Gen-Y, Sebuah Wujud Perubahan yang Nyata

by admin

Penutupan Kegiatan Gen-Y 2018 (Foto : dok. pribadi)

SiswaIndonesia.id, Malang – “Beri Aku 10 Pemuda, Maka Akan Kuguncangkan Dunia.” Semua dari kita pasti sudah tidak asing dengan istilah ini, yaps ini adalah kutipan dari Bung Karno, Bapak Proklamator Indonesia.

Jika kita cermati ada makna yang sangat dalam pada kata ‘Pemuda’, sadar atau tidak pemuda termasuk harta yang paling berharga yang dimiliki negara. Kenapa? karena ditangan pemuda semua perubahan bisa terjadi, sebab daya imajinasi, kreasi, dan inovasinya senantiasa melekat pada semangat generasi muda.

Merujuk pada dua paragraf diatas, kali ini ada beberapa pemuda pemudi dari anggota BEC (Bhawikarsu English Club) dan OSIS/PK  masa jabatan 2018/2019 dari SMAN 3 Malang,  kembali menyelenggarakan acara Gen-Y 2018. Gen-Y sendiri adalah singkatan dari Genius, Enthusiastic, Nationalist Young Generetion, yang mana konsep dari acara ini adalah Camp Leadership. Tema yang diangkat pada Gen-Y tahun ini adalah Pembangun Kota atau dream city lebih tepatnya, hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua pelaksana yaitu, M. Zharfan Ainun Azka.

“Acara ini sebenarnya kayak semacam camp leadership sih, yang mana nanti setiap perwakilan sekolah itu minimal dua orang, dan itu akan kita pecah menjadi beberapa kelompok, sehingga satu kelompok itu terdiri dari beberapa perwakilan sekolah. Untuk tujuan yang kita harapkan adalah bagaimana kita dari generasi muda bisa menghadirkan pemikiran-pemikiran yang bisa membantu bagi masa depan. Untuk setiap tahunnya, tema dari Gen-Y ini macam-macam, tahun lalu itu mengangkat tema lingkungan, sedangkan tahun ini adalah pembangunan kota. Nah, nanti para peserta itu akan diajak keliling kampung wisata yang sukses, dan nanti mereka akan pelajari mana pelajaran yang bisa diambil dan kedepannya akan diimplementasikan dikampung wisata lain”, katanya kepada reporter siswaindonesia.id.

Tidak cuman sampai disitu, Gen-Y juga mengundang seluruh siswa SMA Negri dan Swasta di Malang Raya, serta beberapa sekolah overseas seperti Singapore, Thailand, Philipina, Vietnam, Taipe, Jepang, dan Taiwan, tapi sayangnya sekolah dari overseas yang bisa hadir hanya Singapore.

Kegiatan Gen-Y ini akan berlangsung selama empat hari, mulai dari tanggal 12-14 November 2018, untuk tempat kegiatan nanti akan dibagi menjadi dua bagian, dua hari pertama akan berlangsung disekolah, khususnya diarea SMAN 3 Malang. Yang mana nanti dihari pertama dan kedua akan diadakan seminar tentang pembangunan kota oleh Dinas Sosial dan Dinas Pariwisata Kota Malang, sekaligus keliling kampung wisata Jodipan. Untuk dua hari terakhir akan berada di Argo Wisata Batu untuk melangsungkan kegiatan out-bound sekaligus farewell party.

Peserta Gen-Y sedang mengunjungi Kampung Wisata Jodipan (Foto : dok. pribadi)

“Untuk detail kegiatannya nanti itu, kita hari pertama itu cuman sambutan kotingen dan ada bonding time, game kecil-kecilan, terus ada membuat yel-yel antar kelompok, serta ada pengenalan budaya Indonesia, kemudian hari kedua paginya kita ada seminar, lanjutan dari seminar di hari sebelumnya, yang akan mengisi materi itu ada dari Dinas Sosial dan Dinas Pariwisata Kota Malang, siangnya setelah acara seminar kita akan keliling kampung Jodipan dan diakhir nanti kita akan mengerjakan project dari Dinas Sosial untuk mengolah program “Desaku Menanti”. Dan untuk dua hari sisanya kita akan mengadakan refreshing di Argo Wisata Batu sekaligus Farewell Party,” ujar Zharfan.

Zharfan juga menambahkan, output yang diharapkan dari acara Gen-Y ini adalah supaya anak-anak SMA sekarang punya padangan kedepan, terutama tentang pembangun kota, kemudian juga guna mempererat hubungan dengan sister school SMAN 3 Malang yang ada di Singapore, dan pastinya karena ini termasuk event Internasional, diharapkan SMAN 3 Malang ini bisa menjadi ‘wajah’ baru didunia Internasional, bahwasanya anak muda di Indonesia punya kepedulian yang tinggi terhadap masa depan negaranya sendiri.

“Besar harapan kami supaya setiap anak SMA sekarang punya padangan yang lebih baik terutama terkait pembangunan kota, dan karena ini event Internasional, paling tidak ada image yang baik yang bisa kami berikan sebagai pemuda Indonesia.” ujar anak yang berkelas di D3 ini.

Mungkin benar apa kata Bung Karno diatas, ini adalah sebuah gambaran kedahsyatan pemuda sebagai agen perubahan, bagaimana siswa SMAN 3 Malang berusaha untuk mewujudkan dream city diusia yang tergolong masih sangat muda, tapi semangatnya sangat membara. (dni)

Penulis   : Ahmad Ridhani Denie Rahman
Editor     : Nada Nabila

You may also like

1 comment

Yoona lim November 29, 2018 - 11:30 pm

Semoga acara tersebut bisa terselenggara tidak hanya di malang

Reply

Leave a Comment