Sekolah Terseram Se-Malang, Sekolahmu Termasuk?

by Siti Nurul Hikmah

Penampakan gedung SMAN 1 Malang, meski terlihat sudah moderen, namun banyak cerita seram di dalamnya (Hikmah/siswaindonesia)

SiswaIndonesia.id, Malang – Hampir di seluruh tempat diyakini memiliki ‘penghuni’. Mulai dari rumah, bangunan rumah sakit, gedung-gedung perkantoran bahkan sekolah. Uniknya setiap sekolah memiliki cerita horor yang hampir serupa. Sering kali terdengar cerita bahwa sebelum sekolah dibangun, tempat sekolah kita berdiri dulunya merupakan bangunan rumah sakit, rel kereta, atau dulunya merupakan tempat seseorang bunuh diri maupun tempat pembantaian.

Di Kota Malang sendiri ada kawasan sekolah yang dikenal horornya. Yap, kompleks sekolah Tugu memang terkenal akan cerita cerita horornya. Kompleks sekolah Tugu ini terdiri dari SMAN 1 Malang, SMAN 3 Malang dan SMAN 4 Malang. Lokasinya yang dekat dengan balaikota Malang dan monumen tugu lah yang membuat ketiga sekolah tersebut dikenal dengan sebutan sekolah Tugu.

Dahulunya bangunan ketiga sekolah tersebut merupakan bekas sekolah pada jaman Belanda. Ada dua sekolah yaitu HBS dan AMS. HBS (Hoogere Burger School) merupakan sekolah tinggi warga negara atau sekolah menengah untuk warga Belanda, dan AMS (Algemeene Middlebare School) merupakan sekolah menengah untuk umum. Gaya bangunan yang di arsiteki oleh Ir. W. Lemei kental akan aksen Belanda.

Tim SiswaIndonesia.id mencoba mendatangi ketiga sekolah tersebut untuk mendengarkan langsung cerita-cerita dari siswanya.

 Sudah menjadi rahasia umum bahwa sekolah yang berada di kawasan Tugu terdapat cerita tentang bercak darah di area tertentu sekolah. Menurut Nizar siswa kelas XII, dulunya bercak darah tersebut muncul di ruangan kepala sekolah. Meski sudah dibersihkan berkali-kali, namun keesokan paginya pasti akan muncul bercak darah kembali. Bahkan hingga mengganti ubin pun masih tetap muncul kembali bercak darah. Kabarnya dulu SMA Tugu merupakan tempat penyiksaan dan pembantaian tentara saat masa perjuangan. Hal tersebut dipercayai sebagai penyebab, mengapa selalu muncul bercak darah meskipun sudah dibersihkan berkali-kali.

Nizar juga bercerita, sewaktu dia bertugas Paskibra (pasukan pengibar bendera), pagi-pagi sekitar jam 4 dia sudah datang untuk latihan terlebih dahulu, dia diperingatkan oleh kakak pembinanya untuk tidak bertingkah macam-macam.

“Jangan aneh-aneh, soalnya masih belum jadi SMANSA,” ujar Nizar, menirukan kata kakak pembinanya.

Saat menjelang magrib pun juga diperingatkan untuk tidak bertingkah macam-macam. Baru-baru ini salah satu teman Nizar berbagi cerita, ketika setelah latihan Paskibra dan kumpul-kumpul di lapangan basket, salah seorang dari mereka, kebetulan yang memang mempunyai kelebihan, melihat seperti ada yang lari-lari di lorong atas dekat gazebo. Kabarnya memang lorong tersebut termasuk angker, karena beberapa kali terdengar ada suara langkah kaki.

Salah satu tempat yang cukup seram lainnya di sekolah Tugu adalah terowongan bawah tanah yang menghubungkan area sekolah Tugu hingga area stasiun. Dulunya terowongan tersebut digunakan sebagai tempat pelarian atau jalur darurat saat masa penjajahan. Namun saat ini terowongan tersebut terkenal angker, bahkan kabarnya dulu ada dua siswa yang nekat masuk kedalam terowongan. Siswa pertama hanya mampu berjalan setengah terowongan, lalu merangkak keluar dengan histeris. Sementara siswa kedua ditemukan dua minggu kemudian di daerah stasiun. Hingga saat ini memang terowongan tersebut masih ada, namun sudah di semen hingga tidak ada satupun yang bisa melewati terowongan tersebut.

Cerita seram lainnya datang dari sekolah tetangga, yaitu SMAN 3 Malang, masih satu komplek dengan SMAN 1 Malang. Salah satu peristiwa yang pernah terjadi disana diceritakan kepada tim kami. Peristiwa ini terjadi di ruangan 48, saat sebelum pelajaran di mulai, sang guru meminta murid-murid untuk berhitung, namun jumlah hitungan siswa berbeda dengan jumlah hitungan guru. Siswa menghitung hanya berjumlah 20, namun guru mengaku ada 21 siswa yang hadir dan mengikuti kelas pada saat itu.

Salah satu siswi SMAN 3 Malang yang namanya tidak ingin disebutkan memiliki kelebihan bisa melihat dan merasakan, pernah mengalami hal ganjal saat di lingkungan sekolah. Saat datang ke sekolah pagi-pagi, ia mendengar ada suara derap langkah kaki yang beriringan seperti jalannya tentara. Benar saja saat itu ia melihat barisan tentara yang hendak lewat, namun yang lebih menakutkan adalah komandan yang memimpin tanpa kepala dan di tangan sang komandan terlihat membawa kepalanya sendiri. Siswi tersebut mengaku kaget dan spontan minggir memberi jalan kepada barisan tentara tersebut, namun saat itu ada kakak kelas yang lewat, dan siswi yang tidak ingin disebutkan namanya melihat barisan tentara tersebut menembus badan kakak kelasnya tadi.

Meski sekolah Tugu terkenal angker, namun saat kami mencoba mewawancarai salah seorang satpam (satuan petugas) di SMAN 1 Malang ia mengaku tidak tahu menahu cerita-cerita tersebut. Haryono, salah seorang satpam di SMAN 1 Malang yang sudah bekerja selama 28 tahun, saat bertugas tidak pernah mengalami hal-hal mistis. Hanya sering mendengarkan cerita atau keluhan dari para siswa.

“Saya bekerja disini sudah 28 tahun, saya dan teman-teman satpam yang lain juga gak pernah diganggu, mungkin sudah kenal dan sudah ce es, “ ujar Haryono, satpam SMAN 1 Malang.

Begitupun dengan satpam SMAN 3 Malang, Bibit yang sudah bekerja menjadi satpam di SMAN 3 Malang selama 10 tahun. Beliau mengaku salama bertugas tidak pernah menemukan hal-hal ganjal di sekolah. Bahkan saat beliau masih awal-awal bekerja di SMAN 3 Malang, beliau selalu mendapat shift malam selama satu tahun pertama bekerja, namun tetap tidak pernah mengalami hal-hal mistis seperti cerita yang selama ini beredar di luar sana.

“Saya percaya, hal-hal semacam itu memang ada, tapi kan selama kita baik dan gak ganggu ya sudah, makanya saya selalu pesen ke anak-anak kalau sudah waktunya pulang ya cepat pulang,” ujar Bibit, selaku ketua satpam SMAN 3 Malang. (hkm)

 

Penulis    : Siti Nurul Hikmah

Editor      : Nada Nabila

You may also like

Leave a Comment