Mitos dan Fakta Perguruan Tinggi Kedinasan

by Anisa Mahiswari

SiswaIndonesia.com, Malang – Sistem pendidikan perguruan tinggi di Indonesia dibagi menjadi tiga macam. Ada perguruan tinggi Negeri (PTN), perguruan tinggi swasta (PTS) dan  perguruan tinggi kedinasan (PTK). Setelah siswa menyelesaikan sekolah menengah atas atau SMA, banyak siswa yang mulai mengincar perguruan tinggi kedinasan untuk melanjutkan studi nya disbanding melanjutkan ke perguruan tinggi swasta atau perguruan tinggi negeri. Hal ini dikarenakan perguruan tinggi kedinasan berada dibawah naungan lembaga pemerintahan tertentu, yang dimana perguruan tinggi kedinasan ini memberikan prospek kerja yang lebih bagus dan sudah pasti untuk di masa kedepannya dan membuat sekolah kedinasan menjadi pilihan favorit bagi para pelajar atau siswa.

Apa sih sekolah kedinasan itu? Mengutip dari jurnal penelitian yang ditulis oleh Rossi Peter Simanjuntak dan Susi Diriyanti Novalina, sekolah tinggi kedinasan ialah sekolah yang identiknya dengan sekolah ber asrama yang merupakan tipe sekolah yang memiliki tuntutan lebih tinggi dalam hal pengembangan dan pemangunan karakter, pengembangan kepribadian, dan penanaman nilai-nilai kehidupan bila dibandingkan dengan sekolah reguler.

Perguruan tinggi kedinasan menjamin setiap siswanya dengan ikatan dinas dan dapat diangkat langsung menjadi aparatur sipil Negara atau ASN. Disamping itu perbedaan biaya yang harus kita keluarkan di perguruan tinggi kedinasan sangat berbeda dengan kita kuliah di perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta. kita tidak perlu untuk mengeluarkan biaya kuliah seperti di perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang dimana biaya menjadi tanggung jawab setiap siswanya. Bahkan terkadang ada beberapa sekolah kedinasan yang memberikan uang saku kepada peserta didiknya.

Nah, untuk kamu yang memiliki impian bersekolah di Perguruan Tinggi Kedinasan pasti pernah mendengar mitos dan slentingan-slentingan mengenai Perguruan Tinggi Kedinasan. Jadi benarkah rumor tersebut? Atau seratus persen hanya kabar miring saja? Yuk simak penjelasan dibawah :

  • Mitos pertama “Masuknya susah banget, harus kenal ‘orang dalam’”

Banyak sekali orang yang berkata demikian, bahkan kabarnya masuk di Perguruan Tinggi Kedinasan lebih susah daripada masuk PTN atau PTS. Ada serangkaian tes yang diberikan ketika kamu mendaftar Perguruan Tinggi Kedinasan diantaranya tes akademik, tes fisik sampai tes kesehatan.

Faktanya, tes Perguruan Tinggi Kedinasan memang memiliki banyak tahapan dan ketat, tetapi keterlibatan ‘orang dalam’  untuk meloloskan peserta didik itu tidak benar ya gaes! Penilaian di dasari pada kemampuan calon peserta didik, kemampuan yang cukup menjadi nilai penting dalam kualifikasi penilaian diterima atau tidaknya anak tersebut.

  • Mitos kedua Sering terjadi kekerasan di Perguruan Tinggi Kedinasan

Memang pendidikan di Perguruan Tinggi Kedinasan sangatlah disiplin. Kerap kali kita melihat di media mainstream berita mengenai kekerasan dan bullying di Perguruan Tinggi Kedinasan tertentu. Sedikit banyak hal ini yang membuat beberapa orang menciut untuk mendaftar di Perguruan Tinggi Kedinasan.

Faktanya, pada beberapa Perguruan Tinggi Kedinasan berbasis militer dan semi-militer seperti Akademi Kepolisian, Akademi Militer dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) memang menerapkan kurikulum yang menekan pada kedisiplinan dan pembentukan karakter serta fisik yang harus tahan banting. Hal ini diterpakan karena nantinya setelah mereka lulus akan menjadi aparat yang membela Negara dan melindungi warga sipil dari kejahatan, sehingga pembentukan karakter dan fisik harus dilakukan.

Tidak semua Perguruan Tinggi Kedinasan menerapkan system pendidikan berbasis militer dan semi-militer. Sekolah kedinasan seperti Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik menerapkan sistem pembelajaran dan perkuliahan seperti mahasiswa pada umumnya.

  • Mitos Ketiga Peratutan sekolah kedinasan sangat ketat

Tidak seperti perguruan tinggi lain Perguruan Tinggi Kedinasan  memang memiliki peraturan yang lebih ketat untuk mahasiswanya. Contohnya seperti penggunaan baju, apabila di perguruan tinggi bisa memakai baju bebas tidak halnya dengan Perguruan Tinggi Kedinasan yang harus memakai seragam.

Faktanya, setiap peraturan yang dibuat dan diberlakukan pasti memiliki alasan. Peraturan yang lebih ketat dibuat karena mereka terikat dengan instansi yang membawahi kampusnya dan pemerintah yang membiyai kuliahnya. Jadi perturan yang dibuat tidak bida dilakukan semaunya saja. Hal ini bukan berarti mahasiswa dikekang, mereka masih bisa seperti mahasiswa pada umumnya hanya lebih ketat dalam hal kedisiplinan

 

  • Mitos Keempat Lulusan Perguruan Tinggi Kedinasan gampang dapat kerja

Salah satu daya tarik seseorang memilih untuk melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Kedinasan adalah karena prospek kerjanya. Memang benar jika lulusan Perguruan Tinggi Kedinasan akan langsung mendapat ikatan dinas dari pemerintah setelah lulus. Salah satu tujuan didirikannya sekolah kedinasan adalah karena pemerintah ingin mencetak Aparatur Sipil Negara yang berkompeten dan bisa langsung mengabdi setelah mereka menempuh pendidikan. Maka dari itu jika kamu berhasil masuk ke Perguruan Tinggi Kedinasan baik hard skill maupun soft skill akan tempa terus. Hal ini dilakukan supaya kamu menjadi lulusan terbaik dan siap masuk industru yang nanti dibutuhhkan.

Di Indonesia sendiri ada beberapa sekolah kedinasan yang menjadi favorit, berikut sekolah kedinasan favorit, berikut diantaranya :

  1. STIN (Badan Intelijen Negara)
  2. IPDN (Kementerian Dalam Negeri)
  3. PKN STAN (Kementerian Keuangan)
  4. Poltekim (Kementerian Hukum dan HAM)
  5. Poltekip (Kementerian Hukum dan HAM)
  6. Polstat STIS (Badan Pusat Statistik)
  7. STTD (Kementerian Perhubungan)
  8. STSN (Badan Siber dan Sandi Negara)
  9. STMKG (Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika)
  10. PPI (Politeknik Perkeretaapian Indonesia)

You may also like

Leave a Comment