Jangan Membaca Buku Berlebihan, Jika tidak Ingin Mengalami Abibliphobia

by Siti Nurul Hikmah

SiswaIndonesia.com, Malang – Membaca merupakan salah satu kegiatan yang dinilai sangat positif, karena memberikan banyak manfaat bagi siapa pun, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa. Dengan gemar membaca, bisa memperluas ilmu dan pengetahuan seseorang. Selain ini banyak juga manfaat yang diperoleh jika membiasakan diri membaca buku, seperti yang disebutkan oleh halodoc.com kebiasaan membaca buku berguna untuk memperlambat proses penyakit Alzheimer, meningkatkan daya ingat, meningkatka kemampuan konsentrasi, menurunkan resiko stres dan depresi dan meningkatkan kemampuan komunikasi.

Namun membaca buku juga dapat menimbulkan bahaya loh. Kok bisa? Pernah kah kamu mendengar istilah Abibliphobia? Abibliphobia merupakan suatu kondisi dimana seseorang mengalami phobia, atau merasa ketakutan jika kehabisan bahan bacaan atau bahan buku. Phobia ini sendiri masih sangat jarang dibicarakan, karena sangat jarang terjadi namun bisa menjangkit pada orang-orang yang sudah lama memiliki kebiasaan membaca buku. Phobia ini terkesan aneh, tetapi nyata karena ada yang mengalami hal serupa.

Mengutip dari laman Gramedia.com, Kasus Abiblipobia hampir tidak pernah ditemui pada anak-anak, tetapi gejalanya bisa muncul sejak anak-anak atau ketika menginjak remaja. Gejala yang timbul seperti, memiliki banyak sekali buku dan bahan bacaan, membaca secara berlebih, membaca tidak mengenal waktu, dan memilih membaca buku ketimbang bermain dengan teman sebaya. Jika kamu mengalami gejala yang serupa, bisa jadi kamu mengalami phobia ini, namun untuk memastikan lebih lanjut sebaiknya periksa dan melakukantest yang dilakukan oleh dokter kejiwaan atau psikolog.

Mengalami gangguan mental seperti Abibliphobia bukan hal yang patut untuk diremehkan, jika sudah dipastikan mengalami hal ini sebaiknya langsung konsultasikan kepada dokter maupun psikolog. Abibliphobia berdampak pada kesehatan mu, seperti dapat mengganggu kegiatan sehari-hari, merasakan cemas berlebihan, merasa panik saat kehabisan buku bacaan, dan yang terparah bisa menyebabkan stress dan depresi.

Lalu bagaimana cara mengobatinya? Faktanya tidak ada satu obat maupun dokter yang bisa menyembuhkan phobia, dokter atau psikolog hanya memberikan treatment. Kunci kesembuhan pada diri si penderita sendiri, seberasa besar niat nya untuk sembuh. Hal yang bisa dilakukan untuk mengobati adalah dengan :

  • Berobat ke dokter kejiwaan atau psikolog
  • Mengurangi dosis membaca
  • Mengalihkan perhatian dengan memulai kegiatan yang lain
  • Atur batas waktu untuk membaca buku
  • Kurangi target membaca

Youtube

You may also like

Leave a Comment