Pentingnya Kemampuan Berpikir Kritis

by Anisa Mahiswari

SiswaIndonesia.com, Malang –Kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi yang harus dimiliki siswa saat ini. Akhir-akhir ini berpikir kritis menjadi isu yang banyak dibicarakan terurama dalam dunia pendidikan karena berpikir kritis bisa menjadi salah satu soft skill dan menjadi bagian dari proses pembentukan karakter anak. Dengan membuat inovasi pembelajaran, berpikir kritis dapat dikembangkan dalam diri siswa.

Nah, sebenernya apa sih kemampuan berpikir kritis itu? Dirangkum dari akun Instagram Kemendikbud, Minggu (10/1/2021), berikut penjelasannya,

Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang digunakan untuk menganalisis fakta, mengemukakan dan mempertahankan pendapat, membuat perbandingan, menarik kesimpulan, mengevaluasi argumen serta memecahkan masalah.

Sehingga dengan berpikir kritis dapat mendorong siswa untuk menerima informasi lalu menganalisa dana memahami informasi yang didapat setelah itu mereka akan mengambil penilaian tentang informasi tersebut. Dan semua itu dibutuhkan imajinasi dan rasa ingin tahu. Ketika siswa mendapat informasi yang belum pernah meraka dengar, informasi tersebut akan merekam dan mengisi perpustakaan yang ada di otak.

Berpikir kritis juga bukan sesuatu hal yang mudah untuk dilakukan, agar mampu berpikir kritis seseorang membutuhkan energi, dan waktu yang tidak sedikit, untuk menganalisis, meneliti, dan mencari fakta mengenai penilaian, anggapan, pandangan tertentu. Sehingga perlu banyak belajar dan mencari tau agar kita dapat menjadi seseorang yang memiliki kemampuan berpikir kritis.

Namun jika tidak berpikir kritis, kamu akan menerima dengan begitu saja tentang fenomena, informasi, atau topik yang diyakini dan dikatakan oleh orang lain. Karena kamu tidak memiliki keyakinan tersendiri sehingga mudah terjerumus kedalam hal-hal yang kurang baik, dapat dipastikan kamu tidak akan mencari tahu hal-hal yang dibicarakan apakah sesuai dengan kenyataan atau mengevaluasi pemikiran yang kamu miliki saat ini apakan berdasarkan fakta atau tidak. Hal inilah yang dapat mengakibatkan terjadinya kemunduran dalam ilmu pengetahuan.

Ada kemampuan berpikir kritis generasi abad 21, yaitu :

  1. Menjelaskan

Kemampuan anak untuk menjelaskan sesuatu atau mengemukakan idenya terhadap suatu objek, peristiwa, ataupun pengalamannya sendiri.

  1. Evaluasi

Kemampuan untuk melakukan evaluasi atau penilaian terhadap sesuatu berdasarkan sudut pandangnya.

  1. Memprediksi

Kemampuan untuk melakukan prediksi apa yang akan terjadi berdasarkan apa yang sudah diketahui sebelumnya.

  1. Berkarya

Ketika dilibatkan dalam suatu topik, anak melakukan eksperimen dengan mengeksplorasi pengetahuannya.

  1. Mengembangkan hipotesis

Meluangkan waktu untuk membentuk hipotesis selama bermain adalah latihan berpikir kritis yang membantu mengembangkan keterampilan.

  1. Penyelesaian masalah sederhana

Kemampuan anak untuk menemukan solusi atas masalah yang ditemuinya dalam kehidupan sehari-hari.

Nah, berikut tips untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dirangkum dari luarsekolah.com :

  1. Jangan Menelan Informasi Mentah-mentah

Karena menyebarkan informasi melalui media sosial begitu mudah, banyak orang yang menyebarkan informasi tanpa memastikan dulu kebenarannya. Itu adalah ciri-ciri orang yang tidak berpikir kritis.

  1. Ajukan Pertanyaan yang Mendasar

Menanyakan sesuatu yang semua orang sudah tahu bisa memalukan memang. Tapi kalau kamu ingin melatih kemampuan berpikir kritis, kamu harus siap menahan malu. Siapa tahu dari pertanyaan bodoh muncul solusi kreatif.

  1. Perbanyak Baca Buku

Buku, terutama buku nonfiksi, adalah argumen yang dipersembahkan secara terstruktur. Ada bagian pembuka, pembahasan, penutup. Ada bagian teori, contoh, implementasi.

Seorang penulis buku harus melakukan proses berpikir kritis yang sangat panjang untuk bisa menghasilkan buku tersebut. Dia harus mengumpulkan teori-teori yang sudah ada lalu mempersembahkannya dengan cara yang terstruktur. Membaca bukunya berarti melatih pemikiranmu karena kamu mencoba memahami argumen yang dia bawa.

Cari buku yang menurutmu sulit untuk dipahami lalu baca pelan-pelan sampai kamu mengerti. Kalau otot harus dilatih dengan olahraga, otak harus dilatih dengan membaca.

  1. Adakan Diskusi Kecil-kecilan dengan Teman

Membahas sesuatu yang rumit memaksamu untuk berpikir lebih keras dari biasanya. Kamu harus mengingat kembali teori, jurnal penelitian, dan statistik yang pernah kamu baca. Kamu harus mendengarkan argumen temanmu dan menyiapkan balasannya dalam waktu beberapa detik. Tidak ada latihan yang lebih seru dari ini.

Ajak teman-teman dekatmu untuk membahas sesuatu yang belum pernah kalian bahas sebelumnya. Tapi jangan lupa buat perjanjian dengan teman-temanmu untuk tidak emosi selama diskusi berlangsung.

You may also like

Leave a Comment