PKBM Kartini, Berdiri dari Rasa Keprihatinan Rendahnya Pendidikan

by Anisa Mahiswari

Proses belajar mengajar di PKBM Kartini (Anisa/siswaindonesia)

SiswaIndonesia.id, Malang – Perjuangan memajukan bangsa tidaklah boleh putus. Generasi hebat harus terlahir dari bangsa ini. Melalui pendidikan, generasi cerdas akan tercipta. Pendidikan merupakan salah satu tolok ukur kemajuan sebuah bangsa, namun tidak semua orang memiliki kesempatan untuk mendapat pendidikan sebagaimana mestinya. Orang pintar bisa berasal darimana saja, termasuk dari PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Kartini. Terlahir dari rasa prihatin terhadap rendahnya pendidikan, Kuswinaryatini atau akrab disapa Ririn mendirikan pusat kegiatan belajar mengajar.

Awal mula didirikannya PKBM Kartini bermula saat Kuswinaryatini bekerja di kelurahan pada  tahun 2000-an yang pada saat itu terdapat pendataan anak putus sekolah dari dinas sosial.

“Saat itu saya tergerak untuk masuk RT RW dan melakukan pendataan terhadap warga di sekitar kelurahan, dari hasil pedataan yang saya dapat ternyata masih banyak warga yang ada disekitar kelurahan mengalami putus sekolah bahkan ada yang tidak mengenyam pendidikan sama sekali,” ungkap Kuswinaryatini.

Dari kejadian ini Kuswiaryatini bersama karang taruna sepakat untuk membuat kelompok belajar yang dulu di sebut SD Pamong, dimana kegiatan belajar mengajar bertempat di kantor desa. Pada awal berdirinya ada sekitar 20 orang  warga belajar dari berbagai kalangan yang antusias untuk masuk ke PKBM Kartini, hingga berjalannya waktu dari mulut ke mulut ternyata banyak warga yang putus sekolah juga tertarik untuk ikut belajar di PKBM Kartini.

Dari awal berdiri hingga saat ini PKBM Kartini sudah memiliki banyak program seperti PAUD, sekolah kejar paket A yang setara dengan SD, sekolah kejar paket B setara dengan SMP dan sekolah kejar paket C setara dengan SMA. Sekolah kejar paket sendiri merupakan wadah bagi anak-anak atau warga yang putus sekolah, sehingga sekolah kejar paket di peruntukkan bagi siapapun tidak memandang usia, suku, maupun derajat.

Selain materi-materi formal, warga belajar juga diberikan materi life skill yang setiap tahunnya berubah karena PKBM Kartini selalu menyesuaikan dengan keahlian dan kecakapan hidup dari warga belajar. Pendidikan kepribadian dan karakter yang baik juga menjadi materi yang selalu diajarkan oleh para tutor di PKBM Kartini, karena sebagian warga belajar berasal dari lingkungan yang kurang baik, sehingga hal itu perlu ditanamkan dalam diri warga belajar.

Berkat bantuan serta semangat dan kesabaran Izzudin salah satu tutor di PKBM Kartini,  kini PKBM Kartini bisa menciptakan generasi-generasi yang lebih baik lagi.

“Sudah sekitar 4 tahun saya mengajar disini, menurut saya pendidikan yang benar-benar mendidik itu yang mampu merubah karakter dan basisnya adalah pendidikan non formal,” ucap Izzudin.

Pria kelahiran Palangkaraya ini tertarik untuk mengajar di PKBM Kartini karena panggilan hati yang terketuk untuk mengajar anak-anak putus sekolah.

Pintar, berkualitas, bersaing serta maju dalam ilmu pengetahuan dan memiliki jiwa kepemimpinan harus diciptakan pada diri bangsa ini. Pendidikan merupakan hal penting dalam majunya sebuah negara. Tidak hanya melalui sekolah formal ilmu juga bisa kita dapatkan dimana saja dan dari siapa saja. Semua harus berakhir dengan kesuksesan, termasuk mereka yang berjuang untuk masa depan sebagai penerus bangsa. (mhs)

Penulis            : Anisa Mahiswari

Editor              : Risky Karina Putri

You may also like

Leave a Comment