Bahaya Kecanduan Social Media

by Anisa Mahiswari

SiswaIndonesia.com, Malang – Hadirnya social media tentu memberikan banyak kemudahan, mulai dari sektor komunikasi antar individu diberbagai belahan dunia, menjalankan bisnis hingga dalam sector Pendidikan. Ada banyak alasan seseorang menggunakan social media, karena fasilitas dan fitur yang diberikan cukup membantu aktivitas. Bukan hanya di waktu senggang, bahkan saat ini hampir setiap waktu seseorang dapat mengakses social media. Ada berbagai macam pilihan social media, sehingga dapat dipastikan seseorang dapat memiliki berbagai macam akun pada social media.

Tidak dapat dipungkiri bahwa Aktivitas penggunaan social media di Indonesia didominasi oleh kalangan remaja. Berbagai penelitian mengatakan bahwa penggunaan social media dalam jangka panjang dapat mengubah pola pikir dan merugikan mental. Sehingga penggunaan social media perlu diperhatikan terutama pada remaja, agar tidak sampai terjadi kecanduan penggunaan social media.

Banyak remaja yang memiliki berbagai macam akun social media, rasanya tidak mungkin jika hanya memantau social media dalam waktu singkat. Diberbagai kesempatan  kamu dapat melakukan scrolling linimasa social media setiap waktu. Sehinggan hal ini perlu diperhatikan jangan sampai lupa waktu dan lupa kewajiban saat bermain social media bahkan jika timbul rasa nggak pengin ketinggalan informasi atau berita ter-updatedi social mediamerupakan ciri-ciri dari kecanduan loh.

Dilansir dari hellosehat.com bisa dikatakan kecanduan social media apabila :

1. Bangun tidur, cek medsos

Hampir setiap pecandu social media akan memulai rutinitas sehari-hari mereka dengan mengecek ponsel untuk melihat apa saja yang terlewatkan di Facebook, Twitter, Instagram selama pulas tidur malam.

Ponsel juga menjadi hal terakhir yang dimatikan sebelum tidur. Bahkan, membuat jam tidur terganggu karena terus ketagihan berselancar di media sosial.

2. Online di mana pun dan kapan pun

Tanda kecanduan social media lain yang perlu perhatikan adalah selalu online di mana pun dan kapan pun. Bukan hanya sedang berlibur, saat menyebrang jalan atau berada di dalam toilet sekalipun, Selalu terhubung ke media sosial.

Kamu tidak pernah merasa bosan seharian memegang ponsel demi scroll timeline dan menonton video viral yang tak berujung, atau memeriksa ratusan gambar liburan teman maupun artis yang di idolakan. Tidak peduli apa yang dilakukan saat bermain media sosial, Kamu akan menemukan tempat dan cara untuk tenggelam dalam sosmed.

 

3. Terdorong mengunggah selfie dan status demi mengundang likes

Tekanan besar untuk memastikan mendapatkan foto yang sempurna untuk diunggah di Instagram adalah sesuatu yang umumnya dialami oleh orang yang kecanduan sosial media.

Pengidap kecanduan ini ingin membuat iri hati para followers-nya, sehingga harus mengunggah gambar yang sempurna tanpa cela. Prosesnya bisa merepotkan dan menjengkelkan, tapi tampaknya tak peduli dengan konsekuensi itu.

Sama halnya dengan memilih selfie sempurna, memutuskan kalimat yang tepat untuk status update Facebook atau kultwit di Twitter bisa menjadi sangat sulit. Biasanya, para pecandu sosmed akan melalui proses editing yang ketat, bolak-balik menghapus status, dan mengulang hingga berkali-kali sampai mendapatkan sebuah paragraf yang mengena di hati.

 

4. Tak ada internet, hidup jadi nelangsa

Sesekali hal buruk bisa terjadi, contohnya ketika berada di situasi yang tidak ada internet/WiFi. Perasaan cemas dan gelisah akan menggeluti karena merasa tidak mampu menelusuritimelinedemi mencari tahu aktivitas dan status dari teman-teman dan keluarga.

Fenoma takut ketinggalan berita (kudet) ini dikenal dengan istilah Fear of missing out (FoMO).

 

Selain tanda yang disebutkan di atas, kamu juga mungkin akan merasakan beberapa hal ketika sudah mengidap kecanduan sosmed:

  • Aktivitas sehari-hari terbengkalai karena sibuk mengecek dan bermain media sosial.
  • Main medsos membuat kamu menjadi antisosial alias lebih memilih menghabiskan waktu sendiri bersama ponsel, ketimbang melakukan aktivitas lain bersama teman atau keluarga.
  • Gelisah dan mudah marah ketika tidak membuka aplikasi sosmed.

 

Menurut jurnal penelitian yang ditulis oleh Rizki Aprilia, Aat Sriati, Sri Hendrawati Sebagian besar komponen yang memiliki nilai tinggi pada kecanduan media sosial yaitu komponen virtual information, virtual tolerance, dan virtual information serta komponen yang memiliki nilai rendah yaitu virtual problem. Artinya, remaja menjadikan media sosial suatu media yang paling utama dalam mendapat berbagai informasi dan membuat komunikasi dengan orang-orang dalam kehidupan nyata menjadi berkurang dikarenakan mereka selalu ingin tetap terhubung dengan media sosial.

Supaya terhindar dari kecanduan social media kamu harus lebih bijak dalam menggunakan sosial media. Jika kamu sudah merasa kecanduan, maka sadarkan diri untuk mulai membatasi penggunaan media sosial.

You may also like

Leave a Comment