Kenali Decision Fatigue, Lelah Akibat Mengambil Banyak Keputusan

by Anisa Mahiswari

SiswaIndonesia.com, Malang – Setiap kali kamu berada dilingkungan yang baru dan memasuki babak baru dalam hidup tentu akan diselimuti euphoria. Ada perasaan yang menggebu ketika berada di dunia yang baru. Perubahan-perubahan yang terjadi tentu akan menimbulkan berbagai macam keputusan dan pilihan yang akan kamu ambil nantinya. Lalu pernahkah kamu dihadapkan oleh banyak pilihan dan diharuskan untuk mengambil keputusan? Apabila kamu pernah merasakan hal tersebut dan kamu merasa lelah dengan keputusan itu, berarti kamu sedang difase decision fatigue.

Lalu apasih pengertian dari decision fatigue itu? Mengutip dari klikdokter.com decision fatigue merupakan istilah ketika kamu merasa lelah dan stress karena dihadapkan pada banyak keputusan yang harus kamu ambil. Namun kamu akan sulit untuk menyadari apakah kamu terserang decision fatigue, karena kamu akan cenderung terpengaruh dengan keputusan yang harus diambil.

Diera teknologi saat ini perputaran informasi sangatlah cepat sehingga meledaknya suatu informasi dapat menimbulkan suatu pilihan. Hal ringan yang terjadi di kehidupan sehari-hari juga bisa menimbulkan decision fatigue loh. Seperti mau makan apa hari ini? Mau memakai baju apa? Atau saat kamu membeli sesuatu hingga harus mengambil keputusan untuk memilih warna dan model.

Menurut idntimes.com energi seseorang untuk menentukan pilihan biasa disebut dengan willpower. Energi ini bekerja seperti otot sehingga ketika harus bekerja secara terus menerus maka dapat mengalami kelelahan. Sehingga hal ini terjadi ketika kamu menghadapi hal baru yang melahirkan ketidakpastian dan juga rasa penasaran yang besar. Adapun beberapa ciri-ciri dari decision fatigue yaitu penundaan, implusif, penghindaran, dan keraguan.

 

Salah satu tokoh inspirasi Mark Zuckerberg yang terkenal dengan kaos abu-abu dan celana jeans-nya pernah berkata bahwa hal itu ia lakukan agar tidak terkena  decision fatigue hanya karena memilih baju yang akan dipakai. Karena menurutnya masih banyak sekali keputusan yang lebih penting untuk dipikirkan. Tidak hanya Mark Zuckerberg saja tokoh penting lainnya seperti Steve Jobs dan Bill Clinton juga melakukan hal ini.

Supaya kamu terhindar dari gejala ini yuk ikuti beberapa tips dari siswaindonesia.id :

  1. Tenangkan Diri

Jika kamu dihadapkan pada sesuatu hal yang belum pernah kamu lakukan dan perasaan khawatir menghampiri cobalah untuk menenangkan diri. Hal ini akan membuatmu untuk lebih berpikir jernih sehingga dapat membantu kamu untuk memilih keputusan yang tepat.

 

  1. Memilih Waktu yang tepat

Pagi hari merupakan waktu yang tepat untuk memikirkan dan memutuskan hal yang bersifat penting, Karena pada pagi hari energi didalam diri dan kinerja otak masih jernih. Namun kamu juga bisa melakukan perencanaan kecil dan mempersiapkannya  pada malam hari karena terkadang pada saat pagi hari kita dihadapkan dengan waktu yang sempit.

 

  1. Membuat Keputusan yang Prioritas

Pilihlah keputusan yang menjadi prioritas. Sederhanakan pilihan dan persempit hingga menyisakan sekitar 3 pilihan. Dengan begitu energimu tidak akan terkuras habis.

 

  1. Pikirkan Dampak dari setiap keputusan

Semua orang pasti akan selalu memikirkan dampak dan resiko yang akan diterima apabila mengambil sebuah keputusan. Semua keputusan dan pilihan dalam yang kamu ambil dalam hidup tentu memiliki resikonya masing-masing. Sehingga pilihlah keputusan yang memiliki resiko paling rendah.

 

  1. Makan yang cukup

Berpikir dan menentukan sesuatu tentu membutuhkan energi yang sangat kuat, sehingga kamu harus cukup nutrisi agar bisa berpikir dengan mudah. Jangan sampai karena kurang makan kamu bingung dan akhirnya salah mengambil keputusan.

Meski terlihat sepele decision fatigue bisa berdampak buruk untuk kesehatan. Jadi jangan membirkan berlarut-larut karena hal ini bisa menggangu baik secara mental maupun fisik. Apabila fisik yang terkena rasa sakit pada kepala, gangguan pencernaan dan tegang bisa saja timbul.

You may also like

Leave a Comment