Rindu Sekolah Tatap Muka

by Anisa Mahiswari

SiswaIndonesia.id, Malang– Sudah hampir satu tahun lebih sekolah diliburkan dan proses belajar mengajar dilakukan secara PJJ (Pembelajaran Jarak Jauhakibat pandemi Coronavirus disease (Covid-19)Sudut-sudut sekolah yang biasanya tampak ramai kini terasa sangat sunyi dan kosong. Hiruk pikuk ruang kelas yang biasanya dipenuhi siswa dan siswi kini tidak dapat dirasakan lagi. Hanya menyisakan sedikit aktivitas dari guru dan staff yang bertugas. Belum ada kepastian sampai kapan proses belaja rmengajar secara daring ini akan berakhir.

Tidak adanya kepastian akan berakhirnya pembelajaran jarak jauh membuat sebagian siswa merindukan kelas tatap muka di sekolah. Rindu bertemu dengan teman-teman, makan di kantin sekolah dan kegiatan yang biasanya diadakan disekolah. Tidak hanya siswa saja yang merasakan hal tersebut tetapi beberapa guru juga merasakan hal yang sama, rindu mengajar di kelas, berinteraksi dengan siswa, dan aktivitas lainnya yang biasa dilakukan disekolah.

Aktivitas di sekolah secara PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh )

Sudah banyak upaya-upaya yang dilakukan pemerintah dalam menangani pembelajaran jarak jauh. Dilansir dari kemdikbud.go.id staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Regulasi, Chatarina Muliana Girsang menyampaikan Surat Edaran Nomor 15 ini untuk memperkuat Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19).Dalam surat edaran ini disebutkan bahwa sebenarnya kegiatan belajar dari rumah dilakukan untuk memastikan pemenuhan hak peserta didik dalam mendapatkan pelayanan pendidikan dalam masa pandemi, tidak hanya itu melindungi warga satuan pendidikan, mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 di sekolah dan memastikan pemenuhan dukungan interaksi untuk guru,siswa dan orang tua.

Aktivitas dan penugasan belajar dari rumah juga bervariasi di setiap daerah. Hal ini disesuaikan dengan kondisi serta minat dari sekolah dan juga siswanya, termasuk mempertimbangkan akses terhadap fasilitas yang digunakan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh.

Tidak hanya itu pemerintah juga sudah menyiapakan media untuk pembelajaran jarak jauh untuk warga satuan pendidikan khususnya siswa dapat memanfaatkan berbagai layanan yang disediakan oleh Kemendikbud antara lain program belajar dari rumah melalui TVRI, radio, modul belajar mandiri dan lembar kerja, bahan ajar cetak serta alat peraga dan media belajar dari benda dan lingkungan sekitar, serta penyediaan kuota murah oleh para penyedia telekomunikasi.Kemendikbud  juga merekomendasikan 23 laman yang bisa digunakan siswasebagai sumber belajardan media untuk pembelajaran jarak jauh.

Namun tidak dipungkiri lagi, meskipun sudah dipersipkan sedemikian rupa oleh pemerintah siswa dan juga guru lebih memilih untuk melakukan aktivitas pembelajaran tatap muka di sekolah. Bahkan banyak siswa baru yang belum merasakan duduk di bangku sekolahnya dan bertemu dengan teman-teman, karena sejak awal masuk sekolah hingga saat ini semua aktivitas dilakukan secara daring. Mulai dari MOS, belajar mengajar dan kegiatan sekolah lainnya. “Awal kali masuk sekolah waktu Mos dan kegiatannya dilakukan daring via youtube osis, pada saat itu juga masih belum kenalan sama teman-teman,  baru bisa ketemu dan kenalan setelah 3 bulan sekolah ” sebutAnggun, siswa kelas 10 SMA Negeri 1 Malang.

Menurutnya sekolah tatap muka lebih menghasilkan dan efektif dibanding secara daring, terutama saat baru pertama kali masuk sekolah karena bisa mengenal dan beriteraksi satu sama lain dengan lebih jelas dan melihat kepribadian orang tersebut secara langsung. Beradaptasi dan bersosialisasi juga lebih mudah ketika kita berhadapan langsung dengan lingkungan tersebut.

Tidak hanya anggun saja, dinda siswa SMA Negeri 1 malang juga menceritkan bahwa tugas yang diberikan saat pembelajaran jarak jauh lebih banyak daripada saat sekolah tatap muka “ sehari bisa lebih dari 10 tugas tetapi tenggak waktu pengerjaan lebih lama daripada saat tatap muka, meskipun lama tapi untuk mengumpulkan tugasnya biasanya di waktu yang sama jadi kadang terasa berat harus mengumpulak tugas tersebut secara bersama jadi kadang terburu-buru,” jelasnya.

Meskipun siswadan guru dipersilahkanuntukmemanfaatkanaktivitas belajar mengajar darirumah,tidak membuat mereka merasa senang. Pasalnya tugas dan pekerjaan semakin bertambah, terutama pada guru yang memiliki pekerjaan lain diluar sekolah. “ Rindu sekali mengajar secara langsung, karena saat daring rasanya tugas menumpuk terutama harus berbagi peran sebagai guru untuk siswa siswi dan juga sebagai orangtua saat anak-anak saya sekolah karna masih membutuhkan bimbingan orangtua juga saat sekolah. Selain itu saat mengajar secara daring juga tidak bisa memantau setiap siswa yang saya ajar, apakah sudah paham dengan materi yang saya sampaikan atau belum paham” ujar Lilik Primi Lestari, S.Sos guru SMKN 2 Malang.

Mungkinkerinduanseperti ini, hanyabisa terbayar setelah semua aktivitas belajar mengajar kembali normal. Kita semua berharap agar semua segera kembali pulih, sehingga kebiasaan yang biasanya dilakukan dapat berjalan sebagaimana mestinya. Terutama dalam bidang pendidikan kembali normal seutuhnya sehingga siswa dapat kembali belajar dan guru juga dapat mengajar secara langsung, sehingga materi dan pelajaran yang diberikan dapat tersampaikan dengan jelas.

Penulis            : Anisa Mahiswari

Editor              : Siti Nurul Hikmah

 

 

You may also like

Leave a Comment