Problematika Pembelajaran Jarak Jauh Untuk Anak Berkebutuhan Khusus

by Anisa Mahiswari

SiswaIndonesia.com, Malang– Sesuai dengan keputusan pemerintah tentang program pembelajaran jarak jauh akibat pandemi covid, menjadi tantangan baru bagi guru Anak Berkebutuhan Khusus dalam melaksanakan pembelajaran. Pembelajaran jarak jauh menjadi salah satu alternatif yang memungkinkan untuk anak berkebutuhan khusus  agar tetap mendapatkan pembelajaran serta terjaga kesehatannya dibawah pengawasan orang tua, sebab wabah ini cukup rawan untuk kesehatan mereka.

Dengan adanya perubahan sistem pembelajaran ini membuat sebagian guru anak berkebutuhan khusus harus mencari cara agar ilmu yang disampaikan dapat diterima oleh siswa. Berbagai upaya dilakukan agar siswa dapat memahami pelajaran yang disampaikan secara daring (dalam jaringan) namun hal ini menjadi permasalahan baru karena sebagian siswa akhirnya dibantu orang tua untuk melakukan kegiatan pembelajaraan dan mengerjakan tugas, sehingga siswa tidak bisa belajar secara mandiri. “Selama mengajar sebelum dan saat pandemi sangat berbeda sekali, kalo sebelum pandemi bisa ngajar langsung dan bertemu dengan anaknya, ketika anaknya belum paham kita bisa langsung mengajari apa yang belum dimengerti oleh siswa tersebut, namun saat pandemi seperi ini ketika mengerjakan tugas banyak yang akhirnya dibantu oleh orang tuanya, kalo disekolah kita sebagai guru hanya mencontohkan dan di praktikkan sendiri oleh siswa,” ucap Janatu Rojiati guru kelas 10-11 tuna grahita SMALB Idayu 2.

Komunikasi antara guru dan orang tua disaat seperti ini sangatlah dibutuhkan agar guru tetap dapat memantau perkembangan siswanya. Dilansir dari kompas.com terkadang hal ini sulit terwujud karena beberapa faktor, seperti:

  • Kondisi orangtua yang mengalami masalah finansial akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), sehingga fokus mereka terbagi.
  • Kondisi keluarga yang sebenarnya masih aman secara finansial, namun masih ada masalah karena harus memperhatikan anak-anaknya yang lain.
  • Orangtua yang kurang mengetahui cara mendampingi anak berkebutuhan khusus belajar di rumah. Karena sebelum PJJ mempercayakan sepenuhnya pendidikan anak kepada guru dan pihak sekolah.

Semua faktor tersebut dapat mengakibatkan proses pembelajaran anak berkebutuhan khusus selama pandemi cenderung menurun.“untuk pembelajaran kami lakukan menggunan video call via whatsapp karena ada beberapa orangtua yang gaptek jika menggunakan aplikasi seperti zoom dan kadang juga sinyal yang terbatas, tidak hanya itu saja setiap kali melakukan kegiatan dan pembelajaran yang kami meminta kepada orangtua untuk merekam prosesnya namun terkadang ada orangtua yang belum paham cara menggunakannya,” tambahnya.

Ilustrasi sumber dari Google.com

Peran orangtua juga sangat penting dalam proses pembelajaran daring seperti ini, karena guru tidak dapat memantau langsung siswanya, sehingga orangtua harus cukup komunikatif  dalam membantu proses belajar anak berkebutuhan khusus dan menyampaikannya kepada guru. “Sebelum pandemi meningkat kami mengadakan guru kunjung, namun semakin hari wabah semakin parah sehingga akhirnya diliburkan karena takut membawa virus ke anak-anak,” jelas Janatu Rojiati

Pembelajaran jarak jauh seperti ini sangat membawa dampak bagi anak berkebutuhan khusus karena sebenarnya yang dibutuhkan oleh mereka bukan hanya transfer ilmu pengetahuan semata, melainkan dibutuhkannya perhatian dan interaksi langsung oleh guru untuk membimbing mereka secara intensif di sekolah.

Apabila pembelajaran jarak jauh  dilaksanakan secara berkepanjangan, hal ini dapat menimbulkan terjadinya ketidaksesuaian antara pembelajaran yang diterapkan dirumah oleh orangtua dengan pembelajaran yang diterapkan di sekolah “terkadang ada orangtua yang kurang sesuai ketika mengajarkan pelajaran yang diberikan, karena belum pernah tau cara mengajar kita ketika disekolah. Kadang juga ada yang dimarahi,” ucapnya. Dengan adanya hal semacam ini dapat membuat penurunan  minat belajar siswa akibat tidak optimalnya proses belajar mengajar berlangsung.

“Terkadang ada orangtua yang kurang paham dengan tugas yang diberikan sehingga mau tidak mau akhirnya datang kesekolah, tidak hanya itu saja terkadang kita menunggu muridnya karena belum bangun tidur sehingga kita baru melakukan proses pembelajaran setelah anak-anak siap,” jelasnya. Dengan adanya kejadian seperti ini pada akhirnya guru harus membuat penangan khusus terhadap siswa agar meningkatkan minat belajar dan motivasi dalam menerima pelajaran. Saling bertukar cerita tentang kegiatan sehari-hari antar siswa dan juga guru sangat diperlukan agar tetap terjalin hubungan yang baik antar siswa dan juga guru. (Ans)

 

Penulis : Anisa Mahiswari

Editor: Siti Nurul Hikmah

You may also like

Leave a Comment