Mengenal Blended Learning

by Anisa Mahiswari

SiswaIndonesia.com, Malang – Perkembangan teknologi informasi tentu membawa banyak perubahan dalam semua segi kehidupan, seperti pekerjaan, sosialisasi, bermain dan dalam dunia pendidikan. Kemampuan siswa untuk berpikir kritis, menghubungkan ilmu dengan dunia nyata, menguasai teknologi informasi, berkomunikasi dan berkolaborasi menjadi tuntutan penting yang harus dimiliki. Sehingga hal ini mengharuskan guru untuk membuat suatu pelajaran lebih bermakna dan menarik. Kegiatan belajar mengajar juga harus diperluas melampui batas-batas ruang kelas. Interkasi siswa dengan lingkungan sekitar harus diperbanyak dengan berbagai bentuk metodologi.

Seiring berjalannya waktu pada akhirnya model pembelajaran juga ikut berganti dan berkembang menjadi e-learning. Dengan diterapkannya sistem e-learning tentu membawa dampak yang cukup positif karena dapat membantu siapa saja untuk dapat belajar tanpa mengenal waku dan tempat. Namun untuk beberapa proses belajar mengajar masih dapat dilakukan secara tatap muka dikelas  untuk membahas pelajaran yang sudah dilakukan melalui internet. Hal tersebut juga biasa disebut dengan Blended Learning.

Pengertian dari Blended Learning menurut Driscol (2002) Blended learning merupakan pembelajaran yang mengkombinasikan atau menggabungkan berbagai teknologi berbasis web, untuk mencapai tujuan pendidikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Blended Learningmerupakan metode pembelajaran gambungan antara tatap muka, online, dan belajar mandiri.

Munculnya Blended Learning juga membawa banyak manfaat terhadapat proses kegiatan belajar mengajar karena Memberikan fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses pelajaran. Siswa tidak perlu mengadakan perjalanan menuju tempat pelajaran disampaikan, e-learning bisa dilakukan dari mana saja baik yang memiliki akses ke Internet ataupun tidak.

Diterapkannya metode pembelajaran Blended Learningtentu memiliki tujuan diantaranya agar dapat membantu siswa berkembang dalam proses belajar, menyediakan pembelajaran secara mandiri, bermanfaat, dan terus berkembang, Peningkatan penjadwalan fleksibilitas dan kelas tatap muka digunakan untuk melibatkan para siswa dalam pengalaman interaktif. Sedangkan kelas online memberikan siswa dengan konten multimedia pada setiap saat, dan di mana saja selama memiliki akses Internet.

Adapun interaksi yang terjadi didalam proses belajar mengajar Blended Learning, yaitu :

  • Interaksi antara guru dengan siswabegitu juga sebaliknya
  • Interaksi siswa dengan teknologi
  • Interaksi untuk membimbing dan mendukung pembelajaransiswa
  • Interaksi siswa dengan siswa

3 tahapan dasar metode pembelajaran Blended Learning :

  1. Seeking of information

Pencarian informasi dari berbagai sumber yang tersedia secara online maupun offline

  1. Acquisitionof information

Siswa menemukan dan memahami suatu gagasan, kemudian dikemukakan dengan berbagai sumber yang tersedia.

  1. Synthesizing of knowledge

Diskusi hasil analisis, memberi kesimpulan dari informasi yang diperoleh.

Agar metode pembelajaran Blended Learning dapat berjalan dengan baik, tentu memiliki kunci utama dalam penerapannya, yaitu :

  1. Live Event : Pembelajaran langsung
  2. Self-Paced Learning: Pembelajaran mandiri dapat belajar kapan saja,dimana saja secara online
  3. Collaboration: Kolaborasi antara guru dengan siswa
  4. Assessment: Guru harus mampu mengombinasi penilaianonline dan offline
  5. Performance Support Materials: Materi disiapkan dalam bentuk digital

3 model pengembangan metode pembelajaran Blended Learning, adalah:

  1. Model Web course : Penggunaan Internet untuk keperluan pendidikan, yang mana siswa dan guru sepenuhnya terpisah dan tidak diperlukan adanya tatap muka.
  2. Model Web centric course : Penggunaan Internet yang memadukan antara belajar jarak jauh dan tatap muka (konvensional)
  3. Model web enhanced course : Pemanfaatan Internet untuk menunjang peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan di kelas.

Metode pembelajaran Blended Learning juga memiliki beberapa jenis yang bisa diterapkan loh, diantaranya sebagai berikut :

  1. Station Rotation Blended Learning: Menggabungkan ketiga stasiun atau spot dalam satu jam tatap muka dibagi menjadi tiga.
  2. Lab Rotation Blended Learning: Siswa mempunyai kesempatan untuk mempelajari materi melalui jadwal yang telah ditetapkan namun dilakukan menggunakan laboratorium komputer khusus yang memungkinkan dilakukan pengaturan jadwal yang fleksibel.
  3. Remote Blended Learning atau Enriched Virtual:Pembelajaran online dilakukan secara tatap muka dengan guru hanya sesekali sesuai kebutuhan.
  4. Flex Blended Learning: Pembelajaran siswa masih didukung oleh aktivitas pembelajaran offline.
  5. The ‘Flipped Classroom’ Blended Learning: Pembelajaran siswa dilakukan secara online di luar kelas atau di rumah dengan konten-konten yang sudah disediakan sebelumnya.
  6. Individual Rotation Blended Learning: Siswa melihat materi sesuai jadwal yang ditetapkan oleh guru atau oleh algoritma perangkat lunak.

You may also like

Leave a Comment