INFOGRAFIS-Indonesia Darurat Pelecehan Seksual

by Siti Nurul Hikmah

SiswaIndonesia.com, Malang – Dunia Pendidikan kembali tercoreng, dengan adanya kasus pelecehan seksual di SMA Selamat Pagi Indonesia yang berlokasi di Kota Batu. Pelecehan seksual merupakan segala bentuk tindakan yang berbau sensual yang tidak diingankan oleh salah satu pihak, dapat berupa ajakan lisan, isyarat yang berbau sensual, maupun perilaku seksual yang menyebabkan orang merasa tersinggung dan tidak nyaman.

 

Menurut data yang diambil dari jurnal penelitian milik INFID yang bekerjasama dengan IJRS dan LD UI, menyebutkan bahwa korban pelecehan seksual bisa dialami oleh semua gender, 67% korban pelecehan seksual merupakan Perempuan, sedangkan 33% korban lainnya adalah Laki-laki. Meski lebih sedikit, namun tetap saja pelecehan seksual pada siapapun tidak bisa dibenarkan.

 

Pelecehan seksual tidak hanya berupa tindakan pemerkosaan saja, dilihat dari Komnas Perempuan yang menerima laporan, setidaknya ada 6 jenis tindakan yang telah dilaporkan. Menurut data CATAHU (catatan tahunan) Komnas Perempuan tahun 2020, tindakan yang dilaporkan adalah sebagai berikut ;

  • Pelecehan yang tidak disebutkan : 371 Kasus
  • Perkosaan : 229 Kasus
  • Pelecehan seksual : 181 Kasus
  • Pencabulan : 166 Kasus
  • Percobaan pemerkosaan : 10 Kasus
  • Persetubuhan : 5 Kasus

 

Sayangnya pelecehan seksual tidak pandang bulu, bahkan dalam dunia Pendidikan sering kali terjadi kasus yang serupa. Data dari Komnas Perempuan menyebutkan, dari tahun 2015 hingga 2020 setidaknya 27% pelcehan terjadi di tingkat Universitas, 19% di dalam Pesantren, lalu 15% terjadi di sekolah khususnya SMA sederajat.

 

Hal-hal yang perlu diketahui, bahwa pelecehan seksual bukan hanya melibatkan sentuhan, banyak sekali jenis pelecehan seksual. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kamu harus mengenali macam-macam pelcehan seksual diantaranya ;

Pelecehan Verbal

  • Komentar, rayuan, peghinaan yang berbau sensual
  • Ajakan untuk berhubungan seksual
  • Menunjukkan gambar-gambar seksual
  • Mengirim pesan berbau sensual
  • Catcalling maupun siulan yang bermaksud menggoda

Pelecehan non-verbal

  • Menatap dengan tatapan penuh nafsu
  • Memberikan isyarat seksual seperti gerakan mencium dan menjilat dari jarak jauh
  • Menyentuh tanpa konsen, seperti mencium, meraba dan memeluk korban

 

Pelecehan seksual bisa menimpa siapa saja, korban sering kali kebingungan ketika berhdapan dengan kondisi yang seperti itu. Tidak tahu apa yang harus dilakukan, alih-alih mencoba untuk melawan, korban seringkali diam saja, namun bukan berarti ia senang dengan tindakan tersebut. Hal apa saja yang seharusnya dilakukan ketika menjadi korban pelecehan seksual? Diantara adalah ;

  • Membekali diri dengan ilmu bela diri
  • Mengatakan bahwa kamu tidak nyaman
  • Bila pelaku tidak berhenti, kamu bisa melawan dengan memukul atau mencubit
  • Segera lari menjauh dari tempat kejadian
  • Mencari bantuan sekitar
  • Segera lapor ke pihak yang berwajib

 

Penulis : Siti Nurul Hikmah

Editor : Anisa Mahiswari

You may also like

Leave a Comment