Photo Story : Mengenal Ali Muharam, Sosok di Balik Camilan Populer “Makaroni Ngehe”

by Anisa Mahiswari

SiswaIndonesia.com, Malang – Para pecinta camilan mari merapat, apa kamu sudah pernah mencoba “Makaroni Ngehe”? Camilan yang cukup populer di kalangan generasi milenial. Mayoritas dari kalian tentu tidak asing bukan dengan camilan ini, jajanan ringan dengan berbagai macam varian rasa dan menu yang banyak di gandrungi karna harganya yang ramah dikantong dan juga sudah memiliki banyak cabang di berbagi kota.

Mencapai kesuksesan tentu bukan suatu perjalanan yang mudah, banyak rintangan yang harus dihadapi agar bisa sampai di titik tersebut. Begitu juga dengan Ali Muharam, pria 31 tahun asal Tasikmalaya itu adalah owner sekaligus co-founder dari gerai camilan “Makaroni Ngehe” yang penuh perjuangan dalam mendirikannya.

Bermula dari tradisi keluarnya yang gemar memakan macaroni, ide bisnis ini pun akhirnya tercipta. Nama bisnis “Makaroni Ngehe” tercetus karena itu menggambarkan perjalanan hidupnya yang “ngehe” banget.  Kehidupannya dulu yang susah dan ngehe ia lewati dengan memaksakan diri untuk bekerja keras mencari pundi-pundi rupiah agar ia tetap bisa bertahan hidup. Kata ngehe menggambarkan bagaimana perjuangan yang harus dia hadapi untuk bertahan hidup, apalagi saat itu dia tinggal di ibu kota dan hanya bermodalkan lulusan SMA. Hal itu lah yang mengantarkannya untuk berjualan “Makaroni Ngehe”. Ngehe sendiri artinya adalah sangat memprihatinkan. Itulah yang melatarbelakangi Ali untuk membuat nama brand Makaroni Ngehe. Namun dengan kata ngehe itulah nama brandnya memiliki arti yang kuat, simple dan juga mudah diingat.

Kesuksesan Ali sebagai pengusaha tentu tidak langsung berdiri seperti sekarang. Pria ini harus melewati jalan yang menuh rintangan dan berliku, namun perjalanan inilah yang mengantarkannya dalam keberhasilan. Sebelum mendirikan “Makaroni Ngehe” pada tahun 2004 setelah lulus SMA Ali tidak melanjutkan pendidikannya ke jenjang perkuliahan karena factor ekonomi. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk merantau ke Jakarta, namun ketika sudah berada di Ibukota nasib baik tidak langsung datang.

Berbagai macam profesi ia kerjakan untuk mengais rezeki, ia juga sadar bahwa Ibukota bukan sesuatu hal yang mudah di taklukan. Ali sempat menjadi OB (office boy), lalu menjadi sales dan bahkan menjadi penjaga kantin di salah satu kantor di Jakarta. Pernah juga ia bekerja sebagai penjaga toko baju di Jakarta Utara, namun kosan dia ada di daerah Jakarta Pusat. Dan Ali harus keluar biaya transportasi sampai 20ribu per hari. Padahal biaya transportasi itu adalah setengah dari total gaji dia yang tidak sampai 1 juta loh. Sehingga dia sering kehabisan uang dan tidak makan seharian.

Hingga pada tahun 2013 Ali mulai bangkit dan keterpurukannya dan mencoba peruntungan di dunia bisnis dan mendirikan usaha. Namun belum juga dimulai Ali memiliki kendala pada modalnya. Akhirnya ia memutuskan untuk meminjam modal dari sahabatnya sebesar 20juta rupiah. Padahal dia sendiri tidak tahu bagaimana nanti mengembalikan pinjamannya.

Dengan tekad dan keyakinan yang kuat saat menginjak usia  25 tahun itu, Ali memiliki target, saat usianya nanti menginjak kepala 3, ia harus mampu dalam finansial dan memiliki waktu yang fleksibel.

Dengan modal 20 juta yang dipinjam dari saabatnya, ia menyewa kios yang bisa dibayar perbulan di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Di sana ia mulai merintis usaha makaroni kecil-kecilannya. Bukan hanya menyewa kios, uang yang sudah ia pinjam itu juga digunakan untuk membeli bahan baku yang langsung ia belanjakan dari Tasikmalaya. Selain itu, Ali juga membeli peralatan memasak makaroni, dan set up kios sewaannya itu. Ali juga mengkonsep tokonya sendiri mulai dari warna, interior bahkan dia sendiri yang memasak dan melayani pembeli. Hingga diapun rela untuk tidur di dapur tokonya daripada harus keluar uang untuk bayar kosan.

Tentu usaha ini tidak langsung ramai, saat awal dia berjualan, orang-orang hanya berseliweran di depan kiosnya untuk melihat makaroni apa yang ia jual, dan mereka belum ada rasa tertarik sama sekali untuk membeli. Disaat usahanya sudah mulai ramai dan memiliki banyak pembeli, tiba-tiba saja masalah datang. Karyawan yang biasanya membantu ali berjualan memtuskan untuk resign. Padahal karyawan itu memiliki peran penting dalam usahanya, sehingga disaat karyawan itu memutuskan untuk keluar perusahaan mulai ‘kalang-kabut’.

Situasi ini terjadi selama tiga bulan, saat menginjak bulan keempat bisnis makroninya mulai menemukan titik terang dan omzetnya pun sudah mulai meningkat. Saat itulah Ali yakin bahwa bisnis yang ia dirikan ini berbuah manis dan orang-orang merespon baik dengan Makaroni Ngehe buatannya. Waktu terus berjalan, kerja kerasnya mulai membuahkan hasil. Di usia enam bulan usahanya, Ali memberanikan diri untuk membuka cabang keduanya. Hingga saat ini ada lebih dari 35 cabang yang berdiri di berbagai kota. Ali juga mempekerjakan lebih dari 350 karyawan.

Dulu “Makaroni Ngehe” hanya dikenal lewat mulut ke mulut (word of mouth). Butuh perjuangan lebih agar usahanya ini bisa dikenal banyak orang.Namun kekuatan nama brand yang unik ini ternyata sangat membantu Ali dalam menjual makaroninya. Dan kisah Ali Muharam ini sudah mulai banyak diekspos bahkan ia sendiri membuat ceritanya dalam sebuah buku berjudul Ngehe yang sangat menginspirasi.

 

instagram.com/ alvow (Hari pertama Ali Muharam dalam membuat “Makaroni Ngehe” pada 11 Maret 2013)

instagram.com/ ngehe_id (Ali Muharam berfoto didepan Outlet pertama “Makarani Ngehe”)

instagram.com/ alvow (Cabang kedua dari “Makaroni Ngehe”)

 

instagram.com/ alvow (Ali Muharam meresmikan Official Brand logo “Makaroni Ngehe”)

instagram.com/ alvow (Ali Muharam diundang ke salah satu stasiun radio untuk diwawancarai)

instagram.com/ alvow (Pembukaan “Makaroni Ngehe” cabang Rawamangun)

instagram.com/ alvow (“Makaroni Ngehe” diliput oleh Good afternoon Net TV)

instagram.com/ alvow (Ali Muharam sedang launching buku pertamanya yang berjudul “Ngehe”)

instagram.com/ alvow (Ali Muharam mengontrol karyawannya)

 

instagram.com/ alvow (Ali Muharam menjual “Makaroni Ngehe” sambal berkeliling di jalan saat pandemi)

 

instagram.com/ alvow (Ali Muharam dan tim “Makaroni Ngehe” berfoto didepan salah satu gerai “Makaroni Ngehe”)

instagram.com/ alvow (salah satu cabang “Makaroni Ngehe” yang berada di Jakarta Barat, Duri Kepa)

 

instagram.com/ ngehe_id ( Ali Muharam ikut terjun langsung untuk melayani pembeli “Makaroni Ngehe”)

 

instagram.com/ ngehe_id ( Beberapa varian produk “Makaroni Ngehe”, masih banyak lagi varian yang di sediakan “Makaroni Ngehe” )

 

You may also like

Leave a Comment