Mayo, ‘Dua Sisi’ yang Seimbang

by admin

SiswaIndonesia.id, Malang – Dalam sebuah tulisan dari Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, masa SMA yang memiliki rentan usia 15-18 tahun bisa dikatakan merupakan masa peralihan seseorang dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa atau yang lebih sering kita kenal dengan istilah masa remaja. Masa remaja merupakan suatu tahap transisi menuju ke status yang lebih tinggi yaitu orang dewasa. Berdasarkan teori perkembangan, masa remaja adalah masa saat terjadinya perubahan-perubahan yang cepat, termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif, emosi, sosial dan pencapaian (Fagan, 2006).

Perasaan yang masih labil pada remaja dapat menimbulkan rasa ketergantungan terhadap orang lain karena rasa ketidakmampuan yang mereka miliki. Sifat ketergantungan yang diiringi dengan kebimbangan tersebut dapat membahayakan diri remaja itu sendiri. Saat mereka membutuhkan sesuatu untuk bergantung namun mereka sendiri masih mengalami kebimbangan dalam perasaannya, kemungkinan besar dapat membuat mereka terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif.

Jika melihat dari hal itu, berarti usia remaja merupakan usia yang labil dan berpotensi untuk terjerumus ke hal-hal negatif. Namun hal itu tidak terjadi pada remaja yang bernama lengkap Ilham Ramadhan Laksamana Nurcahyo, namanya mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga siswa-siswi SMA di Kota Malang, khususnya di SMAN 2 Malang. Bagaimana tidak, banyak prestasi yang ditorehkan oleh anak bungsu dari dua bersaudara ini, mulai dari akademik sampai yang non-akademik.

Ilham Ramadhan Laksama Nurcahyo, salah satu siswa berprestasi dari SMAN 2 Malang (Nisa/siswaindonesia)

Salah satu prestasi yang cukup fenomenal dari remaja yang akrab disapa Mayo ini adalah berhasil terpilih menjadi siswa favorit dalam event Jam Sekolah Ultramilk yang diselenggarakan oleh Susu Ultramik dan Inspira TV, sebuah statsiun televisi Nasional. Kala itu Mayo bersaing dengan empat kandidat lainnya yang juga berasal dari SMAN 2 Malang. Mayo mendapatkan voting tertinggi dengan perolehan like pada Instagram sebanyak 379 like mengalahkan empat kandidat lainnya.

“Jadi pertama dihubungin sama anak OSIS, saya lupa waktu itu OSIS yang kelas berapa, antara kelas X sama XI, dimintain biodata, prestasi selama di SMA dan SMP, terus baru dimasukin ke Instagram,baru di-voting, kebetulan anak-anak itu sudah dikasih tau kalo ada voting itu, sampai hari-H acara baru ditutup voting-nya dan diumumkan. Kebetulan saingannya ada tiga cewek, dua cowok,” ujar anak yang saat ini sedang duduk di XII IPS 1 SMAN 2 Malang.

Apresiasi yang didapat oleh Mayo pun beragam, mulai dari piala, uang pembinaan, alat tulis, tas, dan kaos. Dia pun juga tidak lupa untuk memberikan tips tentang bagaimana cara menyeimbangkan antara prestasi akademik dan non-akademik. Mayo mengatakan bahwa sebenarnya dia adalah anak yang moody, sehingga tidak tahu kapan untuk belajar ataupun membaca. Terkadang Mayo memilih untuk memulihkan mood-nya terlebih dahulu agar bisa konsen ketika membaca atau belajar nanti. Tidak lupa juga untuk beribadah, dan yang paling penting bagi Mayo adalah doa dari orang tua, terutama Ibu.

“Gimana ya, jujur aku pribadi juga kurang suka baca buku, belajar pun ngga yang serius banget gitu, jadi terkadang dibawa santai aja ngikutin mood. Jadi kalau lagi mood baca buku ya baca buku, kalo mood-nya main handphone atau nge-game ya nge-game. Karena aku juga mikirnya percuma kalo ngga mood baca tapi dipaksa, nanti malah bikin ngantuk dan ngga konsen, dan yang paling penting kalau aku sih ibadah dan doa orang tua terutama ibu, dua hal itu menurutku yang jadi kuncinya,” ungkap anak yang juga suka bernyanyi ini.

Inilah deretan prestasi akademin dan non-akademik Mayo selama sekolah:

  1. Ranking 3 paralel se-IPS
  2. Juara 3 Lomba Fashion Baju Adat
  3. Juara 1 Kejurprov Basket (Mewakili Malang)
  4. Juara 2 Lomba Basket di SMK 8
  5. Juara Umum, Juara 1, Best PBB COPASTA
  6. Juara 3 PASKIBRA di SMAN 4
  7. Juara 4 / Harapan 1 Lomba Basket se-Jawa Timur
  8. Lolos sampai 15 besar KU-16 Kota Malang
  9. Ranking 1 TRY OUT KOTA ke-1 se-Sekolah
  10. Ranking 1 TRY OUT KOTA ke-3 se-Sekolah
  11. Mendapat BRONZE MEDAL di FESPA UBAYA
  12. Siswa Ter-Favorit versi INSPIRA TV dan JAM SEKOLAH ULTRAMILK
  13. Mendapat GOLD MEDAL di UMCF
  14. Terpilih untuk peragaan Baju Adat di Balai Kota Malang
  15. Terpilih untuk peragaan Baju Daur Ulang di Alun Alun Kota Malang

Jika melihat sederet prestasi dari Mayo, seharunya semua anak remaja khususnya tingkat SMA mampu melakukan hal yang sama. Apalagi tips dari Mayo pun juga sangat sederhana dan pasti bisa untuk dilakukan anak seusianya. Memang usia remaja berpotensi untuk terjerumus ke dalam hal yang negatif, tapi hal itu bisa dihindarkan melalui aktivitas-aktivitas yang jauh lebih bermanfaat, dan menuntun kita untuk meraih prestasi. (dni)

 

Penulis                    : Ahmad Ridhani Denie Rahman

Editor                      : Nada Nabila

 

You may also like

Leave a Comment