Perbedaan e-learning dan Learning Management System (LMS)

by Anisa Mahiswari

SiswaIndonesia.com, Malang – Berkembangnya zaman di era digital saat ini tentu membawa banyak perubahan dalam pola kehidupan masyrakat. Ilmu pengetahuan dan teknologi juga mengalami kemajuan yang sangat pesat, terutama pada sektor pendidikan. Sistem pembelajaran yang saat ini juga berubah menghadirkan istilah-istilah baru mengikuti perubahan yang terjadi.

Sistem belajar mengajar yang mulai beralih menjadi pembelajaran online juga memiliki berbagai macam jenis. Salah satunya program e-learningdan Learning Management System (LMS) yang saat ini sedang menjadi perbincangan hangat didalam dunia pendidikanAgar nantinya kamu tidak salah dalam menyebut kedua istilah ini yang memiliki perbedaan yang sangat jauh dan tidak dapat disamakan dengan alasan apapun.

Untuk istilah e-learning mungkin sudah tidak asing di telinga kita. Dilansir dari artikel quipper.com E-learning merupakan gabungan dari 2 kata, yakni electronic dan learning. Secara harfiah, e-learning adalah pembelajaran secara elektronik atau proses belajar mengajar yang dilakukan secara online. Dalam praktiknya, e-learning memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana belajarnya. Sama seperti prinsip online pada media lainnya, proses belajar mengajar dalam e-learning bisa dilakukan oleh siapapun, dimana pun, dan kapanpun. Jadi, meskipun kamu dan pengajar tinggalnya berjauhan, tidak akan jadi masalah. Bahhkan beda negara pun tak jadi rintangan karena belajar dilakukan secara online.Umumnya, e-learning dilakukan melalui media perantara internet berbasis web. Jadi, semua materi, kuis, dan bahan ajar bisa kamu akses melalui sebuah situs web.

Sedangkan untuk Learning Management System (LMS) adalah aplikasi software yang digunakan untuk kegiatan dalam jaringan atau online yang mencakup pengelolaan materi pembelajaran dan implementasi kegiatan belajar. LMS ini merupakan sebuah tata kelola yang dikembangkan untuk memungkinkan kolaborasi di antara siswa dan guru. Adanya LMS ini tidak hanya memudahkan guru dan siswa untuk melakukan kegiatan belajar mengajar. Lebih dari itu, LMS ini memudahkan untuk melakukan pengadministrasian data.

Berikut adalah rangkuman kelebihan dan kekurangan E-Learning dan Learning Management System (LMS) :

Kelebihan :

  1. Dapat diakses dengan mudah

Cukup menggunakan smartphone atau perangkat teknologi lain seperti laptop yang terhubung dengan internet Anda sudah bisa mengakses materi yang ingin dipelajari. Dengan menerapkan e-learning Anda dapat melakukan kegiatan pembelajaran di mana saja, kapan saja.

  1. Biaya lebih terjangkau

Tentunya, kita semua ingin menambah ilmu pengetahuan tanpa kendala keuangan. Dengan bermodalkan paket data internet, Anda dapat mengakses berbagai materi pembelajaran tanpa khawatir ketinggalan pelajaran apabila tidak hadir. Disarankan Anda mendaftar member dalam e-learning karena biaya member lebih murah dibandingkan mengikuti les atau kursus di lembaga pembelajaran.

  1. Waktu belajar fleksibel

Biasanya kebanyakan orang yang ingin belajar lagi tidak memiliki waktu yang cukup. Salah satu alasannya mungkin karena waktu Anda sudah digunakan untuk bekerja. Pembelajaran berbasis digital atau e-learning ini adalah solusinya. Waktu untuk belajar bisa dilakukan kapan saja tanpa terikat dengan jam belajar.

  1. Wawasan yang luas

Dengan menerapkan e-learning, tentunya Anda akan menemukan banyak hal yang semula belum Anda ketahui. Hal ini disebabkan beberapa materi pelajaran yang tersedia pada e-learning belum tersedia dalam media cetak seperti buku yang sering digunakan dalam metode belajar-mengajar konvensional. Berbeda dengan pembelajaran melalui tatap muka yang dilakukan dengan membaca buku.

Kekurangan :

  1. Keterbatasan akses internet

Salah satu kekurangan metode pembelajaran e-learning adalah terbatasnya akses internet. Jika Anda berada di daerah yang tidak mendapatkan jangkauan internet stabil, maka akan sulit bagi Anda untuk mengakses layanan e-learning. Hal ini tentunya masih banyak terjadi di Indonesia mengingat beberapa daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) masih belum terjangkau akses internet. Selain itu, harga pemakaian data internet juga masih dirasa cukup mahal untuk beberapa kalangan masyarakat Indonesia. Hal ini menyebabkan kemampuan untuk memanfaatkan e-learning masih dianggap sebagai suatu keistimewaan.

  1. Berkurangnya interaksi dengan pengajar

Beberapa metode pembelajaran e-learning bersifat satu arah. Hal tersebut menyebabkan interaksi pengajar dan siswa menjadi berkurang sehingga akan sulit bagi Anda untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai materi yang sukar dipahami.

  1. Pemahaman terhadap materi

Materi yang diajarkan dalam e-learning direspon berdasarkan tingkat pemahaman yang berbeda-beda, tergantung kepada kemampuan si pengguna. Beberapa orang mungkin dapat menangkap materi dengan lebih cepat hanya dengan membaca, namun ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama sampai benar-benar paham. Bahkan ada juga yang membutuhkan penjelasan dari orang lain agar dapat memahami materi yang dipelajari.

  1. Minimnya Pengawasan dalam Belajar

Kurangnya pengawasan dalam melakukan pembelajaran secara daring membuat pengguna e-learning kadang kehilangan fokus. Dengan adanya kemudahan akses, beberapa pengguna cenderung menunda-nunda waktu belajar. Perlu kesadaran diri sendiri agar proses belajar dengan metode daring menjadi terarah dan mencapai tujuan. Stay healthy and always keep our spirit up!

  1. Kurang bisa menerapkan interaksi secara real-timeantara guru dan siswa. Misalnya, apabila ada siswa yang bertanya kepada gurunya hari ini, sementara guru tersebut baru online besok, maka jawaban dari guru tersebut baru bisa diterima siswa pada keesokan harinya.
  2. Membutuhkan perangkat penunjang, seperti komputer, laptop, dan smartphone untuk bisa menggunakan

 

You may also like

Leave a Comment