Infografis – Introvert vs Extrovert

by Anisa Mahiswari

SiswaIndonesia.com, Malang – Manusia dilahirkan memiliki kepribadian dan sifatnya masing-masing. Saat kamu bertemu seseorang mungkin sering kali kamu menduga-duga tentang kepribadian yang dimilikinya. Jika orang tersebut terlihat lebih ekspresif, kamu akan menduga bahwa orang itu memiliki kepribadian yang ekstovert sedangkan sebaliknya jika orang itu terlihat lebih sering menyendiri kamu menyimpulkan bahwa orang itu introvert. Padahal ada beberapa dari kita tidak tahu apa yang dimaksud dengan Introvert dan Extrovertsendiri.

 

Coba deh kalian amati teman-teman di sekitarmu, pasti mereka memiliki perilaku yang berbeda-beda. Ada yang suka berbicara, orang yang aktiv dan ekspresif atau mungkin juga ada yang pendiam,lebih nyaman menyenderi, atau mungkin juga jarang keluar rumah tapi bisa menjadi pendengar yang baik untuk diajak curhat. Dari hal inilah kita tau bahwa manusia diciptakan memiliki kepribadian yang berbeda dan unik.

Adanya kepribadian ini oleh psikolog  terkenal dari Swiss  Carl Gustav Jung membagi tiga kepribadian umum pada manusia yaitu extrovertintrovert, dan ambivert. Extrovert vs introvert merupakan jenis kepribadian umum pada manusia manusia di mana extrovert lebih diibaratkan pada orang yang periang, sedangkan introvert lebih kepada orang pendiam, dan ambivert. Berada di antara extrovert dan introvert atau bisa dibilang bisa kadang jadi extrovert atau introvert.

Pada dasarnya setiap orang memiliki sisi introvert dan extrovert di dalam kepribadian mereka masing-masing. Akan tetapi, salah satu sisi akan muncul lebih dominan didalam karakter orang tersebut. Walaupun sebenarnya dua tipe ini adalah hal yang sulit untuk dipahami dan tidak dapat diukur secara pasti, paling tidak kita jadi bisa memposisikan diri dengan lebih baik ketika berhadapan dengan orang lain jika kita memahami sifat dominan seseorang.

Menurut satupersen.net  Istilah Introvert dan Extrovert muncul pertama kali di bidang psikologi pada tahun 1920 dan di populerkan oleh Carl Gustav Jung. Jung memperkenalkan hasil eksplorasinya tentang kepribadian, terdapat perbedaan utama kepribadian dilihat dari sumber energi dan arah ekspresi energi individu.

Extrovert biasanya dicirikan seseorang yang outgoing, energik, banyak bicara. Seorang extrovert biasanya senang untuk bersosialisasi sebanyak-banyaknya, dan akan merasa bosan ketika sendirian. Sedangkan introvert lebih menikmati ketika mereka sendiri, tapi bukan berarti mereka tidak menyukai orang lain atau anti-sosial.

 

Misalnya begini, orang introvert akan mendapatkan sumber energi mereka kembali ketika berada dirumah sendirian dan melakukan hal yang dia sukai maka energinya akan recharge. Ketika dalam keramaian introvert juga cenderung memilih sendiri atau berada didekat orang yang mereka kenal, berada ditengah keramaian juga bagi introvert sangat menguras energinya. Berbeda dengan extrovert, mereka justru mendapat energi mereka atau merasa recharge ketika berada dalam keramaian.

Tetapi hal ini jangan sampai membuatmu minder ya, karna setiap kepribadian itu baik. Bergantung pada definisi “baik” itu sendiri. Semua bisa menjadi “baik” ketika tau cara memaksimalkan potensinya. Extrovert vs introvert adalah dua spektrum kepribadian yang sangat berlawanan, jadi tidak bisa dibandingkan “baik” di satu atau dua hal saja.

You may also like

Leave a Comment