Kualitas Tidur Berpengaruh pada Prestasi Belajar

by Siti Nurul Hikmah

SiswaIndonesia.com, Malang – Tahukah kamu untuk bisa mencapai cita-cita diperlukan good habits, salah satu contoh sederhananya adalah dengan membiasakan bangun di pagi hari. Kok bisa? Iya karena ketika kamu bangun di pagi hari, kamu dapat mengawali hari dengan energi positif dan kebiasaan baik, maka sepanjang hari kamu akan lebih produktif. Meski terdengar sepele, namun kebiasaan bangun pada pagi hari cukup sulit dilakukan, terlebih lagi ketika kamu tidur terlalu larut malam, atau bahkan sering begadang. Maka sudah dipastikan, kamu bangun ketika matahari sudah terik.

Tokoh-tokoh hebat seperti Steve Jobs contohnya, ia selalu mengawali paginya dengan positive self talk, guna membangkitkan semangatnya. Lain hal dengan pendiri Microsoft yaitu Bill Gates, yang mengawali paginya dengan berolah raga sambil mengolah pikirannya dengan mendengarkan audio atau video kuliah.

“Ah orang-orang hebat seperti mereka juga tanpa bangun pagi juga sudah sukses, karena pada dasarnya memang pintar”. Loh jangan salah, justru dengan membiasakan kebiasaan baik ini, bisa mempengaruhi nilai akdemik kita loh. Mengutip dari Jurnal Penelitian milik Fenny dan Supriatmo, kualitas tidur bisa berdampak prestasi belajar. Penelitian menunjukkan seseorang dengan siklus tidur hingga bangun yang tidak teratur disertai dengan jam tidur yang kurang menunjukan nilai akademik lebih rendah, dibandingkan dengan anak-anak yang memiliki siklus tidur dan bangun yang baik, disertai dengan jam tidur yang cukup, mereka memiliki nilai yang lebih baik.

Mengapa bisa kualitas tidur seseroang dapat berhubungan dengan prestasi belajar? Alasanya karena kualitas tidur sangat berperan penting dalam mengkonsolidasi memori pembelajaran. Oleh karenanya, jika kualitas tidur baik, maka konsolidasi memori yang terjadi saat tidur juga akan lebih maksimal sehingga akan mendapatkan prestasi belajar yang lebih baik. Selain kualitas tidur, kuantitas tidur juga cukup berpengaruh. Dalam penelitiannya, seseorang yang dengan kuantitas tidur yang kurang (kekurangan jam tidur) akan merasa mengantuk di siang hari, hal ini tentu berpengaruh pada produktifitas sehari-hari. Selain itu juga tubuh merasa cepat Lelah, berpengaruh pada suasana hati (mood) sehingga pada akhirnya akan berdampak pada penurunan prestasi belajarnya.

Mengutip dari laman Alodokter, kebutuhan tidur setiap individu tidak sama, namun umumnya setiap orang membutuhkan tidur berkualitas selama 7-9 jam setiap hari. Untuk usia anak-anak dan pelajar remaja membutuhkan waktu setidaknya 8-10 jam untuk tidur setiap hari. Meski hanya sekedar tidur, namun dampak yang ditimbulkan jika kebutuhan tidur tidak tercukupi dengan baik, maka bisa berakibat pada kesehatan. Diantaranya :

  • Insomnia

Kalian pasti sudah familiar kan dengan peyakit insomnia, meski terlihat sepele namun insomnia dapat memicu penyakit yang lebih serius salah satunya penyakit jantung. Selain itu penderita insomnia juga beresiko lebih tinggi menderita diabetes, obesitas, stroke, kanker, hingga masalah kesehatan mental seperti kecemasan berlebih. Jika kamu sering merasa overthingking,mungkin akibat dari kamu mengalami insomnia.

  • Mudah sakit dan susah sembuh

Sistem kekebalan tubuh menghasilkan protein yang bernama sitokin, protein ini dibutuhkan untuk melawan infeksi, peradangan dan stress. Saat kita tertidur, sitokin ini akan dilepaskan. Jika kita kurang tidur produksi sitokin ini akan berkurang, sehingga kemampuan sel imun dalam melawan infeksi akan menurun dan menghambat proses penyembuhan.

  • Daya ingat menurun

Saat kita tertidur, otak sebenarnya bekerja untuk menyimpan hal-hal yang telah dipelajari dan dialami sepanjang hari ke dalam sistem ingatan jangka pendek. Jika kualitas tidur terganggu, maka kemampuan otak dalam mengolah dan menyimpan ingatan pun akan mengalami gangguan.

  • Munculnya tanda penuaan dini

Percaya atau tidak, kurangnya jam tidur juga akan berdampak pada kesehatan kulit. Kulit akan terlihat kebih pucat dan mata pun tampak bengkak. Bila hal ini terjadi berulang kali, maka dapat memicu munculnya tanda penuaan dini, seperti keriput, garis halus dan kerutan di sekitar mata.

Jika sudah terlanjur mengalami pola tidur yang buruk, maka kamu perlu memperbaikinya, dengan cara atur kembali pukul berapa kamu tidur, dan pukul berapa kamu bangun pagi. Hal ini harus rutin dilakukan, untuk membentuk kebiasaan baru. ketika kamu sudah berhasil bangun di pagi hari, jangan hanya sekedar bangun, tetapi lakukankan hal-hal dibawah ini agar kamu tidak hanya rebahan sepanjang pagi diatas Kasur :

  1. Minum air putih

Meski terdengar sepele, namun kebiasaan ini sangan berpengaruh pada tubuh. Meminum air putih saat bangun tidur, dapat membuat tubuh kita jauh lebih segar dan mendapat energi, sehingga kamu bisa lebih produktif seharian.

  1. Bersihkan tempat tidur

Biasakan langsung merapikan tempat tidur, selain agar kita tidak kembali tidur-tiduran di Kasur, juga melatih rasa tanggung jawab kita. Untuk meraih mimpimu yang besar, harus dimulai dengaan mulai dari hal-hal yang sederhana seperti merapikan tempat tidur. Merapikan tempat tidur juga diyakini bisa membuat mood leboh baik.

  1. Recall your dream

Mengawali pagi dengan mengingat ulang semua hal yang sudah kamu impikan sejak kecil bisa membuatmu terus tergerak untuk mewujudkan mimpi itu. Hal ini membuat pagimu lebih produktif lagi.

Yuk mulai biasakan rutinitas pagi ini, dijamin hari-hari mu akan semakin produktif kedepannya lho!

You may also like

Leave a Comment