Logical Fallacy Logika Pikir yang Menyesatkan

by Anisa Mahiswari

SiswaIndonesia.com, Malang – Pernah kamu mendengar istilah Logical Fallacy? Dari segi bahasa Fallacy berasal dari Bahasa Latin, fallacia yang memiliki arti deception, didalam Bahasa Indonesia berarti tipu muslihat. Menurut Jurnal Penelitian yang ditulis oleh Nur Ulfi Luthfiyah Logical Fallacy adalah kesalahan logika berpikir seseorang yang muncul karena penyampaian penalaran yang salah sehingga argument yang timbul juga salah atau bisa disebut bertele-tele.

Mungkin secara tidak sadar Logical Fallacy kerap terjadi di kehidupan sehari-hari termasuk didalam dunia pendidikan. Adakalanya guru dan murid atau murid dengan murid mengadakan diskusi, sehingga dari diskusi ini kamu akan mempertimbangkan jawaban yang tepat untuk diutarakan. Karena itulah sebagai pelajar kamu juga perlu memahami apa itu Logical Fallacy. Sebab dengan mengetahui dan memahami apa itu Logical Fallacy kamu bida mengidentifikasi apakah argumenmu mengandung unsur Logical Fallacy atau tidak, hal ini supaya kamu tidak terjebak kedalam tipu muslihat dan dapat mengambil keputusan yang tepat atas persoalan yang sedang kamu hadapi.

Di era teknologi saat ini fasilitas dan kemampuan media sangat berkembang pesat. Kemudahan dalam mengakses media dan mencari informasi membuat manusia dengan mudah menyalurkan pendapatnya. Sudah banyak wadah yang disediakan untuk menyalurkan opini, terkadang hal ini malah membuat permasalahn baru muncul. Contohnya saat ada kasus yang tengah viral, banyak sekali media yang memanfaatkan untuk kepentingan pribadi, pengalihan isu, ketenaran demi kekayaan semata. Sadar atau tidak sadar masyarakat yang melihat dan membaca kadang dengan mudah menelan, menyetujui dan ikut terjerumus kedalam berita yang sumbernya tidak jelas.

Tanpa disadari dampak dari Logical Fallacy dapat menghambat masyarakat untuk mengetahui sebuah kebenaran. Rendahnya berpikir kritis dapat menjebak masyarakat dalam mengetahui kebenaran. Hal ini juga dapat menjadi tempat manipulasi orang-orang yang sudah ahli dalam bidangnya, sehingga orang lain yang melihat akan sangat meyakinkan. Bahayanya hal ini dapat mencuci otak atau mendoktrin masyarakat padahal informasi yang didapat sebetulnya menyimpang. Dibodohi menjadi salah satu kata yang tepat terhadap dampak dari seseorang yang belum paham dari Logical Fallacy.

Adapun macam-macam Logical Fallacy menurut ziliun.com :

  1. Ad Hominem

Bukan menjawab pernyataan yang disampaikan, argument ini malah menyerang balik si lawan bicara yang mengutarakan pendapat.

  1. Ad Populum atau Appeal to Popularity

Membenarkan sebuah pendapat hanya karena banyak orang yang membenarkan penyataan tersebut.

      3. Hasty Generalization atau Overgeneralization

Menarik sebuah kesimpulan hanya dilihat dari menilai kejadin tertentu dalam skala kecil, tanpa mempertimbangkan aspek lain dan fakta – fakta yang sesungguhnya.

        4. Slippery Slope

Mengasumsikan sebuah kejadian kecil akan menghadirkan berbagai macam konsekuensi yang signifikan. Padahal faktanya tidak relevan dan berkaitan sehingga hal ini malah kesannya terlihat mengada-ada.

  1. Strawman

Pendapat yang bermaksud untuk menyerang orang lain agar argumentnya terdengar lebih masuk akal. Sehingga biasanya mampu mengubah sudut pandang dari lawan bicara menjadi sudut pandang baru. Bisa dikatakan hal ini memelintir omongan orang lain menjadi seolah anggapan yang menyerang.

You may also like

Leave a Comment