Feynman Technique, Metode Belajar Seolah-olah Menjadi Guru

by Siti Nurul Hikmah

Siswaindonesia.com, Malang – Apakah kamu termasuk orang yang kesulitan konsentrasi dalam belajar? Jika iya, maka artikel ini cocok untuk kamu baca hingga habis. Sebab, pada artikel kali ini, Siswaindonesia.com memberikan rekomendasi salah satu Teknik belajar untuk memudahkan kamu dalam belajar.

 

Tidak sedikit orang yang merasa kata belajar termasuk sebuah ‘momok’ tersendiri, menyeramkan, membosankan dan justru membuat kantuk datang. Seringkali kita membaca suatu buku berulang kali, namun tetap tidak benar-benar paham dengan tulisan tersebut. Hal itu terjadi sebab kita tidak benar-benar memahami apa yang kita pelajari. Meskipun mata tetap membaca tulisan, namun pikiran kita tidak bisa dapat fokus menangkap isi dari buku tersebut. jika hal tersebut terjadi pada diri kamu, maka Teknik belajar yang kamu lakukan tidak cocok untuk kamu terapkan.

 

Teknik belajar? Apakah belajar memerlukan Teknik tersendiri? Jawabannya tentu saja iya. Mengutip dari hasil dari sebuah Jurnal Penelitian yang ditulis oleh Heidy Arviani, Dyva Claretta dan Zainal Abidin Achmad, metode belajar cukup penting untuk diterapkan selama kegiatan belajar. Sebab pemilihan metode belajar yang tepat akan mempengarui kegiatan belajar mengajar menjadi lebih terarah dan maksimal. Teknik belajar yang sesuai dapat meningkatkan minat dan semangat siswa pada suatu mata pelajaran. Ada banyak Teknik belajar yang bisa kamu terapkan sesuai dengan kenyamananmu sendiri. Jika pada artikel sebelumnya membahas Teknik belajar POMODORO, maka pada artikel kali ini, yang kita bahas adalah Teknik belajar Feynman. Apa itu Teknik belajar Feynman? Simak penjalasan berikut ya.

 

Teknik belajar Feynman adalah salah satu metode belajar dengan cara menyederhanakan materi yang dipelajari serta menjadi peran seolah-olah menjadi guru dan mengajarkan hal tersebut kepada orang lain. Sederhananya metode belajar ini adalah dengan berpura-pura menjadi seorang pengajar. Teknik belajar Feynman pertama kali dikembangkan oleh seorang fisikawan bernama Richard Feynman. Mengutip dari jurnal penelitian di atas, Richard Feynman sendiri merupakan seorang ilmuan yang pernah menerima Nobel di bidang Fisika tentang Elektrodinamika Kuantum pada tahun 1965. Selain menjadi seorang saintis, ia juga seorang guru. Bahkan ia mendapat julukan sebagai “The Great Explainer” sebab ia dapat menjelaskan teori yang rumit dalam bahasa yang sederhana sehingga dapat dengan mudah dipahami oleh orang awam. Oleh karena itu, Teknik yang ia kembangkan dinamakan sesuai dengan nama beliau.

 

Lalu bagaimana cara penerapan teknin belajar Feynman ini? Sebelumnya kamu memerlukan setidaknya satu orang teman untuk kamu jadikan ia sebagai seolah-olah seorang murid. Mengutip laman milik campuspedia.id, ada empat tahapan untuk menerapkan metode belajar yang satu ini. berikut merupakan beberapa tahapannya :

 

  1. Pilihlah materi yang ingin dipelajari

Langkah pertama yang perlu kamu lakukan jika menggunakan metode ini adalah dengan memilih materi yang ingin kamu pelajari. Setelah itu carilah secarik kertas dan tuliskan poin-poin yang kamu pahami dan yang belum kamu pahami dari materi tersebut.

  1. Ajarkan pada teman

Ajaklah seorang temanmu untuk mempraktikkan metode belajar ini. hal yang perlu kamu lakukan di langkah kali ini adalah, dengan kamu berpura-pura mengajarkan materi tersebut kepada seorang anak kecil. Mengapa harus dengan anak kecil? sebab tujuan dari metode ini adalah bagaimana cara kita menyederhanakan pengetahuan agar dapat dengan mudah dipahami oleh orang awam, dan hal tersebut digambarkan dengan anak kecil. ketika orang awam tersebut dapat memahami apa yang telah kamu sampaikan, maka metode pembelajaran ini sudah dapat dikatakan berhasil.

  1. Koreksi kesalahan

Jika pada langkah ke dua, orang yang kamu ajari masih belum paham dengan materi yang kamu sampaikan, maka dapat dikatakan bahwa kamu belum sepenuhnya berhasil dengan metode belajar Feynman ini. Maka hal yang perlu kamu lakukan adalah, buka kembali catatan milikmu dan perdalam lagi pemahamanmu hingga menemukan pemahaman yang lebih lanjut.

  1. Sederhanakan kembali

Setelah memperdalam lagi materi yang telah kamu pelajari, dan kamu merasa sudah cukup paham dengan materi tersebut, maka kamu bisa mengajarkan kembali materi yang telah kamu sederhanakan tersebut kepada orang lain. Jika ia sudah paham dengan apa yang kamu sampaikan, maka metode ini telah berhasil kamu terapkan. Namun jika orang awam tersebut masih belum paham dengan materi yang kamu sampaikan, maka kamu bisa mengulang langkah ke 3 dan 4 kembali hingga orang yang ajari bisa benar-benar paham dengan apa yang telah kamu sampaikan.

You may also like

Leave a Comment