SELF HARM, KEPUASAN YANG SEMENTARA

by Siti Nurul Hikmah

Siswaindonesia.com, Malang – Sobat, pernah ngga sih kalian nemuin teman atau orang terdekat yang memiliki bekas luka di badannya? Bekas lukanya tentu bukan karena akibat dari jatuh atau hal lain ya. Bekas luka di sini yang dimaksud adalah bekas luka yang sengaja dibuat dengan sadar. Biasanya sih, dalam beberapa kasus berupa luka sayatan di daerah pergelangan tangan. Perilaku ini dikenal dengan sebutan self harm atau self injury.

Emang apa sih self harm atau self injury? Jadi sobat, self harm merupakan segala perilaku merusak maupun menyakiti anggota tubuh sendiri untuk menimbulkan rasa sakit. Self harm yang sering kita temui adalah tindakan menyayat di area pergelangan tangan dengan menggunakan benda-benda tajam, namun selain itu masih banyak tindakan-tindakan lain termasuk memukul kepala, membakar kulit dengan sengaja, menggaruk terlalu keras, sengaja meminum minuman keras, mengonsumsi obat-obatan dalam jumlah yang berlebihan hingga mencabuti rambut.

Bagi sebagian orang, melukai diri sendiri dengan sengaja dapat memberikan suatu kepuasan tersendiri dan memberikan efek lega setelahnya. Namun perasaan lega yang ia rasakan hanya sementara, setelah itu aka nada rasa sakit yang berlebih akibat luka yang ia perbuat, serta perasaan menyesal dan bersalah. Kebiasaan buruk ini terjadi akibat, seseroang yang ingin mengalihkan rasa sakitnya secara emosional, yang mana rasa sakit tersebut tidak dapat ia jelaskan dalam kata-kata. Maka jalan keluar yang ia pilih ialah dengan menyakiti secara fisik.

Perilaku self harm ini jelas berbeda dengan percobaan bunuh diri ya sobat. Meski sama-sama dengan sengaja melukai diri sendiri, namun perilaku self harm hanya menginginkan rasa sakit pada tubuhnya sebagai bentuk meluapkan emosinya. Meski begitu tetap saja, self harm memiliki resiko yang tinggi dan bisa berujung pada kematian yang tidak disengaja. Sebuah Jurnal Penelitian yang ditulis oleh Elda Nabiela dan Savitri Hidayati menyebutkan, bahwa salah satu factor pendungkung terjadinya self harm adalah akibat dari seseorang merasakan kesepian. Hasil penelitian tersebut, membuktikan bahwa semakin tinggi tingkat kesepian yang dirasakan seseorang, maka tingkat untuk melukai diri sendiri pun akan semakin tinggi.

Mengutip dari laman milik Gramedia Blog,  perilaku self harm sendiri bermacam-macam, dan memiliki tiga tingkatan. Mulai dari tingkat ringan hingga yang paling ekstrem, berikut penjelasannya :

  1. Superficial Self Mutilation

Self harm jenis ini termasuk self harm dengan tingkatan yang paling ringan. Bahkan seringkali kita tidak sengaja pernah melakukan self harm. Meski masih dalam tingkatan yang ringan, namun bukan berarti harus dibiarkan ya. Contoh tindakan self harm pada tingkat ringan, seperti menarik atau menjambak rambut dengan kuat, menggores atau melukai pergelangan tangan dengan benda tajam, bahkan melakukan diet yang ketat juga termasuk dalam bagian self harm tingkat ringan. Apakah kamu pernah melakukan salah satu tindakan di atas? Jika pernah, yuk stop mulai sekarang. Meski masih tergolong ringan, bukan berarti kamu membiarkan berlarut-larut ya.

  1. Stereotypic Self Mutilation

Dalam tingkatan yang sedang, self harm ini disebut stereotypic self mutilation, yaitu suatu tindakan yang digunakan untuk mengendalikan rasa sakitnya dengan penuh emosi. Contoh tindakan yang sering kali dilakukan adalah dengan berulang kali membenturka kepala ke tembok, memukul tembok dengan tangan kosong. Dalam tingakatn ini, seseorang melukai dirinya sendiri dalam tingkat frekuensi yang lebih tinggi, atau bisa juga dilakukan secara berulang-ulang.

  1. Major Self Mutilation

Tindakanself harm kali ini sudah masuk dalam tinkat yang paling parah atau ekstrem, jika dibandingkan dengan dua tingkatan sebelumnya. Sebab, efek menimbulkan efek yang lebih parah daripada sebelumnya. Seseorang yang sudah mengalami self harm jenis ini, bahkan tidak ragu jika melukai anggota tubuhnya secara ekstrem dan menimbulkan cedera permanen. Contoh tindakan pada tingkat berat meliputi, memotong jari, bahkan membakar bagian dari tubuh, menggunakan obat-obatan terlarang juga termasuk dalam tindakan self harm jenis ini. Pada tingkatan ini, biasanya adalah orang-orang yang mengalami gangguan psikologis yang cukup berat, maka untuk menanganinya, diperlukan terapis untuk membantu pemulihan.

Di atas telah dijelaskan, jenis-jenis self harm berdasarkan tingkatannya beserta contoh tindakan. Jika kamu menyadari ada teman atau orang terdekatmu mengalami hal semacam ini, jangan tunda lagi untuk segera ditangani. Kamu bisa coba dengan menanyakan perasaaannya, serta menemani jika memang dirasa butuh.

You may also like

Leave a Comment