PENIPUAN BERKEDOK BEASISWA

by Siti Nurul Hikmah

Siswaindonesia.com, Malang – Siapa sih yang mau nolak kalau mendapat tawaran beasiswa selama kuliah? Tentu siapapun yang mendapat kesempatan beasiswa, akan sangat bersyukur. Sebab untuk bisa mendapatkan beasiswa bukanlah hal yang mudah, banyaknya persyaratan yang harus dipenuhi sebelumnya. Meskipun begitu, tidak menjadi jaminan untuk bisa mendapatkan beasiswa.

 

Namun hal baik seperti beasiswa ini, seringkali dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan seperti penipuan. Alih-alih mendapatkan kesempatan berkuliah gratis, yang ada justru sial akibat ditipu oleh para penjahat untuk meraup keuntungan peribadi. Mencari informasi beasiswa harus cermat dan teliti, agar tidak mudah terjebak pada jaring penipu.

 

Para oknum penipu ini biasanya menjadikan anak-anak yang baru lulus SMA sebagai target korbannya. Terutama anak-anak yang polos dan minim informasi. Anak-anak dengan mimpi berkuliah tinggi namun terhalang ekonomi rendah, semakin rentan dengan penipuan ini. Sebab ia sadar betul, bahwa untuk bisa melanjutkan Pendidikan tinggi, tentu saja memerlukan biaya yang tidak sedikit, maka beasiswa pun menjadi harapan mereka satu-satunya. Untuk itu, perlu mencari informasi sebanyak mungkin sebelum mendaftar beasiswa, agar tidak menjadi korban penipuan. Beberapa hal di bawah ini merupakan ciri-ciri dari penipuan berkedok beasiswa, kamu perlu mencermati hal-hal berikut agar terhindar dari penipuan :

 

  1. Iming-iming beasiswa mudah tanpa seleksi

Seperti yang kita tahu bahwa untuk bisa mendapatkan kesempatan beasiswa bukanlah hal yang mudah. Banyak persyaratan yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Di luar sana ribuan siswa berprestasi yang mendaftar beasiswa, namun kuota beasiswa sendiri terbatas. Hanya siswa yang benar-benar berprestasi dan membutuhkanlah yang akan mendapat kesempatan tersebut. jika kamu, tidak pernah merasa mendaftar namu tiba-tiba ada seseorang yang menawarkan beasiswa, sepatutnya kamu perlu curiga. Terlebih jika kamu mendapat iming-iming jaminan mendapat beasiswa tanpa harus ikut seleksi.

 

  1. Meminta sejumlah uang

Tujuan dari penipuan tentu agar oknum penipu mendapatkan keuntungan peribadi. maka sudah dapat dipastikan bahwa mereka akan meminta sejumlah uang kepada calon korban. Biasanya mereka menggunakan alasan meminta sejumlah uang sebagai biaya pendaftaran atau biaya administrasi. Bagi sebagian siswa yang polos, tentu hal ini akan dirasa wajar. Namun cara kerja beasiswa bukanlah seperti itu. Tujuan dari beasiswa adalah agar dibiayai dalam hal perkuliahan, bukan sebaliknya. Jika kamu dimintai sejumlah uang, sudah dapat dipastikan hal tersebut termasuk scam atau penipuan.

 

  1. Diteror

Ciri selanjutnya adalah pemberi beasiswa menghubungi melalui telepon bahkan email secara terus-menerus, dan cenderung memaksa. Hal ini perlu kamu curigai, bahwasannya sangat tidak masuk akal jika pihak pemberi beasiswa terlalu mengejar pihak penerima beasiswa. Oknum penipu akan terus menghubungi selagi belum mendapatkan keutungan dari memeras korbannya. Jika hal ini menimpamu, hal yang perlu kamu lakukan adalah tolak secara tegas, dan jangan mudah tergiur dengan iming-imingnya.

 

  1. Menawarkan pengisian formulir pendaftaran

Biasanya suatu formulir berisi data-data pribadi yang perlu dipenuhi dan hanya kita yang boleh mengisi tanpa diwakilkan oleh siapapun. Namanya saja data pribadi kan? Jika kamu diberi tawaran untuk dibantu isikan formulir pendafartaran, maka kamu perlu curiga. Hal ini merupakan kedok dari sebuah penipuan. Data-data pribadi bukan untuk diberikan kepada orang lain. Banyak jalan kejahatan bisa dilakukan dengan hanya menggunakan data pribadi loh. Jadi berhati-hatilah, jangan sampai mudah menuruti permintaan orang yang tidak dikenal, meskipun mengatas namakan pihak beasiswa.

You may also like

Leave a Comment