Fenomena Eating Out sebagai Gaya Hidup

by Anisa Mahiswari

SiswaIndonesia.id, Malang – Apa sih eating out itu? Saat ini eating out  sudah mulai menjadi budaya yang menyerang kaum generasi anak muda. Maraknya cafe café  yang muncul di kota kota besar, Restoran fast food atau restoran cepat saji saat ini di dorong karena munculnya budaya eating out atau makan diluar. Mungkin beberapa masyarakat menyebutnya nongkrong atau  kongkow. Budaya ini makan diluar merupakan budaya anak muda gaul perkotaan. Dengan nongkrong atau kongkow di restoran ataupun café, anak anak muda tidak hanya sekedar minum kopi atau makan makanan ang mereka pesan. Tetapi mereka lebih sering mengabadikan setiap momen dan aktifitas mereka dan mengunggahnya di jejaring sosial media dengan alasan sebagai “konten”.

Menurut jurnal penelitian yang ditulis oleh Suci Fajarni, fenomena eating out sebagai gaya hidup dikarenakan Fenomena eating out berkaitan dengan gaya hidup masyarakat kota yang
menggeser budaya makan di rumah. Kegemaran para remaja maupun masyarakat
pekerja di kota untuk melakukan eating out disebabkan oleh banyak
faktor. Salah satu penyebabnya karena padatnya kegiatan rutinitas harian yang dijalani,
banyaknya pilihan tempat makan berupa restoran atau cafe-café yang dapat dengan
mudahnya di jumpai di setiap sudut kota, faktor keinginan untuk bersosialisasi dan
mengisi waktu luang , serta faktor bermacam macamnya variasi makanan dan cita rasa makanan yang disajikan.

Semakin berkembangnya zaman yang saat ini menjadi era serba digital, semakin mebuat budaya eating out atau makan diluar semakin berekmbang pesat dikalangan anak anak muda yang menganggap konten untuk mengekspresikan diri atau identitasnya. Café café atau restoran juga harus memenuhi kriteria lho. Kriteria tersebut mempunyai tolak ukur dalam mendukung budaya eating out atau makan diluar seperti

  1. Desain interior yang nyaman dan cozy
  2. Tentutnya menyediakan wifi dan colokan listrik
  3. Tata ruang dan dekorasi yang instagramable.
  4. Standart harga yang disajikan masih terjangkau
  5. Tempat tersebut lagi viral di jejaring social
  6. Tempat yang diadopsi dari kenamaan luar negeri

Berkembangnya zaman dan menjadi era digital, Social media dapat merubah suatu budaya dalam masyarakat. Disamping masyarakat Indonesia cenderung memiliki sifat yang konsumtif dari segi keuangan maupun media, kebutuhan konten social media mereka bisa dijadikan tolak ukur seseorang bahwa mereka telah menganggap eating out bisa menaikkan kelas social mereka. Eating out bukan suatu kegiatan yang tercipta secara alamiah atau bakat alam seseorang, akan tetapi terbentuk karena adanya kekuasaan, sosial dan budaya.

Terkadang jejaring social menjadi sangat membantu dan sangat berguna bagi kita dalam kegiatan sehari hari. Media jejaring social saat ini bukan hanya sekedar untuk berjejaring, tetapi Ruang digital dalam media sosial beralih fungsinya, yang dimana  awalnya hanya difungsikan sebagai wahana untuk berjejaring kini menjadi portal untuk ajang  pameran virtual kebahagiaan yang direpresentasikan secara simbolik melalui konsumsi yang diabadikan melalui  foto atau video yang disertai dengan caption di tempat-tempat yang dianggap meningkatkan nilai prestigious.

Di sisi lain budaya eating out atau makan diluar, dapat menampilkan gaya hidup serta kelas sosial yang ditampilkan dalam kelompok bermasyarakat. Rata rata masyarakat akan menghabiskan waktu mereka diluar untuk dapat memenuhi kebutuhan konten media social mereka. terdapat Beberapa faktor lain mengapa budaya eating out ini lebih disukai para remaja yaitu karena mereka lebih memilih mempersingkat  waktu dengan membeli makanan cepat saji dan dimakan di tempat daripada harus membeli bahan makanan di supermarket, kemudian memasaknya dan harus mencuci semua alat masak dan piringnya.

You may also like

Leave a Comment