KEBIASAAN BURUK DOOMSCROLLING DI SAAT PANDEMI

by Siti Nurul Hikmah

Siswaindonesia.com, Malang – Bermula dari pandemi Covid-19 di awal tahun 2020, hampir seluruh kegiatan kita dilakukan secara online. Mulai dari kegiatan sekolah hingga bekerja bisa dilakukan secara virtual dengan memanfaatkan teknologi. Namun sayangnya teknologi tidak hanya membawa dampak positif saja, dampak negatif pun turut kita rasakan secara perlahan. Lantas apa dampak negatif dari kemudahan teknologi ini?

 

Dari sekian banyak manfaat teknologi, kemudahan mencari informasi adalah suatu hal yang dapat dipastikan kita lakukan setiap hari. Namun tahukah kamu bahwa kemudahan mencari informasi tidak selamanya memberikan manfaat, bahkan bisa memberikan dampak buruk bagi diri sendiri. Terlalu asyik scroll time line media sosial hingga larut malam mulai dari tiktok, Instagram, twitter bahkan facebook merupakan salah satu dampak buruk dari segala kemudahan ini. Meski badan merasa sangat lelah, namun mata menolak untuk tidur, bisa jadi kamu sedang mengalami Doomscrolling.

 

Doomscrolling merupakan istilah untuk menggambarkan suatu aktivitas seseorang yang secara terus-menerus scrolling atau berselancar untuk mencari informasi di media sosial. Sayangnya informasi yang dicari-cari merupakan suatu berita yang buruk. Di tengah pandemi seperti sekarang ini, sangat wajar jika kita mencari informasi-informasi yang berkaitan dengan isu saat ini seperti pandemi covid-19. Namun akan berdampak buruk jika dilakukan secara berlebihan. Khususnya bagi orang yang sedang mengalami gangguan mental seperti kecemasan berlebih. “Justru dengan banyak membaca, akan lebih bagus dong. Sebab kita akan lebih waspada dan sebisa mungkin menghindari hal-hal yang berkaitan dengan pemicu covid?”. Memang benar, dengan begitu kita memang bisa lebih berhati-hati, namun jika dilakukan secara berlebihan, akan berdampak buruk bagi psikologis seseraong.

 

Mengutip laman milih Ugm.ac.id, seorang psikiater UGM, Dr. dr. Ronny Tri Wirasto, Sp.Kj., menyebutkan bahwa aktivitas doomscrolling memiliki efek negatif bagi kesehatan baik fisik maupun mental. Pada awalnya aktivitas ini menimbulkan gangguan berupa kesulitan tidur. Seperti yang kita ketahui, bahwa kualitas tidur sangat berhubungan erat dengan kesehatan fisik kita. Jika jam tidur sudah terganggu, maka menyebabkan kesehatan fisik terganggu. Bukan hanya mempengaruhi fisik, doomscrolling juga menyebabkan kelelahan secara mental. Seseorang yang mengalami gangguan ini akan merasakan lelah yang berlebih, menjadi lebih mudah marah dan lebih sensitif.

 

Perilaku doomscrolling ini semakin meningkat selama pandemi berlangsung. Terlebih lagi saat seseorang sedang menjalani masa-masa karantina mandiri. Terbatasnya aktivitas yang bisa dilakuka, menyebabkan seseroang tenggelam dalam kesibukan ini. bagaimana tidak, jika kita terpaksa berdiam diri dalam suatu ruangan khusus selama berhari-hari dengan aktivitas yang minim. Berselancar di media sosial bisa menjadi hiburan tersendiri baginya. Namun akan sangat disayangkan jika menghabiskan banyak waktu dengan mencari informasi yang buruk. Terlebih lagi dapat mempengaruhi kesehatan mental diri sendiri.

 

Seringkali seseorang tidak menyadari bahwa ia sedang mengalami doomscrolling, Namun perilaku ini bisa dialami oleh siapa saja tanpa mengenal usia. Meski begitu, bukan berarti perilaku negatif ini tidak dapat dihindari ya. Mengingat dampak yang ditimbulkan tidak dapat disepelekan begitu saja, tentu ada beberapa hal untuk menghindari agar doomscrolling tidak berlarut-larut. Berikut tips yang bisa dilakukan saat menyadarinya :

 

  1. Membatasi penggunaan media sosial

Perilaku doomscrolling bermula dari penggunaan media sosial yang berlebihan sehingga memicu terjadi perilaku negatif ini. tentu dengan membatasi penggunaan media sosial akan sangat berpengaruh guna menghindari terjadinya doomscrolling. Jika sebelumnya kamu menghabiskan waktu lebih dari 8 jam hanya untuk mencari berita-berita buruk, mulailah dengan mengurangi. Dan sebisa mungkin untuk melakukan aktifitas lain di luar media sosial.

  1. Menyeleksi informasi yang ingin dibaca

Selain membatasi penggunaan media sosial, hal lainnya yang tidak kalah penting adalah dengan memilih informasi yang akan dibaca. Di media sosial, banyak informasi yang bisa kita temukan, mulai dari informasi yang positif hingga informasi yang negatif. Jika kamu menemukan suatu informasi negatif yang dapat memicu rasa cemas, hal yang perlu lakukan adalah dengan menghentikan aktifitas tersebut. hindari informasi yang dapat menimbulkan perasaan negatif pada diri.

  1. Sumber informasi

Dalam membaca suatu berita hal yang perlu diperhatikan adalah sumber beritanya. Jangan asal membaca berita atau informasi dari sumber-sumber yang kurang kredibel. Seringkali sumber informasi abal-abal tidak memberikan informasi yang sebenar-benarnya. Melainkan hanya mengejar viewrs dan pembaca, sehingga informasi yang ditampilkan tidak sepenuhnya benar.

  1. Fokus pada diri sendiri

Mengutip dari laman milik Alodokter.com, bahwa salah satu tindakan yang bisa menghindari perilaku doomscrolling adalah dengan fokus pada diri sendiri. Dari pada menghabiskan banyak waktu hanya dengan mencari informasi-informasi yang buruk, lebih baik mencoba hal-hal baru atau hobi yang biasanya dilakukan. Misalnya dengan memasak, membaca buku, berkebun atau hal-hal bermanfaat lainnya.

You may also like

Leave a Comment