Kurikulum harus berkembang Sesuai Jaman

by admin

(ilustrasi oleh anisa/siswaindonesia)

SiswaIndonesia.id, Malang – Kurikulum 2013 mengundang prokontra saat baru di tetapkan. Kurikulum yang lebih menekankan pada pendidikan karakter ini menerima banyak kritikan dalam penerapannya. Tidak seperti KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang dalam pengajaran sangat bergantung pada guru, K13 (Kurikulum 2013) berpusat pada murid sehingga guru hanya tinggal mengarahkan.

Berbicara tentang prokontra pada kurikulum baru, sebenarnya Indonesia sudah mengalami 11 kali pergantian kurikulum. Dari Rencana Pelajaran 19 hingga Kurikulum 2013. Pergantian kurikulum di Indonesia dianggap perlu untuk mengikuti perkembangan jaman para generasinya. Namun, apakah pergantian kurikulum memang dibutuhkan?.

Wahyudin Budiutomo selaku guru Sekolah Menengah Kejuruan Negri (SMKN), menyutujui jika kurikulum memang harus selalu berubah, karena jaman yang juga selalu berubah.

“Tidak mungkin saya yang sudah berumur 51 tahun ini menerapkan kurikulum yang kemarin saat saya dapatkan. Kurikulum harus berubah sesuai dengan jamannya,” ujarnya.

Bapak tiga anak ini juga menegaskan bahwa dirinya sangat mendukung perubahan kurikulum, namun beliau juga menekankan jika perubahan yang ia maksud adalah perubahan sesuai jamannya, bukan sesuai perubahan menteri.

“Bukan setiap ada perubahan menteri harus ganti kurikulum, tapi setiap jamannya yang berubah.” tambahnya.

Menurutnya, pemerintah harus benar-benar jeli dalam memberikan perubahan kurikulum ini.

“10 tahun yang lalu, pembelajaran tidak boleh menggunakan hp. Tapi sekarang jika tidak mengikuti perubahan, dengan tanpa hp maka ketinggalan jaman, informasi akan sulit di dapatkan, pembelajaran juga tidak akan berkembang,” pungkasnya.

Permasalahan awal dari K13 sendiri adalah kurangnya persiapan guru terhadap konsep kurikulum baru ini. Kurangnya kemampuan sumber daya manusia dalam hal pendidikan dan fasilitas yang memumpuni untuk menunjang keberhasilan konsep kurikulum 13.

Pergantian kurikulum sesuai dengan jamannya dirasa memang perlu, namun pemerintah juga harus memperhatikan jika seharusnya memberikan informasi terkait dengan konsep kurikulum baru harus diberikan jauh sebelum kurikulum baru tersebut di sahkan, agar sumber daya manusia lebih di siapkan sehingga kurikulum baru bisa lebih baik, dan dapat terrealisakan dengan benar. (nad)

Penulis           : Nada Nabila

Editor              : Risky Karina Putri

You may also like

Leave a Comment