DEMOTIVASI, HILANGNYA RASA SEMANGAT

by Siti Nurul Hikmah

Siswaindonesia.com, Malang – Dengan banyaknya tuntutan tugas sekolah, pernah kah kamu merasa tidak bersemangat, lelah, dan malas mengerjakan tugas-tugas sekolah, namun di sisi lain, tugas tersebut sebuah kewajiban yang harus kamu selesaikan. Jika iya, maka kamu sedang mengalami demotivasi. Apa itu demotivasi?

Demotivasi merupakan suatu fase dimana kamu merasa kehilangan semangat, cenderung malas, bahkan seringkali menyerah dan tidak menyelesaikan suatu tugas atau pekerjaan. Biasanya demotivasi ini muncul saat tuntutan tugas menumpuk dan selama mengerjakan masih merasa kurang maksimal. Selain itu faktor lain yang sangat berpengaruh adalah kondisi fisik dan psikis. Kondisi seseorang yang lemah secara fisik, serta sedang mengalami stress yang berlebihan, kemungkinan untuk mengalami demotivasi cenderung lebih tinggi.

Seseroang yang sedang mengalami demotivasi, dapat dengan mudah ditandai. Biasanya mereka akan menghindari lingkungannya dalam sementara waktu. Memiliki tuntutan yang besar, rasa minder yang berlebihan menjadi salah satu sebab mengapa seseroang menarik diri dari lingkungan sekitar. selain itu, tanda dari demotivasi adalah hilangnya semangat untuk terus berkembang. Ketika seseorang memiliki semangat yang menggebu-nggebu, biasanya mereka akan sangat bersemangat untuk terus mengembangkan diri. Dan sebaliknya, ketika seseorang mengalami kehilangan semangat, biasanya mereka akan merasa malas dan enggan untuk mengasah kemampuan.

Demotivasi sendiri tidak hanya dialami oleh pelajar saja. Hilangnya semangat bisa dialami oleh siapapun tanpa mengenal usia. Bahkan orang yang sudah bekerja, bisa aja mengalami demotivasi. Lalu apa saja hal yang dapat memicu munculnya demotivasi ini?

  1. Takut salah dan takut gagal

Untuk memulai sesuatu biasakan diri untuk tidak takut salah. Jika kamu sudah merasa takut melakukan kesalahan sebelum memulai, niscaya psetumpuk tugas dan pekerjaanmu tidak akan kunjung selesai. Ingatlah bahwa kita manusia biasa dan tidak luput dari kesalahan. Mulai saja dulu, tanpa harus takut merasa hasilnya nanti gagal.

  1. Sibuk membandingkan diri

Salah satu sebab munculnya demotivasi adalah, karena kita terlalu fokus pada pencapaian orang lain dan cenderung membandingkan dengan diri sendiri. Melihat kesuksesan orang lain sehingga merasa termotivasi tentu saja baik, namun akan salah ketika bukannya merasa termotivasi, justru kamu merasa kehilangan rasa percaya diri sebab pencapaian orang lain. Ketika rasa percaya diri ini hilang, kemungkinan mengalami demotivasi akan semakin tinggi. Maka, jangan terlalu fokus pada pencapaian orang lain, sibukkan diri dengan mulai pekerjaan tanpa harus membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

  1. Terlalu lama di zona nyaman

Beristirahat merupakan hal yang wajar, namun yang perlu diingat adalah batasan waktu dalam beristirahat. Ketika tidak menerapkan waktu yang disiplin, maka yang terjadi kamu akan terbuai dengan rasa nyaman tersebut. Ingatlah bahwa kamu memiliki setumpuk pekerjaan yang harus kamu selesaikan. Jangan sampai terlalu lama di zona nyaman sehingga lupa dengan kewajiban yang perlu diselesaikan. Jangan sampai kamu terlalu nyaman bermalas-malasan, hingga tidak sadar bahwa kamu telah tertinggal jauh dari pencapaian teman-teman.

  1. Target terlalu tinggi

Memiliki ekspetasi yang tinggi pada hasil yang diinginkan, merupakan salah satu penyebab demotivasi. Pasalnya hasil yang sempurna tentu tidak mudah untuk dilakukan. Perlu ketelitian yang lebih dalam mengerjakan. Hal ini lah yang menyebabkan stress lebih mudah muncul. Ketika kamu sudah merasa stress, rasa pesimis dapat menyelesaikan tugas pun akan kamu alami. Maka tentukan target yang sesuai dengan kemampuanmu saja.

Ketika mulai sadar sedang mengaami demotivasi, jangan sampai kamu biarkan berlarut-larut ya. Hal ini tentu saja dapat merugikan diri kamu sendiri, bahkan bisa juga orang lain jika terlibat dalam tugas-tugas tersebut. untuk itu, apa saja yang perlu kamu lakukan ketika mengalami hal ini?

  • Mulailah berinteraksi dengan lingkungan sekitar. berinteraksi dengan orang lain sedikit banyak dapat mengatasi rasa stress lho. Selain itu dengan berinteraksi, secara tidak langsung kamu dapat bertukar cerita dengan orang lain. Bisa jadi, dari cerita-cerita tersebut dapat membangkitkan semangatmu kembali.
  • Buatlah aturan waktu istirahat.. memaksakan diri melakukan banyak pekerjaan pun tidak dianjurkan. Manusia tetap membutuhkan waktu untuk istirhat sejenak. Terlalu keras pada diri sendiri dapat menyebabkan kelelahan. Hal ini tentu berpengaruh pada penurunan semangat.
  • Lakukan hal yang menyenangkan. jika kamu orang yang gemar berolahraga, maka hal ini patut kamu coba. Selain itu dengan berolahraga dapat membuat badan kembali bugar dan pikiran menjadi lebih fresh.

You may also like

Leave a Comment