OPINI – Stop Pernikahan Dini

by Siti Nurul Hikmah

SiswaIndonesia.com, Malang – Perkembangan zaman yang pesat tidak selamanya memberikan dampak positif saja, beberapa dampak negatif juga bermunculan dengan seiring berjalannya waktu. Salah satunya adalah berdampak pada pergaulan remaja di Indonesia. Kemudahan mengakses informasi pun tidak selamanya baik, apalagi jika individu tidak cukup bijak dalam mencari informasi. Dengan adanya internet, membuat kebudayaan luar dapat lebih cepat masuk dan diserap oleh muda-mudi di Indonesia. Tentu saja hal ini sangat berpengaruh terhadap bergesernya norma-norma dan kebiasaan remaja zaman sekarang.

Sebagai contoh kebiasaan remaja zaman sekarang dalam menjalin hubungan atau yang sering kita sebut dengan hubungan pacaran. Bagi sebagian anak anak remaja, menganggap bahwa bermesraan di tempat umum adalah hal yang wajar dan sudah biasa dilakukan. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena adanya kemudahan akses masuk budaya-budaya luar negeri. Selain itu juga beberapa tayangan hiburan di televisi ikut serta dalam menormalisasikan pergeseran budaya ini.

Sebetulnya menjalin hubungan atau memiliki hubungan yang special bukan hal yang salah juga, tentu hal ini normal apalagi di rentan usia remaja yang sedang dimabuk asmara. Memiliki perasaan kepada lawan jenis bukan sebuah kriminal yang harus segera dihakimi. Namun yang harus diperhatikan adalah cara mereka dalam berpacaran. Jika hanya sebatas berkomunikasi, pergi jalan atau sekedar makan tentu tidak masalah. Namun jika sudah bermesraan di tempat umum, apalagi berani melakukan tindakan asusila dan hal-hal lain yang melanggar norma tentu harus segera ditindak agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, contohnya jika sampai kebablasan akan terjadi kehamilan pranikah.

Hal ini tentu tidak dapat dianggap remeh, dan menikahkan keduanya saja tidak lah cukup. Banyak dampak besar yang terjadi jika hal ini sampai terjadi. Dampak pada akademik, yang mana kemungkinan untuk putus sekolah sangatlah tinggi. Bukan hanya terancam putus sekolah saja, namun dampak sosial juga pasti sangatlah berpengaruh pada psikologis keduanya, dan yang terkahir adalah dampak ekonomi. Terpaksa menikah di usia dini membuat mereka harus siap finansial. Namun sayangnya, untuk mencari kerja tidaklah mudah, yang memiliki gelar saja masih banyak yang kesusahan apalagi jika hanya lulusan SMA atau bahkan belum sempat lulus SMA.

Pada Jurnal Penelitian yang ditulis oleh Mirna mahasiswi Pendidikan Sosiologi Pascasarjana Universitas Negeri Makassar, beberapa faktor mengapa penyebab hamil pranikah bisa terjadi.

  1. Kegagalan keluarga

Kegagalan fungsi keluarga dalam memainkan peranya sebagai tempat awal kehidupan remaja. Remaja yang melakukan penyimpangan kebanyakan berasal dari lingkungan keluarga yang kurang memperoleh perhatian dan kasih sayang dari orang tua, bisa jadi kedua orang tuanya sibuk bekerja, kedua orang tua yang sering cekcok dan tidak harmonis. Kesibukan bekerja ini pada akhirnya membyat orang tua sering lupa untuk berinteraksi dengan anaknya dan membuat komunikasi dengan anak sangat kurang. Sehingga anak mudah terjerumus ke dalam pergaulan bebas yang menyebabkan remaja hamil diluar nikah.

  1. Pergaulan bebas

Pergaulan di kalangan remaja terutama di usia sekolah saat ini sangat mengkhawatirkan oleh karena itu perlu mendapatkan perhatian dan pengawasan dari berbagai pihak terutama kedua orang tua. Pengawasan dan bimbingan perlu diberikan kepada anak supaya tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas yang berdampak pada perilaku seks bebas remaja. Pergaulan bebas dilihat dari cara berpacaran remaja. Saat ini gaya pacarana remaja sudah banyak berubah dan cenderung lebih berani. Banyak pasangan remaja yang menunjukkan kemesraan di tempat umum. Selain itu di akun pribadi media sosial mereka banyak ditemukan foto yang menunjukkan kedekatan mereka seperti sepasang suami-istri.

  1. Perkembangan teknologi

Penggunaan smartphoneyang tidak dikontrol dengan baik, membuat alay canggih ini sering disalahgunakan oleh remaja untuk hal-hal yang negatif seperti menyimpan foto-foto ataupun video porno dan juga digunakan sebagai alat yang memperlancar komunikasi dengan lawan jenis untuk hal-hal yang kurang bermanfaat seperti melakukan fitur video call dengan menggunakan pakaian yang inum sehingga menimbulkan dorongan seks pada remaja.

Alasan pernikahan dini terjadi bukan hanya karena kelalaian atau kebablasan saja, namun sepertinya pernikahan dini sudah menjadi tren. Banyak influencer yang mengagung-agungkan indahnya nikah di usia muda, selain itu beberapa akun media sosial juga mengkampanyekan gerakan nikah muda demi menghindari zina. Salah satunya adalah akun “Indonesia Tanpa Pacaran”. Menurut saya pribadi, memang tidak salah jika sebagian orang menyuarakan pendapatnya tentang menghindari pacarana agar terhindar dari godaan zina, namun yang membuat saya kurang setuju adalah ketika menormalisasi pernikahan di usia dini hanya karena alasanya menghindari zina. Padahal menikah bukan satu-satunya cara agar terhindar dari zina, banyak hal-hal bermanfaat lainnya yang bisa dilakukan, seperti mengasah diri, memperbaiki diri agar menjadi peribadi yang lebih baik, atau melakukan hobi baru untuk menyibukan diri.

Jika melihat data milik UNICEF yang diterbitkan oleh BPS dan UNICEF, pada tahun 2018, 1 dari 9 anak perempuan menikah di Indonesia. Perempuan yang menikah sebelum berumur 18 tahun di tahun 2018 diperkirakan mencapai sekitar 1.220.900 dan angka ini menempatkan Indonesia pada 10 negara dengan angka absolut perkawinan anak tertinggi di dunia. Disini pemerintah pun tidak hanya diam saja, pemerintah pusat membuat beberapa kebiajakan untuk menekan angka pernikahan anak di bawah umur, diantaranya perubahan usia minimum menikah untuk anak perempuan dan kampanye nasional. Selain itu Lembaga-lembaga mitra kerja pemerintah juga mengembangkan beberapa program, seperti kampanye nasional stop perkawinan anak, membangun kota layak anak, dan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

Namun kebijakan pemerintah akan sia-sia jika tidak didukung oleh masyarakat. Dalam tingkat pertama yaitu keluarga, harus sadar akan hal-hal yang akan berdampak pada buah hatinya. Pernikahan dini bukanlah solusi, apalagi jalan keluar jika mengalami kesulitan dalam segi ekonomi. Karena dalam sebuah pernikahan banyak aspek yang perlu diperhatikan, seperti kesiapan mental dan kesiapan finansial. Apabila tidak terpenuhi dengan baik, maka akan sangat berpengaruh terhadap pernikahan tersebut, dan bisa saja terancam gagal dalam pernikahan.

You may also like

Leave a Comment