Dampak negatif sosial media, dan tips untuk mengatasinya.

by Siti Nurul Hikmah

SiswaIndonesia.com, Malang – Kalau ngomongin media sosial, tentu sudah bukan hal asing lagi. Sebagian dari kita bahkan menganggap media sosial itu sudah bagian dari hidup, ibaratnya makanan sehari-hari. Bagaimana tidak, bangun tidur yang pertama kali dicek hp, scroll timeline.Bukan hanya kita para remaja, bahkan sangat disayangkan anak-anak zaman sekarang lebih akrab dengan media sosial dari pada dengan mainan tradisional lho!

Memang secara fungsi, media sosial memiliki banyak manfaat, namun perlu diingat bahwa dibalik itu semua media sosial juga memili banyak dampak negatif. Istilah kecanduan bukan hanya digunakan untuk mereka yang kecanduan obat-obatan terlarang saja, namun ada juga istilah kecanduan sosial media. Orang-orang dengan sebutan ini adalah mereka yang sudah merasa ketergantungan dengan sosmed. Apakah kamu termasuk orang-orang yang ketergantungan media sosial? Artikel sebelumnya, SiswaIndonesia.com sudah cukup menjelaskan ciri-ciri orang yang mengalami kecanduan media sosial.

Lalu, emang apasih bahanya kecanduan media sosial?? Menurut Jurnal Penelitian yang ditulis oleh Jain Rahman, S.Kom ada banyak dampak bahaya yang ditimbulkan ketika mengalami kecaduan sosial media, diantaranya ;

  • Tidak bisa mengontrol diri. Bagi mereka yang mengalami kecanduan akut, mereka dinilai kesulitan mengontrol diri. Menurut penelitian pengguna terlalu peduli akan citra mereka di media sosial, khususnya harga diri pada teman-teman medsos
  • Menjadi malas belajar. Remaja yang mengalami kecandual media sosial akan menghabiskan banyak waktunya untuk sekedar scroll timeline media sosial, bisa Instagram, Twitter bahkan aplikasi yang sedang banyak digandrungi anak-anak yaitu Tik-tok. Hal tersebut dinilai membuang waktunya dengan sia-sia. Produktifitas keseharian juga menurun, dan tentu dapat mengganggu konsentrasi belajar.
  • Menambah beban pengeluaran. Bermain media sosial tentu memerlukan banyak kuota, orang-orang yang mengalami ketergantungan media sosial tentu seringkali berselancar untuk mencari hal-hal bisa penting maupun tidak penting. Jika waktu yang dihabiskan untuk scroll timeline cenderung lama, maka pengeluaran untuk membeli kuota juga bertambah. Apalagi harga kuota juga tidak bisa dikatakan murah.
  • Mengacam kesehatan mental. Orang yang mengalami kecanduan sosmed rentan akan dampak yang satu ini. mengalami depresi salah satunya.

Dampak yang paling sering dijumpai adalah yang berakibat pada kesehatan mental seseorang. Hal ini jangan sampai dianggap hal yang remeh ya, anak yang terlalu aktif menggunakan media sosial setiap harinya, memiliki resiko depresi tinggi, hingga tiga kali lebih besar dibandingkan mereka yang jarang membukanya. Akibatnya mereka seringkali mereka melakukan hal-hal yang beresiko tanpa piker Panjang.

Pada Jurnal Penelitian lain yang ditulis oleh Silvia Fardila Soliha, mengatakan ada hubungan antara tingkat ketergantungan penggunaan media sosial dengan rasa kecemasan yang ditumbulkan. Penelitian ini sejalan dengan artikel milik halodoc.com yang menyatakan bahwa kecandual media sosial bisa berakibat pada kesehatan mental seseorang. Salah satunya adalah merasa depresi. Indahnya postingan milik orang lain yang dibagikan di media sosial seringkali membuat kita untuk membandingkan dengan kehidupan kita. Hal ini dapat mendimbulkan rasa kurang bahagia yang bisa berujung pada rasa terlalu cemas hingga depresi. Selain bisa mengganggu kesehatan mental, kecanduan media sosial juga bisa mengganggu kesehatan. Kok bisa? Tentu bisa, dengan banyak menghabiskan berjam-jam di media sosial, seringkali orang lupa waktu, membuat kita sulit tidur dan berujung insomnia. Bahaya insomnia ini sudah dijelaskan oleh SiswaIndonesia.com pada artikel sebelumnya.

Idealnya berapa lama sih waktu yang digunakan untuk bermain media sosial? sebetulnya belum ada ketentuan pasti berapa lama waktu yang digunakan untuk berselancar di media sosial, namun dari diri kamu sendiri harus bisa membatasi waktu. Setidaknya 1-2 jam maksimal dalam sehari. Namun untuk kamu yang merasa sudah kecanduan akut, membatasi waktu bermain media sosial cukup sulit dilakukan, dibawah ini tips untuk kamu yang ingin mulai membatasi diri agar tidak kecaduan ;

  • Matikan notifikasi. Dengan mematikan pemberitahuan, akan mengurangi kemungkinan kamu mengecek handphone.
  • Lakukan hal yang menyenangkan.banyak hal lain yang bisa dilakukan tanpa menggunakan gadget. Contohnya, Jika kamu menyukai kegiatan memasak, kamu bisa menghabiskan waktu mu dengan membuat cemilan kesukaanmu.
  • Jauhkan gadget dari jangkauan. Saat kamu melakukan kegiatan, kamu bisa menjauhkan gadget dari jangkauan. Hal ini bertujuan agar kamu lebih fokus pada kegiatan, dan dapat mengurangi kemungkinan kamu mengecek
  • Perbanyak sosialisasi di kehidupan nyata. Memanfaatkan media sosial tidak sepenuhnya salah, tetapi selagi bisa dilakukan secara langsung maka manfaatkan lah, karena komunikasi yang dilakukan secara langsung dapat membantu mengurangi kemungkinan kamu kecanduan medsos.
  • Batasi waktu.Jika kamu sudah mencoba hal-hal diatas namun tetap merasa ketergantungan, maka kamu bisa melakukan hal berikut. Dengan mengatur waktu seberapa kamu bermain media sosial. gunakan applikasi yang dapat membatsi waktu, jika sudah melewati batas maksimal harian, maka platform tersebut otomatis terkunci dan kamu tidak dapat mengaksesnya. Cara ini cukup jitu kamu yang sudah kecanduan akut.

You may also like

Leave a Comment