Memaknai Arti Penting PRAMUKA untuk Bangsa

by admin

Para siswa saat mengikuti Orientasi Pendidikan Kepramukaan (SIDIKA (Alvin/siswaindonesia)

SiswaIndonesia.id, Malang – Menurut M. Faruq Ubaidillah, S.Pd, pendidikan dan karakter adalah satu-nyawa yang tak dapat dipisahkan, karena pendidikan membentuk karakter sedang karakter memperkuat pendidikan. Evaluasi dilakukan dalam kurikulum Indonesia. KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) dievaluasi menjadi Kurikulum 2013 yang berbasis karakter. Untuk menuju keberhasilan dalam penerapan Kurikulum 2013 ini, dibutuhkanlah sebuah organisasi yang juga siap.

Ditemui oleh tim siswaindonesia dalam kegiatan perkemahan Sabtu-Minggu SMAN 10 Malang, Robby selaku pembina juga menejelaskan, “dari kurikulum sebelumnya, (masalahnya) itu adalah pendidikan karakter. Yang mana harapannya itu adalah mencetak anak-anak yang mempunyai karakter. Pemuda-pemuda yang mempunyai karakter. Makanya sekarang dimasukkan pendidikan karakter. Organisasi apa yang paling siap? YO PRAMUKA.”

Praja Muda Karana atau yang akrabnya kita kenal dengan sebutan Pramuka ini menurut Robby adalah sebuah organisasi yang tepat untuk membentuk karakter dari siswa, adanya dasar kepemimpinan, kerja sama, keberanian, dan solidaritas membuat pramuka dijadikan sebagai salah satu bagian dari kurikulum 2013.

“Ada Dasa Dharma pertama tentang Ketuhanan Yang Maha Esa, menanamkan cinta kepada bangsa. Ada humanity, relationship, behavior juga ada. Jadi tepatlah akhirnya pramuka dijadikan salah satu bagian dari kurikulum 2013,”tambahnya.

Sebagai Pembina yang sudah cukup lama berkecimpung dalam dunia ke Pramukaan, Robby juga menjelaskan jika secara internasional, Indonesia sebenarnya memiliki anggota pramuka paling banyak. Negara lain seperti Amerika atau Inggris, pramuka adalah NGO (Non-Governmental Organization) yang mandiri. Tetapi di Indonesia, Pramuka malah dijadikan rolemodel dalam dunia Pendidikan.

Pemilik nama lengkap Robby Alexsander ini juga memberikan beberapa fun-fact terkait kepramukaan atau kepanduan dengan foundingfather kita. Jadi, teman-teman, foundingfather kita itu tidak lepas dari kepanduan. Seperti yang dicontohkan oleh Robby tentang lagu Indonesia Raya, “’Jadi pandu ibuku’ kenapa Pandu? Bukan KNPI Ibuku, atau tentara ibuku?” tanyanya.

Ternyata, sadar atau tidak, kata pandu ternyata tidak hanya muncul sekali dalam lagu Indonesia Raya. Lagu Indonesia Raya 3 stanza, kata pandu muncul sebanyak dua kali. Pada stanza pertama yang sangat kita hapal kutipan liriknya:

“Disanalah aku berdiri,

Jadi pandu ibuku”

Dan pada stanza ketiga

“Slamatlah rakyatnya,

Slamatlah putranya,

Pulaunya, lautnya, semuanya,

Majulan negrinya,

Majulah pandunya,

Untuk Indonesia Raya”

Itulah mengapa kepanduan melekat dengan kurikulum di Indonesia. Meski memang banyak orang kepanduan yang tidak muncul di permukaan, namun hadir dibelakang foundingfather kita. Seperti sosok dibelakangnya Ir. Soekarno ada Husein Mutahar, Bapak Paskibraka  ini adalah seorang kepanduan yang juga merupakan pencipta lagu himne Syukur, Hari Merdeka, Dirgahayu Indonesia dan masih banyak lagi termasuk lagu anak-anak.

Berbicara tentang pramuka, tentunya kita juga berbicara tentang perkemahan. Menurut Robby, perkemahan yang memang harus diluar rumah dan berinterkasi dengan alam adalah cara bagaimana kita belajar. Apa yang membuat kita menjadi seperti sekarang ini itu tidak lepas dari alam.

“Alam adalah guru kita, kita berguru pada alam. Alam mengajarkan kita. Di perkemahan yang bersentuhan langsung dengan alam membentuk pribadi-pribadi yang mendapatkan ilmunya dari media learning by doing, dalam prinsip kepramukaan,” lanjut Robby.

“Kami hanya ingin menjadi bagian dari proses dalam kehidupan mereka, karena pada akhirnya biarlah tangan-tangan mereka yang bekerja, dan otak-otak mereka sendirilah yang menuntun mereka menjadi apa yang mereka mau,” harapnya. (nad)

Penulis           : Nada Nabila

Editor             : Risky Karina Putri

You may also like

Leave a Comment