biarkan penuh dengan berbagai hal, tentu akan membuat kita kesulitan dalam memahami apa yang sebenarnya kita rasakan. Dengan menulis, kita dapat meningkatkan kesadaran dan membantu kita lebih memahami permasalahan yang kita alami.

Kamu dapat membiasakan dirimu untuk menulis diary atau jurnal dan luangkan waktu mulai 15 – 20 menit sehari untuk membantumu lebih mengenali perasaan dan pikiranmu sendiri.

You may also like

Leave a Comment