Infografis – Kestabilan Finansial dengan Literasi Finansial

by Anisa Mahiswari

SiswaIndonesia.com, Malang – Berdasarkan riset dari Jasa Otoritas Keuangan (OJK) di tahun 2019, menunjukkan  bahwa kalangan anak muda di usia 18-25 tahun hanya memiliki tingkat literasi finansial sebesar  13.53 persen. Hal ini menunjukkan bahwa masih kurangnya literasi finansial pada generasi muda. Mereka yang cerdas dalam pengelolaan finansial akan memiliki keterampilan dan pemahaman untuk menerapkan konsep keuangan dasar didalam kehidupan. Karena dengan menerapkan literasi keuangan kamu akan mengerti tentang bagaimana penganggaran dan pelunasan utang. Pengetahuan tentang Literasi Finansial juga mencakup konsep keuangan yang lebih maju seperti investasi, memanfaatkan bunga majemuk dan strategi perencanaa keuangan jangka panjang.

Menurut Jurnal Penelitian yang ditulis oleh Nur Aliah Rahma, mengatakan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa literasi keuangan adalah aktivitas dan rangkaian proses untuk meningkatkan pengetahuan, keyakian dan keterampilan masyarakat luas agar mampu mengolah finansial secara baik. Literasi finansial memiliki tujuan untuk jangka panjang pada seluruh golongan masyarakat, dengan meningkatkan literasi seseorang yang less literate atau not literate menjadi well literate serta menumbuhkan jumlah pengguna produk dan layanan jasa finansial.

Edukasi mengenai literasi finansial sangat dibutuhkan dalam kehidupan msyarakat, karena semakin pesatnya pertumbuhan ekonomi. Kurangnya pengetahuan literasi finansial dapat menyebabkan maraknya kasus penipuan investasi. Salah satu kasus yang cukup viral berkedok investasi adalah perusahaan investasi jouska.

 

 

You may also like

Leave a Comment