Kenali Apa itu Stress dan dampak pada remaja

by Anisa Mahiswari

SiswaIndonesia.com, Malang Peralihan dari masa anak-anak menuju ke masa dewasa tentu membuat sebagian anak merasa terguncang. Perubahan yang terjadi dalam dirinya, terutama ketika harus berada pada situasi, lingkungan dan tempat baru yang belum pernah mereka hadapi dan temui tentu sebagai orang tua harus selalu membimbing dan mengarahkan. Apabila hal ini terjadi dan remaja tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan baru tentu akan membuat mereka stress menghadapinya.

Stres pada remaja sangatlah berbahaya, apabila ini tejadi tentu akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan mental. Tidak hanya itu saja hal ini juga dapat menyebabkan remaja tersebut mengalami krisis identitas diri dan yang terburuk akan mengalami depresi dan percobaan bunuh diri. Dalam proses pendewasaan peran orang tua sangatlah dibutuhkan oleh remaja agar tidak salah dalam mengambil keputusan.

Menurut alodokter.com Stres adalah reaksi tubuh yang muncul saat seseorang menghadapi ancaman, tekanan, atau suatu perubahan. Stres juga dapat terjadi karena situasi atau pikiran yang membuat seseorang merasa putus asa, gugup, marah, atau bersemangat.

Berbagai hal yang sering membuat remaja mengalami stres dan depresi adalah masalah kehidupan sosial, seperti hubungan keluarga, percintaan, pertemanan, hingga persoalan akademis di sekolah. Tekanan-tekanan tersebut bisa menjadi stres ringan yang jika dibiarkan dalam waktu lama akan menyebabkan depresi.

Mengutip dari jurnal penelitian yang ditulis oleh Khamidatul Mauliah El-Azis Pada usia remaja, seseorang diharapkan mampu membentuk suatu corak atau warna dalam hidupnya, salah satunya dengan menjadi remaja yang mandiri dan tidak menjadi bayang-bayang orang lain. Ketika remaja mampu menjadi bagian dari suatu masyarakat, maka remaja tersebut telah mampu menjadi kesatuan masyarakat, dan remaja tersebut telah mampu memandang interaksi sosial dimana ia tinggal.

Oleh karena itu diperlukan penyesuaian sosial untuk menghadapi kenyataan bahwa dirinya adalah suatu bagian dari kesatuan masyarakat. Penyesuaian diri terhadap lingkungan sangat diperlukan oleh setiap orang, terutama dalam usia remaja. Karena pada usia ini remaja banyak mengalami kegoncangan dan perubahan dalam dirinya terutama ketika harus berada di tempat baru dan lingkungan baru yang sebelumnya belum pernah ditemuinya,

Menurut Andayani, 2003 Remaja-remaja yang mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya tampak dengan banyaknya perilaku menyimpang yang dilakukan remaja, seperti misalnya pergaulan bebas, perkelahian remaja yang semakin hari semakin mengerikan, penggunaan obat-obatan terlarang yang semakin meluas dikalangan pelajar, pelanggaran yang dilakukan dan masih banyak fakta-fakta di masyarakat yang menunjukkan semakin tidak mampunya remaja menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan perkembangan zaman yang semakin cepat, tidak jarang orang mengalami stres dan depresi karena ketidakmampuan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial

Pada masa perlahan inilah orang tua harus memperhatikan, adapun ciri-ciri yang timbul akibat stress pada remaja menurut jurnal penelitian Oki Tri Handono, Khoiruddin Bashori.:

Hardjana (2002) mengungkapkan bahwa stres lingkungan dapat diukur dengan menggunakan beberapa aspek, yaitu:

  1. Fisikal, misalnya timbul sakit kepala, pusing, insomnia, dan tekanan darah tinggi.
  2. Emosional, misalnya adanya rasa gelisah, depresi, sedih, gugp dan mudah marah.
  3. Iintelektual, misalnya individu sulit konsentrasi, mudah lupa, pikiran kacau, mutu kerja rendah, dan melamun secara berlebihan.
  4. Interpersonal, misalnya kehilangan kepercayaan pada orang lain, mudah menyalahkan orang lain, dan suka mencari kesalahan orang lain.

Nah, berikut ini terdapat beberapa tips untuk mengatasi stress pada remaja, menurut persfe.com :

  1. Jaga diri

Kamu dapat melakukannya dengan tidur yang cukup, mengosumsi makanan sehat dan bergizi, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

  1. Menceritakan keluh-kesah pada orang yang kamu percaya.

Bercerita dengan orang yang kamu percaya mampu menurunkan beban atau stress yang kamu hadapi. Siapa tau dengan menlakukan hal ini persaan kamu menjadi lebih tenang.

  1. Bermain bersama binatang kesayangan

Berinteraksi dengan binatang apalagi binatang kesayangan, dapat membantu tubuh kamu untuk melepaskan hormon oxytocin dan menurunkan level kortisol.

  1. Melakukan aktivitas favorit kamu

Misalnya seperti shopping, ke bioskop, mendatangi tempat rekreasi, melukis, dan hal apasaja lainnya yang dapat membuat tubuh kamu menjadi tenang atau rileks. Ingat jangan sampai melakuakan aktivitas yang malah membuat kamu semakin tertekan.

  1. Berolahraga

Selain membuat tubuh kamu sehat, olahraga juga dapat membuat kamu menjadi lebih tenang. Banyak olahraga yang dapat kamu lakukan misalnya seperti lari, yoga, berenang, dan lainnya.

  1. Mengurangi penggunaan gadget

Penelitian di University of California menemukan bahwa mengecek e-mail setiap saat mampu menyebabkan stres. Pengguna internet yang sangat aktif juga 5 kali lebih rentan terhadap depresi. Jadi ketika kamu merasa stres, ada baiknya kamu mengurangi kontak dengan gadget.

  1. Mendengarkan musik

Mendengarkan musik dapat menstimulus pikiran kamu untuk lebih tenang atau rileks.

  1. Me Time

Meluangkan waktu kamu untuk memanjakan diri (me time) dapat menjadi salah satu tips mengatasi stress. Terkadang, pikiran kamu yang penuh tekanan, otot-otot tubuh pun keleahan, nah, oleh karenanya kamu butuh me time dan melakukan relaksasi tubuh.

  1. Beribadah

Kegiaatan-kegiatan seperti wudhu, sholat sunnah ,zikir, serta mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an juga dapat menenangkan kamu ketika stress. Selain itu, kegiatan ini juga dapat mendatangkan kamu pahala.

  1. Mengunjungi atau berdiskusi dengan psikiater

Kalau kamu merasa stress berat dan hampir mengarah ke depresi, ada baiknya jika kamu berkonsultasi dengan psikiater agar mendapatkan penanganan yang professional.

You may also like

Leave a Comment