Hati Hati Terjebak Toxic Relationship!

by Anisa Mahiswari

SiswaIndonesia.com, Malang – Siapa sih orang yang tidak mengingkinkan hubungan yang baik? memang sih membutuhkan kerjasama antar kedua belah pihak untuk mencapai hubungan yang sehat. Saling memberi  pengertian, perhatian yang cukup, tidak lupa juga saling support ketika keadaan terpuruk sekalipun. Hal ini tentu adalah keinginan setiap orang.

Semua orang pasti menginginkan hubungan asmara yang berjalan dengan baik, mesra, dan menjadi couple goals. Toxic relationship tidak mengenal usia kita menjalin hubungan asmara dengan seseorang, dan toxic relationship  bisa saja terjadi di lingkup keluarga atau lingkup pertemanan atau friendzone.

Menurut Jurnal Penelitian yang di tulis oleh Vivi Riski Alfiani Toxic relationship atau hubungan beracun adalah istilah yang menggambarkan suatu hubungan yang tidak sehat dan mungkin saja bisa berdampak pada kesehatan emosional, psikologis maupun fisik seseorang dalam jangka waktu pendek maupun panjang Toxic relationship sering terjadi pada hubungan yang salah satunya mendominasi  dengan ditandai keegoisan, kecemburuan yang berlebihan, da nada tekanan dari pihak tertentu.

Tanda akan munculnya hubungan yang tidak sehat atau toxic relationship yaitu  mulai munculnya rasa egois, mendominasi, posesif, tidak saling mendukung, hilangnya kekompakan bahkan munculnya rasa persaingan.

Terkadang ada istilah ‘cinta itu membutakan’. Apa sih maksudnya? Terkadang kita hanya melihat atau terkadang terlalu focus pada sisi baiknya saja dan pada akhirnya kita mengesampingkan sisi sisi negative dari pasangan kita. Mencari tahu apakah kita terjebak dalam hubungan yang tidak sehat atau  toxic relationship memang sedikit sulit. Karena terkadang kita tidak menyadari kalau kita terjebak dalam hubungan yang tidak sehat tersebut bahkan kita pun kadang tidak mau mengakuinya ketika kita berada dalam toxic relationship. Layaknya sakit demam berdarah (DBD), toxic relationship juga ada gejalanya lho. Mari kita simak apa saja gejala dan ciri ciri kita terjebak dalam toxic relationship menurut artikel dari alodokter.com sebagai berikut :

  1. Posesif :

Sikap Posesif menjadi salah salah satu sikap yang menunjukkan bahwa kita sedang terjebak dalam hubungan yang tidak sehat. Terlalu mengekang pasangan, melakukan apapun selalu diawasi, menjadi pencemburu yang berlebihan. Semisal menyita handphone  dan menyadap handphone kita. selalu ingin tahu tentang kehidupan kita sehari hari dan apa yang kita lakukan sehari hari, marah bila kita tidak membalas pesan singkatnya ataupun lama dalam membalas pesan singkatnya. Terkadang dia akan marah bila kita berpakaian yang menurutnya kita akan menarik perhatian orang lain.

  1. Selalu dikontrol oleh pasangan

Tandanya kita terjebak dalam toxic relationship yaitu kita selalu dikontrol oleh pasangan kita dan kita dituntut untuk menuruti setiap permintaannya. Mau melakukan sesuatu harus dengan izin dia dan persetujuan dia meskipun terkadang  keinginan kita tidak sejalan dengan pasangan kita. Banyak yang beranggapan bahwa pasangan kita melakukan hal tersebut atas dasar ‘cinta’ padahal cinta tidak dapat diwujudkan dengaan cara mengendalikan kita dengan cara yang tidak sehat tersebut.

  1. Sulit menjadi diri sendiri

Kita akan merasa sulit untuk menjadi diri sendiri dan hilangnya rasa percaya diri dikarenakan kita terlalu dikontrol oleh pasangan kita. Bahkan mungkin untuk sekedar mengutarakan pendapat kita saja akan merasa takut. Takut bila dia akan marah karena mungkin tidak sesuai dengan keinginan pasangan kita.

Jika kamu merasakan adanya gejala gejala diatas, berarti kamu sedang terjebak kedalam hubungan yang tidak sehat. Melansir dari artikel dari satupersen.net Ada beberapa cara yang mungkin jitu dalam mengatasi hubungan yang tidak sehat , yaitu :

  1. Evaluasi hubungan dengan pasanganmu.

Coba kita mulai merenung untuk melihat waktu kebelakang dengan teliti. Karena hal tersebut bisa saja menentukan nasib hubungan kalian kedepannya. Mulai  dengan Membicarakan hal positif dan negatifnya hubungan kalian. Semisal apakah ada perkembangan dari hubungan yang sudah kalian jalani, hal apa yang sudah dicapai.

  1. Intropeksi diri dan memulai bangun komunikasi yang lebih sehat dan tegas.

Komunikasi adalah kunci untuk menjalin hubungan yang langgeng dan sekaligus memperbaiki hubungan yang tidak sehat. Mulai bicarakan kekurangan yang ada dalam diri sendiri maupun pasangan, menerima kritik yang disampaikan pasangan ke kita. Dan gunakan bahasa yang tidak merendahkan pasangan dan tidak bersifat menyudutkan pasangan. Ingat, komunikasi ini bukan digunakan untuk saling menyalahkan satu sama lain. Berniat untuk membuat hubungan lebih nyaman, yang ada malah menyulut api pertengkaran. Intinya masing masing harus bisa mengendalikan diri.

  1. Putuskan untuk mengakhiri hubungan jika dirasa sudah tidak dapat diperbaiki

Jika dirasa hubungan kita dengan pasangan sudah tidak dapat diperbaiki, maka memutuskan hubungan adalah jalan terbaik. Mulailah untuk lebih peduli dengan diri sendiri dan sayangi kesehatan mental dirimu sendiri.

 

 

 

You may also like

Leave a Comment