Learning Management System, Sistem Pembelajaran di Era Pandemi

by Anisa Mahiswari

SiswaIndonesia.com, Malang – Sejak munculnya wabah covid-19 banyak sekali perubahan yang terjadi di berbagai sektor, salah satu sektor yang cukup terkena dampak besar adalah sektor pendidikan. Perubahan pola belajar mengajar pada akhirnya harus ikut berubah, dari yang semula berlangsung di sekolah dengan pembelajaran tatap muka kini beralih menjadi pembelajaran secara online.

Seiring dengan perkembangan zaman, kini sektor pendidikan juga mulai berbenah. Memantaskan dan menerima segala perubahan yang terjadi di kegiatan belajar mengajar. Di Indonesia, sejak Maret 2020, dengan ditetapkannya pademi covid-19, kegiatan belajar mengajar berubah secara cepat. Pembaharuan sistem pembelajaran juga ikut berubah dan muncul istilah  Learning Management System (LMS).

Dengan adanya perubahan ini Learning Management System (LMS) merupakan hal yang wajib dipelajari oleh guru. Sehingga informasi mengenai LMS menjadi suatu hal yang penting untuk dikuasai bagi para pendidik. Istilah LMS sendiri pasti kerap didengar oleh bapak dan ibu guru akhir-akhir ini kan? Terutama sejak adanya perubahan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat pandemi covid-19.

Dilansir dari quipper.com Learning Management System adalah aplikasi software yang digunakan untuk kegiatan dalam jaringan atau online yang mencakup pengelolaan materi pembelajaran dan implementasi kegiatan belajar. LMS ini merupakan sebuah tata kelola yang dikembangkan untuk memungkinkan kolaborasi di antara siswa dan guru. Adanya LMS ini tidak hanya memudahkan guru dan siswa untuk melakukan kegiatan belajar mengajar. Lebih dari itu, LMS ini memudahkan untuk melakukan pengadministrasian data.

Munir (2009:285)dalam bukunya yang berjudul pembelajaran jarak jauh berbasis TIK berpendapat bahwa Learning management system ini berisi materi-materi dalam kompetensi pedagogik dan profesional, yang dibuat dengan kemasan multimedia (teks, animasi, video, sound, FX). Diberikan sebagai supplement dan enrichment bagi pengembangan kompetensi pembelajar. Dalam learning management system perlu dilakukan inovasi-inovasi.

Ruang lingkup program inovasi yang akan dikembangkan diantaranya:

  1. Pembuatan model multimedia untuk LMS dalam proses pembelajaran interaktif.
  2. Pembuatan modul-modul cetak (printed material) untuk pembelajaran secara mandiri dan terbuka.
  3. Pembuatan model pembelajaran interaktif berupa modul-modul interaktif untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Model yang dikembangkan mengacu pada model pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi, secara spesifik mengarah pada model e-learning serta learning management system. Dengan demikian teori yang akan dikembangkan yaitu teori tentang virtual learning.

Inovasi yang dikembangkan mencakup inovasi dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi, khususnya yang berbasis virtual melalui web online learning dan pembelajaran yang terpisah (stand alone) yang tidak berhubungan dengan koneksi internet. Web yang dikembangkan dibuat secara dinamis (dinamic e-learning) yang bersifat learning management system (LMS).

Adapun manfaat dari penggunaan learning management system (LMS), yaitu :

  1. Penjelasan materi secara virtual

Karena learning management system (LMS) merupakan pembelajaran yang bersifat online, maka para pendidik dapat menyampaikan materi melalui virtual. Sama halnya dengan merekam dengan video, untuk pembelajaran LMS pendidik bisa menggunakan aplikasi secara langsung (live). Dengan adanya fitur ini tentu diharapkan sedikit banyak dapat menggantikan kegiatan menjelaskan materi didalam kelas.

  1. Materi pembelajaran hadir dalam berbagai format

Pendidik dapat memberikan berbagai macam referensi mengenai materi ajar yang akan diberikan kepada siswa. Bapak/Ibu guru dapat mengunggah bahan ajar dengan berbagai macam format, bisa berupa gambar, suara, animasi, video atau teks. Bahkan, Bapak/Ibu Guru bisa menyertakan tautan (link) untuk dipelajari siswa. Hal ini diharapkan agar pembelajaran lebih mudah dipahami dan tidak membosankan.

  1. Kemudahan dalam pemberian tugas

Memberikan tugas kepada siswa mungkin banyak dilakukan Bapak/Ibu guru dengan menghubungi siswa melalui grup chat. Dengan menggunakan pembelajaran LMS pemberian tugas menjadi lebih mudah dan sistematis. Bapak/ibu guru juga bisa memilih ingin memberikan tugas dalam bentuk essay atau pilihan ganda

  1. Menganalisis perkembangan belajar siswa

Tidak perlu khawatir apabila menggunakan sistem LMS ini, karena Bapak/Ibu guru dapat dengan mudah menghimpun dan menganalisis data hasil belajar siswa, baik pengetahuan tiap siswa, performa tugas keseluruhan, hingga sikap dari tiap siswa bisa diketahui saat menggunakan fitur pembelajaran LMS, dengan menggunakan sistem ini pekerjaan juga menjadi lebih cepat.

  1. Sebagai ruang diskusi

Salah satu fitur yang hadir di pembelajaran LMS adalah ruang diskusi, melalui fitur ruang diskusi, Bapak/Ibu guru dapat melakukan sesi diskusi yang lebih mendalam mengenai materi pembelajaran yang diberikan kepada siswa. Hadirnya ruang diskusi ini juga membantu komunikasi antara guru dan juga siswa.

 

You may also like

Leave a Comment