Seberapa Efektifkah Ujian Online Saat Ini ?

by Anisa Mahiswari

SiswaIndonesia.id. Malang – Semakin berkembangnya zaman, kebijakan pemerintah dalam melaksanakan program juga semakin maju, salah satunya program ujian berbasis online. Dalam sejarahnya pemerintah sudah beberapa kali melakukan perubahan dalam progam pedidikan, hal ini tidak terlepas dari kurikulum yang sudah ditepakan. Evaluasi dan penyempuraan ujian juga terus dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikan. Ujian berbasis online mulai dilakukan pada tahun 2014 yang diikuti oleh sebagaian sekolah. Saat pertama kali diterapkan tidak semua sekolah bisa mengikuti ujian berbasis online karena keterbatasannya fasilitas dan juga jaringan. Namun saat ini ujian online sudah mulai diterapkan di beberapa sekolah yang ada di kota Malang. Sejumlah sekolah yang ada di kota Malang juga sudah melaksanakan ujian akhir sekolah (UAS) 2018. Dalam pelaksanaanya, beberapa sekolah juga sudah menerapkan sistem ujian berbasis online. Diantaranya SMAN 3 Malang, SMAN 2 Malang, SMAN 9 Malang dan SMAN 1 Batu.

“Kemarin disekolah disediakan komputer jadi ujian dibagi persesi setiap kelasnya,” ujar Audia siswa SMAN 1 Batu. Kebijakan yang diberikan setiap sekolah juga berbeda-beda dalam melaksanakan ujian online, seperti di SMAN 2 Malang siswa diperbolehkan untuk menggunakan handphone maupun laptop dalam melaksanakan ujian online.  Sedangkan di SMAN 3 Malang siswa hanya boleh menggunakan laptop yang disediakan sekolah atau membawa sendiri  dalam ujian berbasis online, hal ini dilakukan untuk menghindari tindak kecurangan yang terjadi dalam pelaksanaan ujian berbasis online. “Pernah ada gangguan tiba-tiba sistem ke logout sendiri terus waktu login soal yang sudah saya kerjakan balik lagi ke awal padahal sudah tinggal beberapa nomer aja,” ucap Ramayu siswa SMAN 2 Malang. Ujian online juga masih memiliki beberapa kekurangan dalam pelaksanaanya seperti gangguan pada jaringan dan keterbatasan fasilitas.

Namun ujian berbasis online sendiri juga memberikan banyak keuntungan, terutama dalam kebutuhan anggaran dan keefektifan. Selain memudahkan guru dan siswa ujian berbasis online juga dapat mencegah kebocoran soal dan menghidari kecurangan dalam pelaksanaanya karena ketika ujian sudah dimulai soal yang ditampilkan tidak akan sama setiap siswa. Sehingga dari ujian berbasis online dapat menghasilkan nilai yang dapat dipercaya. “kemarin sekolah sudah menyiapkan website khusus untuk ujian online ini jadi kayak masukin kode-kode tertentu buat masuk websitenya,” ujar Soto siswa SMAN 9 Malang.

“Kalau saya lebih suka ujian dengan online karena lebih mudah dan tidak perlu masukin identitas lagi kayak ujian tulis,” ujar Rara siswa SMAN 2 Malang. Setiap sistem yang dihadirkan pasti akan memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Dengan hal tersebut  pemerintah harus selalu memperhatikan dan selalu megevaluasi kebijakan yang diberikan. Agar kualitas pendidikan di kota Malang semakin meningkat dan semakin baik. (mhs)

 

 

Penulis            : Anisa Mahiswari

Editor              : Nada Nabila

 

You may also like

Leave a Comment