OPINI : Kuliah Seadanya atau Gap Year?

by Anisa Mahiswari

SiswaIndonesia.com, Malang Menentukan jurusan kuliah memang perlu dipikirkan secara matang sebelum kamu mengambilnya. Pemilihan jurusan harus disesuaikan dengan minta dan juga bakatmu, apabila tidak sesuai tentu akan mengurangi minat belajar kan? Hal ini tentu menjadi persoalan yang cukup rumit terutama untuk kamu yang sudah  lulus dari bangku sekolah menengah atas.

Mungkin kamu sudah kenyang atau bahkan mungkin sudah muak dengan nasihat, motivasi atau kata-kata mutiara. Ditambah dengan tren alternatif belajar pada masa gap year atau cuti kuliah. Lalu sebenarnya lebih baik gap year atau kuliah seadanya sih? Nah, siswaindonesia akan mengulas persoalan ini. mari disimak!

Sebelum membahas lebih jauh aku mau membahasa tentang apa itu gap year. Menurut akupintar.id Gap Year adalah periode waktu yang biasanya terkait dengan kalender akademik, dimana seorang siswa mengambil masa jeda untuk tidak melanjutkan pendidikan formal. Fenomena gap year di Amerika muncul di tahun1980-an, dimana saat itu banyak sekali remaja yang baru lulus SMA mengalami burn out (kejenuhan) dan memutuskan untuk mengambil jeda dalam melanjutkan kuliah. Gap year dapat dilakukan saat pergantian jenjang pendidikan saat akhir masa SMA menuju kuliah, di sela-sela tahun perkuliahan, maupun saat usai kuliah dan akan memasuki dunia kerja.

Di Indonesia sendiri fenomena gap year ini masih kurang popular bagi lulusan SMA/SMK/MA. Banyak yang menghidari untuk menunda kuliah setahun dan memaksakan diri harus kuliah. Hal ini disebabkan masih banyaknya stigma yang diberikan oleh masyarakat bahwa mereka yang memilih gap year adalah orang-orang yang gagal masuk perguruan tinggi negeri. Beberapa orang tua juga memiliki anggapan bahwa yang terbaik adalah yang tercepat, termasuk dalam pencapaian akademik. Padahal sebenarnya ada banyak cara agar anak dapat melakukan dan mencapai yang terbaik sesuai versi mereka.

Padahal sebenarnya dengan mengambil keputusan gap year akan banyak manfaat yang dapat dicapai seperti persiapan yang lebih baik untuk mencapai jenjang pendidikan yang lebih tinggi, kedewasaan yang lebih berkembang serta potensi-potensi yang dapat lebih terasah. Aku salut banget apabila kamu berani mengambil keputusan gap year setahun sebelum melanjutkan studi. Gap year memang bukan keputusan yang bisa dipilih oleh sembarang siswa karena kamu harus benar-benar memahami tujuan mengapa kamu memutuskan untu memilih gap year, dan tentunya kamu juga harus berani mengambil resiko dari keputusan tersebut.

Kalo menurut aku pribadi, ketika jurusan yang kamu ambil tidak sesuai dengan minat dan juga bakatmu lebih baik menunda atau melakukan gap year terlebih dahulu. Apabila kamu memaksakan untuk asal mengambil jurusan malah membuat minat belarmu turn. Tentu hal ini cukup membawa kerugian untuk kamu dan juga orang tuamu. Sebenarnya mengambil keputusan untuk gap year tidak salah kok. Selama “cuti” kamu bisa melakukan banyak kegiatan postif dan juga mengembangkan dirimu sebelum masuk di dunia perkuliahan.

Dari kejadian yang aku alami, banyak sekali teman-teman yang memaksa masuk jurusan yang tidak sesuai dengan bakat mereka malah berhenti di tengah jalan. Mereka juga jarang masuk kuliah dan juga menjadi malas untuk mengikuti pembelajaran. Tentu hal ini merugikan kamu dan orang tuamukan?

Motivasi seseorang untuk kuliah adalah untuk mendapat penghidupan yang layak dengan pekerjaan yang ia dapat setelah selesai kuliah. Namun jika kamu tidak berminat pada bidang tersebut lebih baik menunggu daripada harus menyesal ditengah jalan. Jika seseorang dipaksakan dengan pilihan untuk tetap kuliah tetapi dengan memilih jurusan kuliah yang asal, maka seseorang dikhawatirkan hanya akan mendapatkan dampak negatif dari keputusan asal kuliah tersebut.

Mengapa demikian, perencanaan kuliah termasuk juga ketika memilih jurusan yang ingin diambil. Hal itu pun disesuaikan dengan kemampuan akademik seorang siswa. Apabila seseorang ditempatkan bukan pada tempatnya, ia hanya akan menimbulkan berbagai masalah bahkan masalah serius yang mengancam masa depannya. Itulah mengapa tren menunda kuliah dalam beberapa waktu tertentu diambil demi tidak terjerumus ke dalam ketidakpastian. Seseorang pasti memiliki alasan tertentu memilih cuti kuliah atau gap year, salah satunya adalah tidak ingin kuliah dengan jurusan asal.

Melansir dari zenius.net Banyak penelitian yang menunjukkan dampak positif terhadap mahasiswa yang mengambil gap year. Di Australia dan Inggris, para peneliti menemukan bahwa mengambil gap year memiliki dampak positif yang signifikan terhadap prestasi akademis siswa di perguruan tinggi (Birch dan Miller 2007; Crawford dan Cribb 2012).

Di Inggris dan di Amerika Serikat, anak yang telah mengambil gap year lebih mungkin untuk lulus dengan nilai rata-rata yang lebih tinggi daripada yang langsung melanjutkan ke perguruan tinggi (Crawford and Cribb 2012, Clagett 2013).

Beberapa universitas top dunia seperti Harvard, Princeton, Tufts, dan New York University  merekomendasikan atau memberikan pilihan bagi mahasiswa barunya untuk menunda kuliah setahun.

BahkanHarvard University telah merekomendasikan opsi ini selama lebih dari empat dekade. Kenapa? Soalnya siswa yang telah mengambil gap year mengaku mendapatkan pengalaman yang sangat berharga ketika gap year sehingga mereka menyarankan semua siswa Harvard untuk mempertimbangkan untuk mengambil gap year juga.

Adapun manfaat dari gap year menurut wirahadie.com :

  1. Persiapan Masuk Perguruan Tinggi

Bagi calon mahasiswa yang ingin masuk ke perguruan tinggi favorit, masa gap year dapat dimanfaatkan sebagai waktu melakukan persiapan untuk ujian masuk universitas favorit. Hal ini dapat dilakukan dengan mengikuti bimbingan belajar pendalaman materi ujian seleksi masuk perguruan tinggi.

  1. Banyak Waktu Belajar

Belajar karena inisiatif akan sangat membantu ketika seseorang tengah melakukan aktifitas dalam masa gap year. Belajar dalam masa gap year dapat dilaksanakan seperti misalnya dengan mengikuti bimbingan belajar. ketika mengikuti bimbingan belajar kita dapat mempelajari materi materi untuk ujian masuk universitas atau perguruan tinggi favorit. Hal ini tentu memudahkan kita untuk dapat menjawab soal-soal ujian nantinya.

  1. Ajang Mengembangkan Minat dan Bakat

Masa gap year dapat digunakan sebagai ajang untuk mengembangkan potensi diri seperti bakat, minat atau hobi yang Kamu miliki. Semua itu dapat dilakukan secara rutin pada masa gap year yang sebelumnya tertunda pada masa sekolah.

Nah, bagaimana soba tapa sudah mendapat pencerahan? Semua pilihan yang kamu ambil tentu harus dipikirkan secara matang ya. jangan sampai kamu salah langkah, seteleh mengambil keputusan itu tentu hal tersebut adalah pilihan yang terbaik untuk kamu. Memutuskan untuk kuliah tidak serta merta hanya karena keharusan dan kewajiban menimba ilmu. Akan tetapi, kuliah adalah pijakan terakhir bagi seseorang untuk dapat memperoleh kehidupan lebih baik dan juga pekerjaan yang layak.

You may also like

Leave a Comment